INDUSTRI KAPAL MILITER

PAL Bangun 32 Kapal Cepat Rudal Pesanan TNI AL

3
106

Sinergi antara industri galangan kapal dan industri pertahanan nasional makin kuat.  Hingga sepuluh tahun ke depan,  kebutuhan kapal industri pertahanan khususnya kapal cepat rudal (KCR) ukuran 60 meter mencapai 16 kapa dan 16 ukuran 40 meterl.  Saat ini tiga kapal di antaranya sudah menjalin kontrak kerja sama dengan PT PAL Indonesia.

130422-03a

PT PAL Indonesia menjadwalkan penyelesaian pembuatan kapal cepat rudal (KCR) 60 meter pesanan TNI AL pada pertengahan Maret 2014,  yang merupakan bagian dari tiga unit kapal sejenis yang diproduksi BUMN yang  berbasis di Surabaya, Jawa Timur  tersebut.

Advertisement

Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) M. Firmansyah Arifin mengatakan BUMN tersebut pada tahun 2011 telah menandatangani kontrak pesanan/pembuatan tiga unit KCR 60 meter dengan pihak TNI AL,  penyerahan keseluruhnya dijadwalkan hingga pertengahan Juni 2014.

Menurut Firmansyah,  kegiatan produksi ketiga unit kapal perang itu telah dimulai tahun 2012,  di mana kapal pertama akan diserahkan akhir Desember 2013.  Sedangkan kapal kedua pada pertengahan diserahkan pada Maret 2014, dan ketiga diselesaikan pada  pertengahan Juni 2014.

“Kami terpacu untuk mewujudkan proyek (3 KCR secara tepat waktu) ini,  meskipun menghadapi kendala utama berupa pasokan peralatan dan komponen yang sebagian masih impor,” tutur Firmansyah.

KCR 60 meter dilengkapi dengan sistem persenjataan yang terdiri dari meriam utama 57 mm,  2 x senjata 20 mm,  2 x 2 peluncur rudal anti kapal permukaan (SSM) dan 2 X decoy launcher.  Berat muatan penuh (displacement) mencapai 460 ton.

Firmansyah mengatakan,  pembangunan KCR tersebut mengacu pada perjanjian surat jual beli kedua pihak,  yakni untuk W273,  274,  275.

Baca juga :   Desa Cikande Bakal Serap 10 miliar Dolar dari FOXCONN Taiwan

Dia mengatakan,  sebagai industri galangan kapal,  kendala utama pada pasokan peralatan dna komponen kapal.  Selama industri dalam negeri belum mampu menyuplai peralatan dan komponen yang diperlukan,  maka industri galangan kapal tetap bergantung ke impor.

Dengan keterbatasan itu,  piaknya berusaha untuk menyelesaikan proyek itu sesegera mungkin.  Karena dengan demikian PAL  masih terus dipercaya untuk memenuhi kebutuhan kapal TNI Al.

130422-03b

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio mengatakan,  kebutuhan kapal TNI makin besar.  Sebab untuk mempertahankan kedaulatan,  perlu memiliki angkatan laut yang kuat.  Disebutkan,  dalam concept map hingga 2014,  kebutuhan KCR 60 meter mencapai 16 kapal dan KCR 40 meter 16 kapal sehingga total kebutuhan 32 kapal.

“Nah ini sekaligus memajukan industri perkapalan nasional dan tantangan bagi PT PAL ke depan.  Melalui momentum ini kami berharap PT PAL makin meningkatkan kinerja sebagai leading sector kapal perang skala dunia,” jelas Marsetio.

Incoming search terms:

Advertisement

3 KOMENTAR

  1. APABILA PEMERINTAH INDONESIA KOMITMEN YANG TINGGI TERHADAP PERUSAHAAN DALAM NEGERI DALAM PENGAADAAN BARANG DAN JASA DIBIDANG ALUSTISTA, SAYA YAKIN DALAM 5 TAHUN KEDEPAN AKAN NAMPAK HASIL YANG SIKNIPIKAN TERHADAP KEMAJUAN PERINDUSTRIAN ALUSTISTA DALAM NEGERI YANG MANDIRI DAN GO INTERNASIONAL. TERUSLAH BUAT YANG TERBAIK DAN YANG TERCANGGIH TAMPA HARUS MEGURANGI PUNGSINYA DALAM PEMBUATAN ALUSTISTA YANG HANDAL

  2. Bukan lagi 32 akan tetapi hrs sejumlah 100 buah, 100m – 20 buah, 60m – 30 buah dan 40m – 50 buah. Utk itu pemerintah hrs mengembangkan dok kapal dibagian timur antara lain Ambon, Papua dan Sulawesi sehingga membuka lapangan kerja daerah2 serta membuka konektif wilayah utk persiapan go Internasional Indonesia……………..

Tulis Opini Anda