KOTA MASA DEPAN (2)

Mungkinkah Orang Nyaman di Menara yang Berhimpitan?

0
144
Jika arsitektur kota seperti kedua gambar di atas dapat dibangun, apakah sektor transportasi mampu berubah bentuk yang nyaman dan aman bagi warga kota? Tantangan berat bagi para pakar dan perancang kota.  (Sumner foto: http://techgnotic.deviantart.com/)

Mungkinkah dibangun menara padat beton dan baja yang dikitari taman hijau dan hutan dengan aliran sungai?

Jika arsitektur kota seperti kedua gambar di atas dapat dibangun, apakah sektor transportasi mampu berubah bentuk yang nyaman dan aman bagi warga kota? Tantangan berat bagi para pakar dan perancang kota.  (Sumner foto: http://techgnotic.deviantart.com/)

Apakah mobil tradisional akan berubah nanti? Pada momen ini korporasi mengkonstruksi model untuk pasar dunia dan kustomer hanya dapat memilih berdasarkan opsi yang tersedia. Secara kontras, tim Jerman dan Amerika Serikat (AS) yang bekerja di proyek Urban Driver itu ingin membuat model untuk setiap kota. Hal itu dilakukan karena terdapat perbedaan topografi dan budaya di setiap kota meski berada di satu negara.

Sebagai contoh, kota Napples (di sebuah teluk di Italia)  memiliki banyak gang sempit, sementara kota St. Petersburg (Rusia) sering mengalami suhu rendah yang menjadikan kendaraan mudah kehabisan baterai atau enegeri dan menyebabkan terjadi suatu masalah, dan tentu saja keadaan itu berbeda di Amsterdam yang banyak warga Belanda menggunakan sepeda. Bagaimana dengan kota-kota di Indonesia?

Advertisement

Para ahli pun membayangkan solusi seperti ini: mobil yang ideal sebaiknya dibuat dengan platform yang distandardisasi dengan bantuan modul yang berbeda seperti kendaraan roda empat berpenumpang 2 orang hingga kendaraan dengan 8 tempat duduk yang dapat dikemudikan dengan mudah oleh sopir secara otomatis. Meski demikian, apakah  kendaraan khusus ini dapat menggantikan seluruh mobil/kendaraan konvensional nanti?

Pemikiran menjadi futuristik dan sangat ekstrim dalam Physical Apps atau pada royek Phapps. Terminologi tersebut berhubungan dengan aplikasi yang didownload ke smartphone warga. Bagaimana pun juga, Phapps bukan program komputer yang cocok dengan sistem operasi, tetapi merupakan objek nyata yang dipasang pada interface yang standar.

Sebagai contoh, PhappS dapat digunakan untuk kustomisasi sebuah sepeda elektrik untuk pengguna yang sibuk. Berbagai macam aksesoris dapat didekatkan pada interface-cooling bag, charger smartphone, tempat menaruh cangkir yang dipanaskan atau penghangat botol. Orang (penumpang) pun dapat mengganti desain sepeda, dengan banyak opsi populer yang dapat dihasilkan dengan cepat oleh printer 3D.

Aliran sungai di hutan dekat menara beton dan baja

Konsep Phapps dapat diterapkan untuk variasi yang beragam dari produk mobilitas. Dan mengapa bukan kendaraan berkelengkapan yang dibagikan dengan interface yang bervariasi, sehingga tiap pemakai mendapatkan mobil khusus sesuai pilihan mereka?

Fasilitas Ambient Mobility Lab  telah dibuka secara resmi dan para ilmuwan dan pelajar terbang melintasi Atlantik untuk berkolaborasi pada masa depan. Perusahaan seperti pabrikan mobil dan supplier juga diundang bekerja sama.

Baca juga :   Mari Rebut dari Malaysia dan Singapura

Kolaborasi Jerman-Amerika Serikat memegang janji teguh besar untuk perkembangan kebijakan nasional. Fasilitas Ambient Mobility Lab adalah langkah pertama dalam transformasi dan Stuttgart (Jerman) menjadi pusat internasional bagi mobilitas, demikian Wakil Menteri Jerman yang saat itu dijabat oleh Leβnerkraus.

Bagaimana suatu kota bertumbuh dan bagaimana masa depannya? Mungkin banyak kota di berbagai negara yang dulu tumbuh tanpa sengaja atau tidak terencana sejak awal. Ada kota yang megah di atas bukit atau pulau atau di suatu tempat dekat sumber daya yang mempertemukan dua rute transportasi. Para pejabat pemerintahan mempertahankan demi menjaga nilai historisnya.

Orang-orang bekerja di benteng atau dekat ranjau, pelabuhan atau gudang, perkantoran yang membutuhkan tempat untuk makan, tidur, beribadah, dan sebagainya. Infrastruktur berulir melalui hiruk pikuk, air limbah, jalan, troli, gas, listrik—dalam jaringan improvisasi yang luas.

Manusia berpikir cara merancang secara keseluruhan agar kota semakin baik. Pembangunan kota berbasis teknologi tinggi, memiliki fasilitas jaringan sensor, sains baru, berdasarkan data yang lebih baik yang berguna untuk merancang arsitektur dengan perencanaan yang lebih cerdas dan lebih tepat. Kota harus ramah lingkungan, lebih menyenangkan, dan lebih indah.

Bangunan baru merupakan salah satu visi kota masa depan. Di kota masa depan (mungkin) akan terbentuk kompleks yang masif dan tampak menara yang saling bertumpuk dan saling berhubungan. Akan tetaoim para pegawai kantor, penduduk, dan tamu hotel leluasa berkumpul, berkonferensi  atau berolahraga atau berada di restoran. Menara-menara mempunyai lokasi lobi agar orang leluasa bejalan kaki menuju aula umum.

Mungkinkah dibangun menara padat beton dan baja yang dikitari taman hijau dan hutan dengan aliran sungai? Bentuk dan sistem transportasi pun harus disesuaikan dengan kondisi kota (masa) depan itu.   (Bahan diolah dari Full speed into the uture tulisan Klaus Jacob, Fraunhofer dan http://techgnotic.deviantart.com/)

 

 

 

 

Advertisement

Tulis Opini Anda