INDUSTRI LOGAM

Olah Kandungan Bumi dengan Teknologi

0
4
Seusai memberikan keterangan kepada wartawan di hotel Sari Pan Pacific Jakarta (kiri ke kanan): Mr. Gernot Ringling (Direktur Messe Dusseldorf Asia), Ir. A. Safiun (Ketua Aplindo (Asosiasi Industri Pengecoran Logam Indonesia), Ir.H.Iben Rifa MM (Wakil Ketua Umum Kadin bidang industri baja dan elektronik/Presiden Direktur PT HALTRACO SARANA MULIA), Drs. Sutopo R (Direktur Eksekutif Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesiamembawahi 12 asosiasi), dan Rini Sumardi (Direktur PT Wahana Kemalaniaga) (Foto: Widhi)

Sebanyak 300 perusahaan yang terhimpun dalam Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (Gamma terdiri dari 12 asosasi) dan didukung oleh KADIN akan bekerja keras untuk mengolah hasil tambang dan tidak mengekspor bahan baku lagi agar bisa diolah di dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah.

Seusai memberikan keterangan kepada wartawan di hotel Sari Pan Pacific Jakarta (kiri ke kanan): Mr. Gernot Ringling (Direktur Messe Dusseldorf Asia), Ir. A. Safiun (Ketua Aplindo (Asosiasi Industri Pengecoran Logam Indonesia), Ir.H.Iben Rifa MM (Wakil Ketua Umum Kadin bidang industri baja dan elektronik/Presiden Direktur PT HALTRACO SARANA MULIA), Drs. Sutopo R (Direktur Eksekutif Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesiamembawahi 12 asosiasi), dan Rini Sumardi (Direktur PT Wahana Kemalaniaga) (Foto: Widhi)
Seusai memberikan keterangan kepada wartawan di hotel Sari Pan Pacific Jakarta (kiri ke kanan): Mr. Gernot Ringling (Direktur Messe Dusseldorf Asia), Ir. A. Safiun (Ketua Aplindo (Asosiasi Industri Pengecoran Logam Indonesia), Ir.H.Iben Rifa MM (Wakil Ketua Umum Kadin bidang industri baja dan elektronik/Presiden Direktur PT HALTRACO SARANA MULIA), Drs. Sutopo R (Direktur Eksekutif Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesiamembawahi 12 asosiasi), dan Rini Sumardi (Direktur PT Wahana Kemalaniaga) (Foto: Widhi)

Bumi Indonesia sungguh kaya akan kandungan logam seperti besi, baja, mangan, aluminium, dan nikel. Akan tetapi, Indonesia belum bisa  seperti India yang mampu melaksanakan pameran logam—berikut industri pendukung dan teknologinya—sekali dalam setahun. Jika ingin negeri ini swasembada logam, para pelaku industri logam harus memberdayakan diri sendiri.

Seorang pedagang  besi baja misalnya, jangan hanya pandai berdagang lagi.    Terbuka kesempatan luas untuk mendirikan industri logam. Demikian kesimpulan semangat yang dilontarkan oleh  A. Safiun Ketua Aplindo (Asosiasi Industri Pengecoran Logam Indonesia), Iben Rifa Wakil Ketua Umum Kadin bidang industri baja dan elektronik/Presiden Direktur PT HALTRACO SARANA MULIA, dan Sutopo R Direktur Eksekutif Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia yang membawahi 12 asosiasi.

Advertisement

Mereka ikut menyimak paparan Gernot Ringling Direktur Messe Dusseldorf Asia yang menjelaskan peran industri logam pada sektor-sektor industri lainnya—termasuk infrastruktur dan konstruksi yang sedang berkembang pesat di Indonesia.

Sebagai negara ke-16 yang pertumbuhan ekonominya di atas 6 % per tahun, merupakan momen yang tepat bagi Messe Dusseldorf Asia  menyelenggarakan pameran industri baja—termasuk teknologi pendukung—di Indonesia. Menurut analisis McKinsey Global, Indonesia akan memasuki 7 besar negara  dunia pada tahun 2030.

Pameran sejenis ini belum pernah diseleggarakan di Indonesia. Messe Dusseldorf Asia selalu melaksanakan pameran industri logam di Singapura dan negara-negara lain dan belum pernah di Indonesia. Upaya Messe Dusseldorf Asia yang bekerja sama dengan PT Wahana Kemalaniaga dan dikomandani oleh Rini Sumardi, cukup berhasil karena mampu menghadirkan 253 perusahaan dari 27 negara untuk menggelar beragam teknologi dan alat produksi untuk beberapa jenis industri di Kamayoran selama 4 hari.  (lihat Kalender Acara).

Menawarkan teknologi terkini

Beberapa perusahaan yang ikut antara lain, Alpine Metal Tech GmbH, Andritz AG, Asteq SLR, ATS, Avic International Minerals & Recourses Co Ltd, Braun Maschinenfabrik GmbH, Chan Yin Machinery Industry Co Ltd, China First Heavy Industries, China National Erzhong Group I/E Co Ltd, PT Corpal Corpal Utama Indomelt, Ebner Industrieofenbau GmbH, Eisenbeiss GmbH, Eurolls Spa, Foshan Vinmay Stainless Steel Co Ltd, Framag Industrieanlagenbau GmbH, Hisen Enterprises Co Ltd, Hong Chii Enterprises Co Ltd, Huei Shang Industries Co Ltd,  dan Jiangsu Huacheng Industry Pipe Making Corporation.

Yang lain adalah Jiangyin Dongchen Machinery Manufacturing Co Ltd, John-Valve MFG. Factory Co Ltd, Kusakabe Electric & Machinery Co Ltd, Lawai Industrial Corporation, Lien Fu Mechanical Industry Corp, Lung Yun Casting Co Ltd, Magnetic Electric Co Ltd, Maschinenfabrik Liezen & Giesserei GmbH, New Chien Te Hiang Co Ltd, Nigo Industrial Co Ltd,   OCN Spa, Promostar Srl, Rad-Con Inc, Roller King Enterprise Co Ltd, Seg.Metal Srl, dan Shandong Luxing Steel Pipe Co Ltd.

Pengunjung juga bias menyaksikan gelaran perusahaan seperti Sheng Chyean Enterprise Co Ltd, Sintokogio Ltd, Special Steel Co Ltd, Taicang Xinbaoyi Steel Pipe  Manufacture Co Ltd, Tainan Chin Chang Electrical Co Ltd, Thermocast Spa, Tianjin Baolai International Trade Co Ltd, Tianjin United Steel Pipe Co Ltd, TJK Machinery (Tianjin) Co Ltd, Unis Industrial Solution Corp, Vega Engineering Corporation, Yiu Hwa Engineering Co Ltd, Yuang Hsian Metal Industrial Corp, PT Zenith Allmart Precisindo, Zibo Double Egret Thermal Insulation Co Ltd, PT Adil Maju Bersama, PT Akbar Budi Sakti, Amafond, dan Amcol International.

Baca juga :   Damen Schelde Naval-PAL Produksi Kapal Perusak

Demikian pula PT Cahaya Metal Indonesia, Chugai Ro Indonesia, Coal Asia & Oge, PT Coppal Utama Indonesia, Duta Lasrindo Metal, PT Dynatech International, Foseco Indonesia, PT Haltraco Sarana Mulia, PT Intec Instrumen, ICME, Indonesian Packaging Federation, Metallurgical Council of China Council for the Promotion of International Trade, MFL group, PT Multi Metalindo Murni, New India Electricals Limited, PT Octo Corindo Sarana, PT Prolimas Utama Jaya, PT Qes Indonesia, PT Sigmaco Saksama Image, SMS Elotherm GmbH, SMS Meer GmbH, Spectro Analytical Instruments GmbH, PT Win Electroindo Heat, dan lain-lain.

Para eksibitor menggelar teknologi dan alat industri yang sesuai dengan kebutuhan industry baja, otomotif, tambang, minyak dan gas, kimia, konstruksi, galangan kapal, logistik dan pergudangan, transportasi, elektronik, IT dan telekomuniokasi.

Menurut Gernot Ringling fokus Indometal berkaitan dengan teknologi pengecoran logam, produk pengelasan, metalurgi dan teknologi proses termo, dan merupakan sebuah platform peralatan mesin agar pengunjung berkesempatan menambah wawasan di bidang solusi inovatif pada seluruh rantai produksi dalam industri logam.

Pameran itu, disambut gembira oleh Presiden Asosiasi Industri Pengecoran Logam Indonesia (APLINDO) Safiun karena even itu memicu pengembangan industri manufaktur dan pengecoran di Indonesia. Dengan demikian, investor asing dan lokal semakin tertarik berinvestaksi pada industri baja dan logam lainnya.

Ia menambahkan, pameran itu merupakan salah satu cara untuk mendukung program pemerintah agar lebih serius dan cepat membangun smelter.

“Kita harus meningkatkan nilai tambah  produk-produk dari sumber daya alam kita sendiri,” ujar Safiun.

Sementara itu, Wakil Ketua Kadin Komite Baja dan Industri Elektronik Iben Rifa mengatakan, industri baja di Indonesia harus segera bangkit. Industri baja cukup lama beraktivitas namun pameran sekaliber dunia baru pertama kali di Indonesia, ujar Iben yang juga pelaku industri baja itu.

Dia berharap investor Indonesia yang masih bercokol di Singapura, sebaiknya kembali dan menanamkan modal di negeri sendiri.

Iben  menyebutkan program MP3EI yang sedang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia membutuhkan bahan baku baja. Kalau industri baja tidak maju, MP3EI tidak akan kuat. MP3EI bisa jalan jika industri baja nasional mampu mensuplai bahan baku. Contohnya jembatan selat Sunda, tol Sumatera, dan proyek-proyek insfrastruktur lainnya membutuhkan logam seperti baja.

Sutopo Direktur Eksekutif Gamma juga sepakat untuk memberdayakan sektor industri baja mulai dari hulu hingga hilir serta meningkatkan pengetahuan sumber daya manusia.

Para pelaku industri logam sebaiknya menggunakan teknologi canggih  agar produk baja nasional dapat digunakan sebagai bahan baku seperti PT Siemens Indonesia yang masih menggunakan baja impor dari Denmark untuk membuat turbin dan kondensor raksasa di Cilegon Banten.

Advertisement

Tulis Opini Anda