KENYAMANAN BALING-BALING

Pelacak Kerusakan pada Bahan

0
7
Termografi aliran panas memungkinkan untuk menemukan cacat yang paling sering terjadi, seperti retak, inklusi udara, atau delaminasi.(Foto/©: Fraunhofer WKI)

Keretakan, inklusi udara, delaminasi (kegagalan struktur yang ditandai dengan lepasnya rekatan antara dua material), dan panas membuat cacat bahan pada baling-baling menjadi terlihat.

Termografi aliran panas memungkinkan untuk menemukan cacat yang paling sering terjadi, seperti retak, inklusi udara, atau delaminasi.(Foto/©: Fraunhofer WKI)

Pada pandangan pertama, baling-baling tersebut terlihat sempurna. Akan tetapi, seorang ahli bernama Otto Lutz tahu bahwa ada jauh lebih banyak hal terkait baling-baling yang tidak tampak secara kasat mata.

Dia menepuk permukaan sebuah baling-baling dan kemudian mendengarkan suaranya. Lutz telah memeriksa ribuan baling-baling, sehingga dia memiliki telinga istimewa untuk mendengarkan suara yang terjadi ketika dia menyentuh permukaan baling-baling.

Advertisement

Suara yang keras dan dalam dihasilkan apabila laminasinya homogen, sementara suara yang datar dan lebih berongga menunjukkan terjadinya diskontinuitas pada bahan. Lutz mengelus permukaan. Dia menyadari bahwa benjolan mengindikasikan terjadinya delaminasi dan rongga yang lokasinya dekat dengan permukaan. Banyak cacat bahan yang dapat dilacak dengan cara seperti itu.

Cacat pada bahan berbahaya

Ketika baling-baling terkena dampak beban sehari-hari, cacat dapat memicu tekanan mekanik, menyebabkan laminasi robek, dan mungkin membuat baling-baling patah. Inilah sebabnya mengapa produksi harus patuh pada persyaratan ketat: selama produksi baling-baling dengan panjang 60 meter (atau hampir 200 kaki), ratusan tatakan fiberglass atau strip kain harus diletakkan datar, satu di atas yang lain, dan direkatkan dengan resin khusus dalam ruang hampa.

“Cacat dan penyimpangan yang sangat kecil sekalipun dapat menyebabkan inklusi udara, atau terbentuknya lipatan,” papar Dr. Hiltrud Brocke salah seorang pakar  Institut Fraunhofer untuk Wood Research, Wilhelm-Klauditz-Institut, WKI di Braunschweig, Jerman.

Bersama rekan-rekannya, Brocke telah mengembangkan sebuah metode untuk membuat cacat tampak pada baling-baling “Termografi inframerah sangat cocok untuk memeriksa bahan, karena cepat, ekonomis, dan tidak merusak bahan,” lanjut Brocke.

Baca juga :   Cara Menekan Biaya Logistik, ExxonMobil Buka Rahasianya

“Permukaan dipanaskan secara singkat dengan pemanas inframerah, dan kemudian kamera khusus digunakan untuk memvisualisasikan bagaimana bagian depan panas merambat pada bahan. Misalnya, jika bagian depan mengenai inklusi udara atau delaminasi, maka akan terhambat karena panas tidak menyebar seperti pada laminasi padat ketika mengenai udara.”

Menggunakan termografi inframerah, peneliti kini bisa melihat sejauh beberapa sentimeter ke dalam bahan. Ini membuat semua fitur terlihat,  fitur yang memiliki konduktivitas termal yang berbeda dibandingkan dengan fiberglass: misalnya, udara, logam atau air. Para peneliti sudah pernah mendemonstrasikan bagaimana teknologi itu memungkinkan untuk melacak berbagai cacat pada sepotong baling-baling turbin.

“Salah satu keuntungan besar dari sistem tersebut adalah bahwa kami bisa membawanya ke pelanggan,” imbuh Brocke.

“Peralatan yang terdiri dari pemanas inframerah, kamera dan komputer ini muat dalam bagasi mobil. Kami telah menggunakannya untuk menguji baling-baling selama produksi, setelah pengangkutan, dan setelah instalasi.”

Para peneliti bekerja dengan kantor penilaian Otto Lutz mengenai stasiun pengukuran termografi yang dapat digunakan inspektur untuk melacak cacat tersembunyi bawah permukaan yang sempurna. Tujuannya agar stasiun mudah dioperasikan dan yang lebih cepat dan lebih bisa diandalkan dibandingkan dengan metode lama. Baling-baling tubin harus nyaman. (Monika Weiner; www.fraunhofer.de/magazine)

Advertisement

Tulis Opini Anda