SINEMA SUARA BERGERAK

Nikmati Kicau Burung … Deru Mesin dan Suara Helikopter

0
29
Dulu stereo sekarang surround: yang Anda butuhkan hanya earphone untuk menikmati pengalaman musik yang luas ini. (Sumber foto/©: Jahreszeiten Verlag/Elliston Lutz)

Mendengarkan suara khas surround memberikan suatu sensasi. Kita terintregasi secara organik dan organis dalam suasana itu.Kita menikmati suasana itu berkat perangkat lunak mengantar file surround yang distransfer/disimpan dengan cepat dan mudah.

Dulu stereo sekarang surround: yang Anda butuhkan hanya earphone untuk menikmati pengalaman musik yang luas ini. (Sumber foto/©: Jahreszeiten Verlag/Elliston Lutz)
Dulu stereo sekarang surround: yang Anda butuhkan hanya earphone untuk menikmati pengalaman musik yang luas ini. (Sumber foto/©: Jahreszeiten Verlag/Elliston Lutz)

Masih ingat suara khas mono dan stereo? Suara itu tinggal kenangan. Sekarang tiap orang menikmati surround—memberi kesan sangat ekspresif penuh sensasi yang  menjadikan kita  seolah-olah terintregasi secara organik dan organis dalam suatu suasana. Batin kita pun tersentuh.

Suasana itu dapat kita nikmati—dibutuhkan paket data besar untuk mencapai pengalaman suara yang dahsyat seperti itu—berkat perangkat lunak atau software  yang berfungsi sebagai media pengantar file surround yang begitu mudah ditransfer dan disimpan dalam hitungan seketika.

Advertisement

Burung-burung berkicau karena kemampuan mereka melayang di atas pohon-pohon. Kita pun mendengarkan deru mesin mendekat seolah menyelisik permukaan kulit. Helikopter melayang di atas kepala seolah ingin menggoda. Ibarat sebuah produksi film modern yang mengesankan seolah kita berada tepat di tengah-tengah aksi. Kita merasakan pengalaman seperti itu saat berada di gedung bioskop.

Akan tetapi, kita tidak harus pergi kegedung bioskop untuk menikmati pengalaman audio seperti yang digambarkan di atas tadi. Kini kita dapat menikmati di mana dan kapan saja suasana khas audio. Siapa pun dapat menikmati suara surround di ruang tamu, atau di di dalam mobil yang sedang Anda setir.

Yang dibutuhkan hanya enam speaker. Pengaturan 5.1 terdiri atas lima speaker-satu di setiap sudut dan satu di bagian tengah depan, plus subwoofer untuk bass. Industri film dan musik sekarang menawarkan DVD yang sesuai atau DVD audio dalam format suara surround. Siapa pun yang mendengarkan musik Robbie Williams atau Beatles dengan sistem suara surround tersebut, orang itu merasa seolah-olah berada di sebuah gedung konser.

Sumber foto: http://forum.ecoustics.com/bbs/messages/
Sumber foto: http://forum.ecoustics.com/bbs/messages/

Banyak orang yang ingin memiliki semua pengalaman audio tersebut ketika  sedang bergerak, misalnya mendengarkan musik dengan pemutar MP3 pada saat jogging atau berjemur di pantai.

“Ini belum dimungkinkan hingga saat ini karena jumlah data yang terlibat sangat besar. Ahli sound mencampur puluhan sinyal dari beberapa mikrofon individual dan menghasilkan file yang kemudian diputar kembali melalui enam saluran. Data yang sedemikian banyak hanya dapat disimpan pada media khusus, seperti DVD, dan terlalu besar untuk ditransmisikan melalui Internet,” kata Matthias Rose dari Institut Fraunhofer untuk Sirkuit Terpadu IIS.

“Agar membuat file suara surround menarik untuk dijual melalui toko web atau transmisi pada radio internet, angka data harus dikurangi secara drastis.”

Diet baru untuk file audio

Sejauh ini ada dua cara untuk mewujudkan hal ini. Bisa dengan cara data dari setiap saluran harus mengikuti diet—hal itu  membantu, tapi artinya bahwa setiap saluran harus disimpan dan ditransmisikan—atau dengan cara semua saluran harus dikurangi menjadi sinyal stereo yang bisa diarsipkan atau dikirim melalui Internet . Penerima kemudian merekonstruksi enam saluran asli dari sinyal meskipun terjadi penurunan nyata dalam hal kualitas suara.

Sumber foto: http://static.dezeen.com/
Sumber foto: http://static.dezeen.com/

Dibantu oleh  insinyur dari Agere Systems, peneliti di Institut Fraunhofer untuk Sirkuit Terpadu IIS di Erlangen, Jerman,  telah menemukan cara ketiga yang sama sekali baru dalam merampingkan paket data: perangkat lunak khusus mengurangi aliran data ke sinyal stereo. Informasi tambahan ini kemudian dikemas ke dalam apa yang disebut  downmix. Kemudian  file dikompresi dan dapat ditransmisikan dengan cara yang biasa. Penerima membaca informasi tambahan yang dikemas ke dalam file dan, dengan bantuannya, mampu setidaknya merekonstruksi sinyal asli.

“Pendekatan ini menggabungkan keunggulan dari prosedur sebelumnya, yang memungkinkan suara surround disimpan atau ditransmisikan dalam kualitas terbaik tanpa mengambil terlalu banyak ruang-dan itulah dasar dari MP3 Surround,” kata Rose. “MP3 Surround adalah upgrade multi saluran pada standar kompresi audio MP3.”

Pada dasarnya, MP3 mengurangi aliran data: bagian dari sinyal yang seluruhnya tidak tertangkap oleh telinga manusia dikodekan dengan akurasi yang lebih rendah dan akibatnya mengambil lebih sedikit ruang penyimpanan. Sedangkan informasi tambahan untuk saluran berbeda, misalnya waktu yang dibutuhkan bagi sinyal audio untuk perjalanan antara speaker dan perbedaan volume.

Perangkat lunak mengemas sinyal stereo yang sudah dikodekan dan suara memparameternya menjadi file MP3 Surround, yang kemudian dapat disimpan atau dikirim melalui Internet. Ini dapat dimainkan kembali pada pemutar MP3 apapun. Jika pemutar MP3 dilengkapi dengan chip MP3 Surround dan tersambung ke enam speaker, ruangan akan menggemakan efek suara surround secara penuh. Jika tidak, sinyal stereo normal akan terdengar.

Baca juga :   Mari Ciptakan Ruangan dan Gedung yang Cerdas
Perusahaan multimedia di Jerman Magix menawarkan berbagai software. (Sumber foto : Magix)
Perusahaan multimedia di Jerman Magix menawarkan berbagai software. (Sumber foto : Magix)

Teknologi baru sudah mulai memegang kendali dunia multimedia. Produsen yang dulu kini sudah mulai mengintegrasikan MP3 Surround ke dalam produk mereka. Perusahan perangkat lunak di Jerma yakni  Magix, misalnya, melengkapi berbagai produk hiburan, musik dan videonya dengan MP3.

20 tahun encoding audio

Pada tahun 2007, Institut Fraunhofer untuk Sirkuit Terpadu IIS di Erlangen, telah merayakan 20 tahun encoding audio: Pada tahun 1987, ilmuwan mempresentasikan pionir pertama MP3 yang berfungsi secara real time. Gagasan mengurangi ukuran file audio dan mengirimkannya melalui saluran telepon yang dibuat tahun 1970-an. Para peneliti akhirnya berhasil mengkompresi musik secara real time dengan Low Complexity Adaptive Transform Codec, disingkat LC-ATC, pada tahun 1987.

Anda bisa menonton video klip peneliti berbicara tentang periode menarik ini di: www.iis.fraunhofer.de. Selain itu, kisah tentang MP3 juga tersedia sebagai sebuah podcast MP3.

[caption id="attachment_4038" align="aligncenter" width="660"]Produk Cubase 4 (Sumber foto : Cubase 4) Produk Cubase 4 (Sumber foto : Cubase 4)[/caption]

Perangkat lunak pengolahan audio profesional dari Steinberg, Cubase 4, juga mendukung format suara surround baru dan, di sektor video, perusahaan DivX menawarkan DVD yang kompatibel dengan teknologi tersebut. Banyak perusahaan elektronik konsumen, seperti Samsung, Sony dan LG, telah menggunakan lisensi untuk MP3 Surround.

[caption id="attachment_4039" align="aligncenter" width="660"]Buatan perusahaan DivX Buatan perusahaan DivX[/caption]

Namun, meskipun pada awalnya menjanjikan, masih tetap butuh waktu sebelum suara surround menjadi sepenuhnya mapan, seperti yang dikatakan Rose berikut ini: “Ini sedikit seperti perubahan dari mono ke stereo. Itu tidak terjadi dalam semalam. Konsumen secara bertahap beralih ke teknologi baru dan kemudian pada suatu titik, teknologi baru itu menjadi norma.

[caption id="attachment_4040" align="aligncenter" width="660"]Sumber foto :http://www.superfantasticultra.com/. Sumber foto :http://www.superfantasticultra.com/.[/caption]

“Seperti pada hari-hari awal stereo, tak seorang pun yang dipaksa untuk beralih ke sistem baru: MP3 bersifat kompatibel secara surut, sehingga berbagai file dapat dimainkan pada sistem stereo apapun, meskipun tanpa efek khusus.
Perangkat lunak memastikan pengalaman audio sempurna

Sementara itu, suara surround juga dibuat tersedia untuk perangkat mobile. Teknologi yang memungkinkan pengalaman suara surround pada earphone dikembangkan oleh para peneliti di IIS.

“Meskipun earphone hanya memiliki dua saluran, satu untuk telinga kanan dan satu untuk kiri, kita bisa menciptakan suara surround dengan mereproduksi jalan yang harus dilalui suara dari speaker ke telinga.

Suara yang datang dari kiri belakang akan mencapai telinga kiri sedikit lebih awal – dan lebih keras – daripada telinga kanan. Perangkat lunak ini mengemulasi perbedaan ini,” papar Jan Plogsties, manajer proyek yang bertanggung jawab atas pengembangan Ensonido. Dengan cara ini, earphone benar-benar bisa menciptakan kesan ruang suara yang mirip dengan sistem suara surround penuh.

Satu-satunya persyaratan untuk suara surround baru adalah bahwa karya musik tersedia sebagai file audio suara surround. Dan pada saat sekarang, ini berarti bahwa hanya trek campuran baru yang bisa cocok.

Namun, sistem akan segera terbuka untuk jenis file lainnya. Para peneliti Fraunhofer di Erlangen saat ini mengerjakan konverter MP3 SX yang mengkonversi file MP3 stereo konvensional menjadi file MP3 Surround.

“Ini membuka banyak kemungkinan bagi ‘keluarga’ MP3 Surround,” kata Rose. “Dan tidak lama lagi teknologi ini akan dianggap biasa saja seperti suara stereo saat ini.” (Diolah dari tulisan Monika Weiner; www.fraunhofer.de/magazine)

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda