TEKNOLOGI VINIKULTUR (2)

Pemuaian Gas dan Pengaktifkan Mikroorganis

0
7
Mesin mengolah buah anggur menjadi wine. (sumber foto/@: http://www.dreamstime.com)

Demonstrator ini telah berhasil diujikan untuk volume alir dua liter per menit, pekerjaan konstruksi telah dimulai pada dua prototipe skala besar yang mampu memproses 10 hingga 20 liter wine per menit.

Mesin mengolah buah anggur menjadi wine. (sumber foto/@: http://www.dreamstime.com)
Mesin mengolah buah anggur menjadi wine. (sumber foto/@: http://www.dreamstime.com)

Langkah selanjutnya, pemberian perlakuan penurunan tekanan secara tiba-tiba menunjukkan hasil pemuaian gas, yang kemudian pecah dan mengaktifkan mikroorganisme. Perubahan mendadak pada tekanan ini juga memecahkan struktur enzim oksidator.

“Melalui pengujian awal dan analisis sensoris oleh ahli wine di Prancis dapat disimpulkan bahwa wine yang diproses dengan cara ini tidak kehilangan aroma dan warnanya,” kata Salima Varona, salah satu anggota tim Vásquez-Caicedo.

Advertisement

Sekarang demonstrator ini telah berhasil diujikan untuk volume alir dua liter per menit, pekerjaan konstruksi telah dimulai pada dua prototipe skala besar yang mampu memproses 10 hingga 20 liter wine per menit.

“Fase demonstrator menunjukkan pada kita di mana sistem perlu dikembangkan dan kami akan memperhatikan faktor tesebut saat membangun prototype,” kata Varona.

Proyek ini diharapkan akan memasuki tahap operasi uji coba pada pabrik wine di Perancis tahun mendatang.

Alga sebagai inhibitor pertumbuhan jamur

Grup peneliti IGB lainnya, mengerjakan teknik alternatif lain bagi para pembuat wine sebagai bagian dari proyek yang didanai UE–ProEcoWine. Delapan partner berkooperasi pada proyek ini untuk mencoba mencari subtitusi larutan tembaga yang telah digunakan selama berabad-abad sebagai fungisida untuk melindungi tanaman anggur.

Ilmu pengetahuan dan teknolgi  berperan peting  dalam proses penentuan kualitas wine/anggur agar kompetitif di pasar internasional. (Sumber foto/@: winemakingcorner.com)
Ilmu pengetahuan dan teknolgi berperan peting dalam proses penentuan kualitas wine/anggur agar kompetitif di pasar internasional. (Sumber foto/@: winemakingcorner.com)

Ion tembaga pada larutan tersebut membunuh jamur dan agen patogenik lain yang dapat menyerang tanaman anggur dan menghancurkan hasil panen. Namun, tembaga juga dapat mematikan mikroorganisme yang berada di dalam tanah dan mengusir cacing tanah. Seiring bertambahnya waktu tanah akan terdegradasi dan pembuat wine dipaksa untuk menggunakan pupuk lebih banyak.

Solusi ProEcoWine adalah dengan menggunakan alga yang dapat memproduksi substansi antifungal–dan peneliti di Uiversity of West Hungary mengetahui dengan pasti alga mana yang sesuai untuk pekerjaan ini, terima kasih umtuk besarnya database alga yang telah mereka bangun selama puluhan tahun.

Ulrike Schmid-Staiger, Daniel Frank dan anggota IGB lainya memiliki pekerjaan untuk mengembangkan teknik memproduksi alga tersebut dalam skala besar. Untuk itu, tim menggunakan reaktor flat panel airlift (FPA) yang IGB miliki. Fitur transportasi udara pintar yang dimilikinya memungkinkan untuk menumbuhkan kultur alga dengan densitas sel tinggi.

Baca juga :   Menggairahkan Pelaku Industri Otomotif

Di Fraunhofer Institute for Optronics, System Technologies and Image Exploitation IOSB di Karlsruhe, peneliti juga mengerjakan sebuah sistem untuk membantu mengoptimalkan produksi wine –sebuah mesinsortasi yang memisahkan panenan anggur dari ranting, daun atau serangga yang dapat merusak kemurnian anggur. Sistem ful otomatis ditaruh pada kamera yang diposisikan di atas conveyor belt yang membawa anggur. Analisis gambar hanya dalam fraksi detik, software sistem dapat mengidentifikasi obyek yang tidak diinginkan dan memicu semprotan udara kuat untuk mengeluarkan obyek tersebut dari belt.

“Kami ditantang untuk mengembangkan sestem inspeksi lengkap dengan analisis gambar dan user interface, sebagaimana katup mesin dapat dikontrol dalam satu waktu,” kata manajer proyek Kai-Uwe Vieth dari IOSB. Dua perusahaan mechanical engineering skala menengah bertanggungjawab dalam pengembangan sebagian besar sistem mekanik.

Dalam kolaborasi dengan Geinsenheim University dekat Frankfurt, Peniliti IOSB sedang membuat cara agar sekaligus dapat menggunakan kamera secara otomatis untuk menilai kualitas anggur. Sebagai contoh, cahaya yang mengenai anggur-anggur dengan perbedaan kandungan gula akan memancarkan panjang gelombang yang berbeda.

Sementara partner peneliti di universitas fokus pada aspek analisis kimia pada anggur, Vieth dan tim mengerjakan bagaimana dapat menginterpretasikan spektrum cahaya. Secara keseluruhan, sistem akan membantu pembuat wine untuk meningkatkan kualitas produk mereka lebih jauh dan menyediakan asisten mekanis untuk meningkatkan volume wine berkualitas top di pasaran.   (Diolah dari High-tech viniculture tulisan Tim Schröder, Fraunhofer 1/15)

Simak artikel selanjutnya dengan topik TEKNOLOGI VINIKULTUR (3)
Kisah Wine di Mesir Kuno dan Gereja Katolik

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda