Pameran Energi dan Pertambangan terbesar di Asia kembali di gelar

0
5

The Energy and Mining Indonesia Series kembali akan digelar pada tanggal 21-24 September 2011 di Jakarta International Expo, Kemayoran (JIEK). Event yang digelar setiap dua tahun dan yang terbesar di Asia ini meliputi Mining Indonesia 2011, Building and Infrastructure Indonesia 2011,  Electric Power and Renewable Energy Indonesia 2011, serta  Oil and Gas Indonesia 2011. Diperkirakan sekitar 2000 perusahaan dari berbagai negara akan menampilkan produk-produk terbaru dan inovatif mereka dalam pameran yang tergolong terbesar di Asia ini. Perusahan-perusahaan tersebut di antaranya adalah: Siemens, Schneider Electric, ABB, Atlas Copco Fluidcon, Caterpillar,  Daya Kobelco, Endress + Hauser, GE, Hitachi, Honeywell, Hyundai Heavy Industries, JCB, Liebherr, Mercedes Benz, MTU, Sanyo, dan United Tractors. Selain itu, ada juga pavilion nasional berbagai Negara, di antaranya Australia, Kanada, Cina, Republik Czech, Jerman, Italia, Belanda, Polandia, Korea, Singapura, Taiwan dan Inggris. Seluruh  ruang pameran yang berjumlah 9 ruangan dan area luar yang ada di JIEK dengan total luas 60.000 meter persegi akan dipenuhi oleh peserta pameran.

Selain pameran, juga diadakan  Konferensi Tingkat Tinggi. MKI (Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia)  akan bertindak sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan KTT yang bertemakan ”Mengefektifkan Pengembangan Ketenagalistrikan Nasional yang Mengacu Kepada UU Ketenagalistrikan No. 30/2009.” API (Asosiasi Pertambangan Indonesia) juga menggelar  konferensi   dengan tema: ”Challenges under the new Mining Paradigm” yang akan berlangsung tanggal 21 dan 22 September. Sementara itu, the Indonesia Hydrodinamic Laboratory (IHL-BPPT) akan mengadakan seminar sehari membahas topik ”The role of Hydrodynamic Model Tests in Supporting Offshore Marine Industry”. Pameran yang diperkirakan akan dikunjungi oleh sekitar 40.000 pengunjung ini rencananya akan dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Ir. M.Hatta Rajasa.

Baca juga :   Kadin Impor 2.500 Kapal Senilai Rp15 triliun
Advertisement

Tulis Opini Anda