Pembangkit Listrik Terapung Buatan PAL, Pesanan Turki

0
181
Dari kiri Rizkiyah Ramadani dan Heni Soelastri staf marketing PT PAL Indonesia perusahaan galangan kapal di Surabaya. Gambar di tengah adalah desain kapal pembangkit listrik terapung yang didesain oleh Karadeniz Holdings Limited (perusahaan yang bermarkas di Turki) dan konstruksinya dikerjakan oleh PT PAL Indonesia. (Foto: Rayendra L. Toruan)

Asia Pasifik seperti Indonesia, Australia, Guam, Vanuatu, Vietnam, dan Myanmar akan mengoperasikan kapal pembangkit listrik terapung buatan PT PAL Indonesia.  PAL membuat 4 kapal pembangkit listrik berdaya sebesar 80 MW dengan nilai proyek sebesar US$320 juta.

Dari kiri Rizkiyah Ramadani dan Heni Soelastri staf marketing PT PAL Indonesia perusahaan galangan kapal di Surabaya. Gambar di tengah adalah desain kapal pembangkit listrik terapung yang didesain oleh Karadeniz Holdings Limited (perusahaan yang bermarkas di Turki) dan konstruksinya dikerjakan oleh PT PAL Indonesia. (Foto: Rayendra L. Toruan)

Kita apresiasi PT PAL Indonesia perusahaan galangan kapal yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur.  PAL mampu mewujudkan ide pambangunan konstruksi kapal pembangkit listrik yang dipesan oleh Karadeniz Holdings Limited  (Turki).

Pembangunan konstruksi fisik kapal pembangkit listrik terapung yang dibuat oleh  PAL merupakan perusahaan galangan kapal yang pertama membangun kapal pembangkit listrik terapung di Indonesia.

Advertisement

“Sudah pasti, MOU (memorandum of understanding) sudah ditandatangani kedua belah pihak,” imbuh Heni Soelastri ketika dijumpai pada pameran logistik di Kemayoran, Jakarta belum lama ini. Bersama Rizkiyah Ramadani keduanya dari divisi marketing PT PAL Indonesia, mega proyek pembuatan  pembangkit listrik terapung senilai US$320 juta.

Dana pembiayaan pembuatan pembangkit listrik terapung itu ditanggung oleh Karadeniz Holdings Limited (perusahaan badan usaha milik Negara  Turki). Demikian juga desain ke empat buah floating power plant powership atau kapal pembangkit listrik terapung yang total daya 36 megawatt (MW) hingga 80 MW, sepenuhnya dirancang di Turki.

Tahap basic design yang dikerjakan oleh Karadeniz dan setelah diserahkan kemudian pihak  PAL melakukan pendetailan desain (selama 4 bulan) barulah proses pengadaan material (bahan baku) dan konstruksi—semuanya dikerjakan oleh manajemen PAL.

Setelah PAL  menyelesaikan pembangun kapal pembangkit listrik terapung itu maka kapal itu digunakan sebagai pemasok listrik di Asia Pasifik meliputi Indonesia, Australia, Guam, Vanuatu, Vietnam, dan Myanmar.

Sebagai catatan, Karadeniz adalah induk perusahaan Karpowership yang mengoperasikan pembangkit listrik terapung di dunia. Sebanyak 13 kapal milik Karpower  yang total daya terpasang 2.700 MW dan sedang merampungkan total daya 5.300 MW—semuanya dengan kapal terapung.

Karpower termasuk perusahaan yang memenangkan tender pengadaan listrik selama lima tahun dari PT PLN.  Karpower sudah memasok listrik di beberapa wilayah Indonesia seperti Amurang, Sulawesi Utara dan Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Baca juga :   ExxonMobil Siap Terbangkan Mesin Anda

Karpowership adalah satu-satunya pemilik dan operator pembangkit listrik terapung terbesar di dunia. Sesuai dengan kesepakatan,  transfer teknologi dilakukan oleh perusahaan Karpower ke PT PAL Indonesia.

Kapal pembangkit listrik terapung denan menggunakan tenaga gas (PLTG) milik Karadeniz Powership (Karpowership) sudah beroperasi di Indonesia sejak 8 Desember 2015. Nama kapalnya adalah Karpowership Zeynep Sultan dengan kapasitas 125 MW. Kapal pembangkit listrik itu memasok listrik mulai dari Amurang, Minahasa, Manado, Sulawesi Utara   mulai Januari 2016, dan Gorontalo. Kedua provinsi itu mendapat 96 MW  dari kapasitas maksimal pembangkit sebesar 125 MW.

Kemudian pada Desember 2016, Powership mengoperaikan Karpowership Gokhan Bey memulai di Kupang, NTT. Sedangkan pembangkit listrik terapung  ketiga dinamai Karpowership Yasin Bey yang beroperasi di Ambon, Maluku pada April 2017 di Ambon.  Baik di Kupang dan Ambon, jenis kapal listrik yang dioperasikan adalah jenis Shark  berkapasitas 125 MW.

Karpowership keempat berlayar dari Turki menuju Pelabuhan Belawan,  Sumatra Utara (Mei 2017). Panjang kapal ‎pembangkit lisrik terapung mencapai 295 meter dengan kapasitas 240 MW. Karpowership Onur Sultan dengan panjang 300 meter dan lebar 50 meter itu memakai 24 unit mesin PLTD buatan Wartsila (Finlandia) berkapasitas 18,81 MW per unit dan mesin PLTU dengan kapasitas 2×15 MW.

Meski Karpowership menyuplai listrik bervoltase tinggi namun harganya terjangkau, dan menggunakan minyak bakar (heavy fuel oil) yang dapat dikonversi dengan gas.

Selamat kepada PT PAL Indonesia.

Advertisement

Tulis Opini Anda