ROBOT PARKIR (2)

Peranan Navigasi Laser dan Smart Parking

0
24
Angkasa Pura II pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyediakan parkir bertingkat di terminal baru. Fasilitas parkir bertingkat berada di sisi kanan dan kiri terminal bandara dengan sistem smart parking. (Sumber foto: www.goodnewsfromindonesia.id/)

Uji coba pilot project smart parking di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta membantu pelanggan agar tidak pusing mencari slot perparkiran.

Angkasa Pura II pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyediakan parkir bertingkat di terminal baru. Fasilitas parkir bertingkat berada di sisi kanan dan kiri terminal bandara dengan sistem smart parking. (Sumber foto: www.goodnewsfromindonesia.id/)
Angkasa Pura II pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyediakan parkir bertingkat di terminal baru. Fasilitas parkir bertingkat berada di sisi kanan dan kiri terminal bandara dengan sistem smart parking. (Sumber foto: www.goodnewsfromindonesia.id/)

Teknologi Vehicle Transfer Station (VTS) sangat berguna saat waktu puncak, tandas  Dr. Christian Jahncke, direktur pelakssana SITA Airport IT. “Dibanding menghabiskan jutaan Euro untuk memperluas garasi, kami memilih untuk memaksimalkan penggunaan ruang yang telah kami miliki.”

Sistem petunjuk pintar ini membagi kapling parkir untuk memastikan mobil dapat diposisikan dengan memaksimalkan penggunaan ruang yang ada, contohnya dengan mengelompokkan mobil dengan ukuran yang serupa. Selain itu, sistem dapat mengubah sususan mobil kapan pun jika diketahui bahwa pengaturan yang berbeda dapat lebih efisien bagi penggunaan ruang.

Advertisement

“Memasang sistem kami ke sebuah garasi parkir konvensional dapat meningkatkan efisiensi spasial hingga 60 persen,” kata Koch.

Koch mendirikan serva transport systems dengan dua orang teman sekolahnya. Trio pakar  tersebut memiliki ide yaitu membuat sebuah sistem yang dapat mengambil dan memarkirkan mobil di dalam garasi. Mereka pun menemukan partner yang memenuhi syarat untuk membantu dalam pengembangan sistem.

“Fraunhofe IML adalah pasangan yang tepat karena para ilmuwan di sana memiliki banyak pengalaman dalam sistem tanpa pengemudi yang digunakan dalam logistik,” kata Koch. IML juga memiliki paten dalam sebuah bentuk navigasi laser dan Koch serta koleganya dengan cepat menyadari bahwa segala keahlian tersebut akan membantu mereka untuk mencapai tujuan mereka.

Memasang sistem parkir ini sangat mudah. “Sistem ini dapat digabungkan dengan garasi parkir apa pun secara virtual,” Guido Follert dari IML menekankan. “Di bawah kondisi ideal, sistem dapat diatur hanya dalam tiga hari.” Operator hanya perlu membuat VTS dan menambahkan penanda reflektif ke pilar atau tembok garasi, membuat sistem untuk menavigasikan AGV di sekitar ruang yang ada.

Tiap AGV dilengkapi dengan laser yang dapat berotasi. Untuk setiap waktu cahaya laser mengenai reflektor, sensor di AGV mengukur cahaya yang direfleksikan. Dengan mempelajari cahaya yang diterima dari tiga reflektor secara simultan, perangkat lunak sistem dapat menggunakan triangulasi untuk menentukan posisi yang tepat bagi tiap AGV dalam ruangan.

Cara mendapatkan slot parkir

Sistem parkir baru ini sepenuhnya meyakinkan yang kemudian membawa serva transport systems ke final German Founders Award (Deuthsche Gründerpreis), berbagi kategori StartUp dengan dua perusahaan lain. Terdapat kesempatan yang sangat baik bahwa cara parkir seperti ini akan mencari jalannya sendiri ke banyak garasi. Sejak  Desember 2013, operator garasi Dusseldorf Airport akan membuat serva system menjadi sebuah fitur premium yang permanen.

Teknologi VTS ini juga menarik bagi para pelaku industri otomotif yang memproduksi lima juta kendaraan tiap tahun di Jerman. Setelah menggulirkan jalur produksi, tiap mobil disimpan terlebih dahulu di pabrik sebelum dikirim, mungkin ke area perkumpulan pelabuhan dan kemudian dimasukkan ke kapal. Kemudian disimpan sementara di pelabuhan tujuan dan kemudian baru diterima dealer.

“Teknologi VTS menjadi tambahan yang dapat diterima oleh tiap satu dari serangkaian langkah tersebut,” kata Koch. Perusahaan derek kendaraan dan pelanggar parkir juga mendapat keuntungan yakni: sistem juga dapat digunakan untuk automasi parkir kendaraan yang disita. Segera setelah pengemudi membayar denda, robot mengumpulkan mobil-mobil tersebut. Ini mungkin akan lebih murah jika menggunakan garasi parkir otomatis sebagai pilihan pertama.

Baca juga :   Kereta Inpeksi Memuluskan Perjalanan Penumpang dan Logistik

Sementara itu, mencari parkir di lingkungan Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan salah satu masalah yang memusingkan bagi para pelanggan yang menggunakan fasilitas milik Angkasa Pura II. Banyak calon penumpang atau kerabat yang ingin menjemput dan mengantarkan keluarga atau kerabat, namun harus membuang waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan satu slot parkir. Lahan parkir demikian terbatas.

Untuk mengatasi masalah masalah klasik yang sering dikeluhkan, manajemen Angkasa Pura II membangun sebuah pilot project Smart Parking di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Platform smart parking itu dikembangkan di Terminal 3—sejak pelanggan mendapatkan tiket parkir maka lokasi parkirnya sudah terceak pada tiket sehingga pengendara tidak perlu berputar-putar mencari ruang parkir di setiap lantai.

Gedung parkir di Terminal 3 Soekarno-Hatta diperuntukan untuk parkir, satu lantai sebagai meeting point yang mempunyai akses ke terminal. Dengan sistem baru itu pihak Angkasa Pura II menjamin ada nomor slot parkir—selain tercetak di kertas juga ada di aplikasi—maka pelanggan akan diarahkan ke tempat parkir yang telah ditentukan. Artinya tidak ada lagi orang yang saling serobot tempat parkir.

Sistem smart parking itu dapat menghindari penumpukan penjemputan penumpang di lobi terminal 3. Jika penumpang tidak mempunyai  banyak bagasi, aplikasi langsung mengarahkannya  ke tempat parkir. Sedangkan pemilik banyak bagasi, bisa  dijemput di lantai. Mobil penumpang dapat mengambil barangnya Terminal 3.

Sistem smart parking itu akan dikembangkan untuk parkir menginap agar pelanggan  melakukan pemesanan terlebih dahulu sebelum datang ke bandara. Kapan Indonesia menggunakan robot RAY seperti digunakan di Bandara Duesseldorf, Jerman? Aplikasi robot RAY bisa dipesan melalui ponsel yang telah terapilkasi dengan software.  (Bahan diolah dari Your carpark valet is a robot tulisan Boris Hӓnβler, Fraunhofer, dan sumber lain seperti Indotelko.com

Simak robot parkir (2)
Teknologi Atasi Kesulitan

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda