MANUFAKTUR OTOMOTIF (2)

Pemanfaatan Optimal Jalur Produksi

0
3
convertible
Satu struktur untuk empat jenis, yaitu dua untuk sedan, satu minibus dan satu untuk mobil touring (convertible). Platform dasarnya sama untuk semua kendaraan tersebut. (Sumber foto/ ©: ThyssenKrupp)

Merakit  mobil tentu saja jauh lebih rumit ketimbang merakit komputer—dirakit dari komponen-komponen standar. Secara teoretis ada kemungkinan untuk membuat mobil dengan prinsip yang sama.

convertible
Satu struktur untuk empat jenis, yaitu dua untuk sedan, satu minibus dan satu untuk mobil touring (convertible). Platform dasarnya sama untuk semua kendaraan tersebut. (Sumber foto/ ©: ThyssenKrupp)

Sebuah mobil normal untuk kisaran menengah yang dapat dirakit dari tahap awal sampai akhir dalam waktu satu setengah hari, dengan kondisi bahwa semua suku cadang telah tersedia dan kapasitas pabriknya mencukupi. Namun kemudian muncul masalah yang lain lagi.

“Sistem produksi dirancang untuk pemanfaatan optimal jalur produksi, dan itu termasuk tenggang waktu yang panjang. Semuanya direncanakan dan diperintahkan sampai berbulan-bulan, dan tidak ada ruang untuk merespon permintaan perorangan dengan cepat,” kata Kasra Nayabi dari Fraunhofer Institute for Manufacturing Engineering and Automation IPA, yang bertanggung jawab terhadap siklus proses untuk proyek Uni Eropa tersebut.

Advertisement

“Industri otomotif gagal untuk mengatasi kebutuhan pasar masa depan, yang menuntut adanya peningkatan profitabilitas, fleksibilitas dan berorientasi kepada pelanggan.” Roland Berger, Goldman Sachs dan Deutsche Bank memperkirakan potensi penghematan 600 hingga 1500 dolar per unit jika mobil dibuat secara eksklusif untuk spesifikasi pelanggan dan dikirimkan dengan segera. (www.ilipt.org)

Untuk membuat transisi dari produksi massal saat ini menjadi manufaktur yang fleksibel pada masa depan, para peneliti Fraunhofer yang berpartisipasi pada proyek ILIPT (Intelligent Logistics for Innovative Product Technologies) sedang mengembangkan struktur baru produk, pola organisasi, logistik, dan proses informasi, bersama-sama dengan konsep dan peralatan Teknologi Informasi yang digunakan untuk simulasi dan pengendalian proses ini. Tujuan mereka adalah untuk memotong tenggang waktu antara penerimaan pesanan dan pengiriman produk akhir, dari yang saat ini selama 60 hari atau lebih menjadi hanya lima hari.

Mobil yang dipesan oleh pelanggan pada hari Senin akan tiba di rumahnya pada hari Jumat. Model bisnis ini terinspirasi dari perusahaan komputer Dell, yang sudah mampu menyelesaikan pembuatan semua produknya sesuai dengan kebutuhan pelanggan perorangan.

Mercedes Benz kelas C tahun 2015
Mobil Mercedes Benz kelas C tahun 2015. (Sumber foto: http://o.aolcdn.com/)

Pelanggan melakukan pemesanan dan membayarnya, dan tidak lama setelahnya komputer pesanan tersebut dirakit dan dikirimkan. Merakit  mobil tentu saja jauh lebih rumit ketimbang komputer, yang dirakit dari komponen-komponen standar. Akan tetapi,  secara teoretis ada kemungkinan untuk membuat mobil dengan prinsip yang sama, di mana Nayabi percaya.

“Jika Anda membuat standar-standar yang diperlukan, akan ada kemungkinan untuk membuat model, jenis dan bahkan merek yang berbeda pada satu jalur produksi yang sama.”

Baca juga :   Konsep Pabrik dan Sistem Software yang Efisien

Sampai sekarang, konsep manufaktur yang fleksibel ini telah ditakdirkan untuk gagal akibat proses produksi yang kaku, struktur produk yang tidak fleksibel, kurangnya proses logistik terpadu serta jaringan yang tidak memadai bagi produsen, pemasok dan pelanggan. Karena proyek ILIPT diluncurkan beberapa tahun lalu, para peneliti Fraunhofer dan mitra di Eropa telah memeriksa kondisi produksi untuk saat ini. Mereka telah menyimpulkan bahwa sebelum tujuan produksi yang cepat, fleksibel dan berorientasi kepada kebutuhan dapat tercapai, beberapa kendala harus diatasi terlebih dahulu.

Sukses melalui standar logistik dan jaringan

Kendala yang pertama ditunjukkan melalui proses produksi yang kaku dan struktur produk yang tidak fleksibel. “Setiap perusahaan manufaktur memiliki spesifikasi sendiri, tidak ada standar umumnya,” ungkap Nayabi.

“Pada kenyataannya, banyak hal yang tidak spesifik untuk setiap merek tertentu bisa distandarisasikan, ambil contoh pada bagian struktur dasar dari kursi atau kokpit.”

Standar-standar tersebut akan sangat meningkatkan fleksibilitas suplaier, yang sejauh ini masih harus menyediakan suku cadang dan komponen yang berbeda untuk setiap produk dan model yang berbeda.

“Modularisasi sistematis akan memungkinkan dikonstruksikannya berbagai bagian dari hanya beberapa modul dan komponen yang berbeda. Memiliki struktur dasar standar secara signifikan akan mengurangi usaha dan biaya membangun kendaraan khusus pelanggan,” kata Mehmet Kürümlüoglu dari Fraunhofer Institute for Industrial Engineering IAO.

Peneliti dan timnya sedang mengembangkan sebuah sistem manajemen yang kompleks untuk tahap awal pembuatan mobil. Sebuah disain kendaraan modular akan membantu untuk mengatasi proses produksi yang kaku, yang memungkinkan jaringan produksi yang fleksibel dan terdesentralisasi yang akan diciptakan sebagai penggantinya.

“Salah satu pendekatan di bidang ini adalah dengan menyiapkan suatu pabrik kecil untuk perakitan akhir di pasar-pasar target, yang juga akan menangani penjualan dan layanan produk tertentu ke pasar tersebut,” tambah Joachim Lentes dari IAO. (Diolah dari The 5-day car: Ordered on Monday-delivered on Friday tulisan Monika Weiner, Fraunhofer)

Simak artikel terkait dengan topik  MANUFAKTUR OTOMOTIF (3)
Memerlukan Koordinasi  Lintas Perusahaan

Advertisement

Tulis Opini Anda