EUROFIGHTER-DIGANTARA INDONESIA (2)

Pengembangan Jet Tempur Super Cepat

0
23
Menurut sp.beritasatu.com, pPesawat tempur Eurofighter Typhoon asal Eropa didemonstrasikan di hangar PT Dirgantara Indonesia di Bandung, Jawa Barat. Pesawat canggih itu pertama kali digunakan oleh Royal Air Force di Inggris pada akhir 2003. Hingga kini 428 pesawat sudah dikirimkan ke enam negara, dengan lebih dari 280.000 jam terbang yang telah dicapai. [Sumber foto: sp.beritasatu.com/Istimewa]

Eurofighter Typhoon merupakan pesawat tempur swing-role generasi baru yang canggih dan telah dipasarkan ke seluruh dunia. Tujuh negara yakni Jerman, Inggris, Italia, Spanyol, Austria, Arab Saudi, dan Oman, telah memesan Eurofighter Typhoon dan bisa diproduksi di Bandung.

Menurut sp.beritasatu.com, pPesawat tempur Eurofighter Typhoon asal Eropa didemonstrasikan di hangar PT Dirgantara Indonesia di Bandung, Jawa Barat. Pesawat canggih itu pertama kali digunakan oleh Royal Air Force di Inggris pada akhir 2003. Hingga kini 428 pesawat sudah dikirimkan ke enam negara, dengan lebih dari 280.000 jam terbang yang telah dicapai. [Sumber foto: sp.beritasatu.com/Istimewa]
Menurut sp.beritasatu.com, pPesawat tempur Eurofighter Typhoon asal Eropa didemonstrasikan di hangar PT Dirgantara Indonesia di Bandung, Jawa Barat. Pesawat canggih itu pertama kali digunakan oleh Royal Air Force di Inggris pada akhir 2003. Hingga kini 428 pesawat sudah dikirimkan ke enam negara, dengan lebih dari 280.000 jam terbang yang telah dicapai. [Sumber foto: sp.beritasatu.com/Istimewa]
Menurut Joe Parker, Eurofighter Typhoon saat ini merupakan program pengadaan militer terbesar di Eropa. Kecanggihan teknologi Eurofighter Typhoon memperkuat posisi industri kedirgantaraan di Eropa di pasar internasional. Melalui program tersebut, tercipta lebih dari 100.000 pekerjaan yang terdapat di 400 perusahaan. Sejak pengiriman Eurofighter Typhoon yang pertama untuk Royal Air Force di Inggris pada akhir 2003, sebanyak 428 pesawat juga dikirimkan ke enam negara, dengan lebih dari 280.000 jam terbang yang telah dicapai.

Delegasi Eurofighter yang mengunjungi Jakarta pada pertengahan April 2015 merupakan awal serangkaian aktivitas untuk mendemonstrasikan penawaran konsorsium beranggota empat negara itu secara menyeluruh kepada Indonesia.

Advertisement

Poin kunci dari penawaran unik Eurofighter tersebut adalah fakta kerja sama erat dan produktif yang telah terjalin antara pabrikan produk penerbangan komersial dan militer, Airbus selaku salah satu perusahaan mitra Eurofighter dengan Dirgantara Indonesia.

Joe Parker adalah seorang pilot independen sekaligus pendukung sejati Typhoon, yang menambahkan bahwa perlindungan maritim yang andal serta dapat diluncurkan dengan cepat merupakan kebutuhan mendasar bagi Indonesia sebagai negara kepulauan terluas di dunia.

Typhoon terbang lebih lama dan lebih tinggi
Ia menjamin bahwa tidak ada jenis pesawat tempur lain yang mampu terbang lebih lama, lebih cepat, mau pun lebih tinggi dibanding pesawat Typhoon dalam kondisi bermuatan penuh. Ditambahkannya, bahwa pihak Eurofighter dapat memindahkan salah satu lini perakitan Typhoon ke Bandung, sehingga pesawat tempur caliber dunia tersebut dapat dibangun di Indonesia yang dilakukan oleh orang-orang Indonesia.

Dengan mempertimbangkan semua faktor tersebut, jelas sekali mengapa manajemen perusahaan Eurofighter itu yakin bahwa ini merupakan peluang besar bagi Indonesia, di mana negara kepulauan Indonesia dapat menjadi pusat operasi di kawasan Selatan dunia di masa depan. “”Kami telah menerima sejumlah kunjungan ke fasilitas kami di Spanyol dan Jerman,” kata Joe Parker.

Baca juga :   Indonesia Siap Produksi Pesawat Typhoon?

Kunjungan delegasi Eurofighter tersebut, diterima oleh Dirgantara Indonesia dan pejabat pemerintah dengan sangat baik. Ini momen yang sangat menarik bagi pewujudan Program Eurofighter di Indonesia. Program Eurofighter kini telah mencapai tingkat kematangan yang memberikan Typhoon berbagai kemampuan tak tertandingi, serta peta jalan yang kokoh untuk masa depannya.”

Perusahaan Eurofighter telah menandatangani satu triliun Euro  surat kontrak pembuatan jet tempur Typhoon yang diageni oleh NETMA. Apakah jet tempur ini bisa dirakit di pabrik PT Dirganatra Indonesia suatu hari? Sangat mungkin, demikian Joe Parker direktur Eurofigter GmbH. (Sumber foto/@: https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/
Perusahaan Eurofighter telah menandatangani satu triliun Euro surat kontrak pembuatan jet tempur Typhoon yang diageni oleh NETMA. Apakah jet tempur ini bisa dirakit di pabrik PT Dirganatra Indonesia suatu hari? Sangat mungkin, demikian Joe Parker direktur Eurofigter GmbH. (Sumber foto/@: https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/

Eurofighter menegaskan, jika Indonesia memilih Typhoon, peluang tersebut tak hanya akan menciptakan lapangan pekerjaan dengan keterampilan tinggi yang berkaitan dengan perakitan akhir pesawat. Akan tetapi, teknologi mutakhir dan lapangan pekerjaan yang berhubungan dengan pemeliharaan serta pengembangan lanjutan untuk jet tempur super cepat itu akan dipahami oleh putera-puteri terbaik di Indonesia.

“Selama kami berada di Indonesia,” demikian Joe, “kami memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui dan memahami lebih dalam tentang cakupan menyeluruh dari penawaran kami. Selain serangkaian program MasterClass yang bertujuan untuk ’membedah’ isu-isu seputar pesawat tempur, kami pun telah menyiapkan tur komprehensif bagi pihak-pihak yang tertarik untuk melihat pesawat tempur kami lebih dekat dan memahami kemampuannya,” kata Joe Parker.

Barangkali, pihak manajemen Eurofighter GmbH sebaiknya mengundang sejumlah wartawan dari Indonesia untuk menyaksikan dan meliput proses pabrikasi Typhoon di Muncih, Jerman. (Bahan diolah dari berbagai sumber termasuk laman Fightertypoon)

Simak artikel selanjutnya dengan topik Eurofighter-DIGANTARA INDONESIA (1)
Indonesia Siap Produksi Pesawat Typhoon?

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda