Penggunaan produk dalam negeri diharap meningkat hingga 50 persen

0
9

Tingkat penyerapan penggunaan produk dalam negeri ditargetkan meningkat menjadi 50 persen dari total belanja pengadaan barang dan jasa pemerintah. Angka itu naik dari realisasi belanja pada tahun 2009 yang berjumlah Rp1.000,8 triliun atau sekitar 18 persen dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Menurut Ketua Tim Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) Natsyir Mansyur, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54/2010 tentang Pengadaan Barang Jasa Pemerintah berdampak positif bagi produk lokal. ”Dari perspektif P3DN, Perpres itu sudah bagus untuk mengakomodasi upaya peningkatan penggunaan produk dalam negeri,” kata Natsir, sebagaimana dilansir oleh Okezone.com (11/8).

P3DN, lanjutnya, paling efektif dilakukan melalui penyerapan anggaran belanja pemerintah dan BUMN. ”Itu pasar yang sudah terjamin bagi produk dalam negeri,” ucapnya.

Advertisement

Natsir meyakini, lembaga pemerintahan dan BUMN akan mematuhi Perpres tersebut. Pasalnya, kata dia, Perpres itu menetapkan keleluasaan dengan toleransi harga paling mahal sebesar 15 persen.

Selain itu, ujar dia, Perpres juga mengatur tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) hingga 40 persen. Dengan P3DN, menurutnya, dapat memacu investasi di dalam negeri, termasuk pengembangan diversifikasi produk lokal.

”Jadi, ada jaminan. Dampaknya besar bagi industri dalam negeri. Menggerakkan investasi lokal dan pekerjaan di sektor riil. Mengenai teknis penyediaannya, itu nanti diatur pemerintah dalam petunjuk pelaksanaan Perpres itu. Yang penting, jangan melihat persoalannya sepenggal-sepenggal saja,” tutur Natsyir.

Baca juga :   Godaan Bisnis Online Kian Menggiurkan

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda