Pelindo Investasi Rp1,5 triliun di Teluk Lamong Jawa Timur

0
17

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III menginvestasikan dana senilai Rp1,5 triliun untuk pemenuhan peralatan angkat dan angkut serta sistem operasi di Terminal Multipurpose Teluk Lamong, Jawa Timur.   Sementara itu, Pelindo II dan Mitsui Co & Ltd  akan membeli peralatan bongkar muat senilai Rp3,5 triliun yang digunakan di  Pelabuhan Tanjung Priok.

130108-04a

“Besaran dana tersebut dialokasikan untuk pengadaan 10 unit Ship to Shore Crane (STS),  20 unit Automatic Stacking Crane (ASC),  lima unit Straddle Carrier (SC),  50 unit Combined Terminal Tractor (CTT),  dan pengadaan Terminal Operating System (TOS),” kata Direktur Utama Pelindo III,  Djarwo Surjanto.

Advertisement

Ia menjelaskan pihaknya telah menunjuk empat perusahaan untuk melakukan pekerjaan pengadaan alat angkat dan angkut serta sistem operasi di Terminal Multipurpose Teluk Lamong.

Keempat perusahaan itu adalah pemenang lelang dalam pelelangan terbuka yang dilakukan Pelindo III beberapa waktu lalu.

“Pemenang lelang untuk pengadaan Ship to Shore Crane,  Automatic Stacking Crane,  dan Straddle Carrier adalah Konecranes yang merupakan perusahaan asal Finlandia,” katanya.

Untuk pemenang pengadaan Combined Terminal Tractor adalah Gaussin SA yang merupakan perusahaan asal Perancis,” ujarnya.

Sementara lelang pengadaan Terminal Operating System dimenangi Realtime Business Solutions PTY. LTD, perusahaan yang berpusat di Australia.

“Perusahaan tersebut telah menunjuk PT Primus Indonesia sebagai perwakilan mereka di Indonesia.  Oleh karena itu,  PT Primus Indonesia yang nanti mengerjakan ‘TOS’,” ucapnya.

Salah satu alat yang akan digunakan di Terminal Multipurpose Teluk Lamong,  kata dia,  merupakan alat baru di bidang kepelabuhanan,  yakni Automatic Stacking Crane.

“Saat ini alat tersebut baru digunakan di tiga negara,  yakni Jerman,  Arab Saudi,  dan Spanyol.  Indonesia merupakan negara keempat di dunia yang menggunakan alat ini dan sekaligus menjadi yang pertama di Asia,” paparnya.

Baca juga :   Kereta Api INKA Beroperasi di Filipina dan Malaysia

Automatic Stacking Crane adalah sebuah alat yang bisa dikendalikan dari jarak jauh, dan cara pengoperasiannya dilakukan dari dalam sebuah ruang kendali yang terpisah jauh dari alat tersebut.

Ruangan pengendali alat tersebut dilengkapi pendingin udara,  layar monitor,  tuas pengendali,  dan lainnya.

“Kami yakin peralatan tersebut ramah lingkungan.  Apalagi,  dioperasikan dengan tenaga listrik dan tentunya akan mengurangi emisi gas buang atau polusi udara,” kata Djarwo.

130108-04b

Sementara itu, PT Pelabuhan Indonesia II dan Mitsui Co & Ltd  bekerja sama untuk membeli peralatan bongkar muat senilai Rp3,5 triliun yang digunakan di terminal I Kalibaru di Pelabuhan Tanjung Priok.

Direktur Utama PT Pengembang Pelabuhan Indonesia II anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II,  Dany Rusli Utama menjelaskan pengadaan peralatan bongkar muat senilai Rp3,5 triliun itu menggunakan anggaran PT Pelabuhan Indonesia II dan Mitsui sebagai pemenang tender operator terminal I Kalibaru.

Dany menyatakan pihaknya baru melakukan memorandum of agreement dengan pihak Mitsui dan belum melakukan penandatanganan kontrak pendanaan dan pembangunan terminal I Kalibaru.

Dany menambahkan pada Juli 2013 pihaknya akan mengumumkan pembagian jumlah investasi pengadaan alat bongkar muat yang akan digunakan di terminal I Kalibaru.

Dia memaparkan sesuai instruksi dalam Peraturan Presiden nomor 36/2012 tentang penugasan langsung pada PT Pelabuhan Indonesia II untuk melakukan pembangunan terminal Kalibaru New Priok pihaknya mendapat dua tugas utama.

Advertisement

Tulis Opini Anda