TEKNOLOGI CHIP RIFD

Mudah Temukan Kargo & Monitor Produk dari Manufaktur hingga Rak Supermarket

0
14
Sebelum sertifikasinya diperluas untuk memperbolehkan penggunaannya di luar kabin pesawat, transponder RFID harus membuktikan keandalannya dalam berbagai pengujian, termasuk resistensi terhadap cairan-cairan agresif (Foto:© LufthansaTechnik AG)

Dengan label cerdas, perusahaan logistik dan distribusi makin mudah mengirimkan eneka tanaman hias antarnegara dan barang-barang manufaktur. Semakin banyak industri yang menggunakan label identifikasi frekuensi radio untuk memperlancar pengiriman produk. Contoh-contoh terkini dipresentasikan dalam sebuah konferensi pengguna yang diselenggarakan oleh Pusat Benda-benda Cerdas (Center for Intelligent Objects) dengan mo

Sebelum sertifikasinya diperluas untuk memperbolehkan penggunaannya di luar kabin pesawat, transponder RFID harus membuktikan keandalannya dalam berbagai pengujian, termasuk resistensi terhadap cairan-cairan agresif (Foto:© LufthansaTechnik AG)

Bukan hanya orang Indonesia dan orang Asia yang makin menyukai tanaman di pekarangan. Orang Eropa pun memiliki gairah besar merawat taman yang dijadikan sebagai produk bisnis mereka. Orang Eropa membeli jutaan bunga, sayuran dan rempah-rempah untuk mengisi halaman rumah, balkon dan kebun sayur.

Masyarakat berharap agar tanaman yang berada di pusat taman setempat ditata dengan baik, segar dan tidak rusak. Upaya logistik besar diperlukan untuk mewujudkan semua ini. Itulah sebabnya mengapa Container Centralen (CC), yang merupakan market leader troli standar yang digunakan untuk mengangkut tanaman pot, telah menggunakan label RFID pada sekitar empat juta kontainer miliknya sejak Januari 2011.

Advertisement

Setiap troli memajang label merah kecil berbentuk gembok yang berisi chip radio dan antena. Label mengidentifikasi setiap troli dengan nomor yang unik, sehingga bisa menghemat sejumlah besar biaya administrasi dan dokumen dan membantu mencegah penipuan. Selama bertahun-tahun, perusahaan itu harus berjuang dengan menyiapkan kontainer tiruan yang berkualitas rendah. Situasi sudah berubah sekarang karena CC dapat menghindari biaya tambahan untuk perbaikan dan servis imitasi.

Berkat teknologi radio modern, kini dimungkinkan untuk menemukan lokasi benda-benda, seperti kontainer tanaman ini kapan saja. Istilah teknisnya identifikasi frekuensi radio (radio-frequency identification/RFID). Sebenarnya, idenya sederhana: benda dilengkapi chip radio yang berisi nomor identifikasi dan informasi lain yang diinginkan, seperti data dari sensor tertentu. Pembaca (reader) kemudian menerima informasi yang dikirim dari chip tanpa kontak.

Benda-benda cerdas mendata sendiri

Yang paling sederhana dan murah adalah label radio pasif, juga disebut transponder, label pintar atau label (tag). Label tersebut terdiri atas sebuah chip kecil yang berisi prosesor dan memori, dan sebuah antena. Label tidak memiliki sumber listrik sendiri, tetapi mendapatkan energi yang diperlukan untuk mengirimkan data dari medan elektromagnetik yang dihasilkan oleh pembaca. Satu-satunya kelemahan adalah transponder memiliki jangkauan yang sangat terbatas, sehingga biasanya harus ditempatkan sangat dekat dengan pembaca untuk mengaktifkannya.

Semakin rendah frekuensi transmisi, semakin pendek jangkauan. RFID frekuensi ultra tinggi dapat dibaca atau ditulis dari jarak hingga 15 meter. Komponen RFID aktif yang menggunakan sebuah baterai sehingga bisa melakukan transmisi atas kemauan sendiri lebih mahal tapi juga lebih kuat.

“Benda-benda cerdas semacam ini mencakup segalanya, mulai dari chip ID radio hingga jaringan sensor, yang menghasilkan data, melokalisir diri mereka sendiri, dan menjalankan program-program tertentu,” jelas Prof. Alexander Pflaum dari Fraunhofer Institute for Integrated Circuits IIS, yang mengepalai Center for Intelligent Objects ZIO di lembaga tersebut.

Lufthansa Technik Logistik memberlakukan tuntutan yang sangat tinggi terhadap label. Tujuan dari perusahaan ini adalah menandai secara permanen lebih dari satu juta suku cadang bernilai tinggi dengan menggunakan RFID. Sejumlah besar suku cadang, mulai dari perekam penerbangan (flight recorder) dan pompa hingga botol oksigen, kipas angin dan mesin kopi, perlu dilepas, diservis, dan dipasang lagi secara rutin.

“Dalam industri aviasi, suku cadang seringkali bernilai puluhan ribu euro,” kata Pflaum, sehingga sangat penting agar komponen tidak tergeletak begitu saja dan tidak terpakai di bengkel perawatan. Selain itu, setiap jam yang pesawat habiskan untuk pemeliharaan juga berbiaya mahal. Dengan demikian, langkah untuk melengkapi setiap suku cadang dengan transponder adalah masuk akal agar suku cadang tersebut dapat digunakan secara tepat dengan biaya administrasi minimal.

Oleh karena itu, chip ID radio harus memenuhi persyaratan khusus dalam industri penerbangan: chip harus berfungsi tanpa cacat pada logam, harus tahan terhadap getaran, perubahan tekanan dan kelembaban, dan tidak boleh mudah terbakar—dan pada semua kriteria itu harus ditambah pula bisa bertahan sesuai dengan siklus hidup suku cadang. Karena transponder dengan kemampuan seperti itu belum tersedia, IIS dan Harting Technology Group mengembangkan sebuah prototipe pasca evaluasi satu periode. Sejak saat itu, prototipe telah diuji dan disertifikasi oleh Lufthansa Technik Logistik.

“Teknologi ini memungkinkan untuk mengkoordinasi aliran informasi dan material,” jelas Tom Burian, kepala proyek RFID untuk Lufthansa Technik Logistik, “yang memungkinkan kami untuk mengelola bisnis kami secara lebih cerdas. Misalnya, suku cadang dengan prioritas lebih tinggi kini bisa cari perhatian dan mengeluh jika terlalu lama dibiarkan tergeletak begitu saja dan tidak terpakai di bengkel perawatan.”

Baca juga :   Mengirimkan Karya Pablo Picasso ke Palestina

Penting untuk semua industri utamanya otomotif

Ketika Metro Group memasang chip RFID pertama kali pada tahun 2006 hal itu menjadi berita besar bagi perusahaan distribusi. Para peminat berharap setiap wadah yoghurt akan segera memiliki masing-masing satu chip. Tujuannya adalah untuk memonitor secara elektronik seluruh proses logistik mulai dari manufaktur hingga suatu produk sampai dan ditempatkan di rak-rak supermarket.

Harga satu chip tidak lama lagi akan mencapai kurang dari satu sen. Akan tetapi, prediksi yang sangat optimis itu belum menjadi kenyataan. Bahkan pada saat ini, satu chip RFID masih pada kisaran harga paling murah sepuluh sen. Meski tidak semua harapan belum kenyataan, Wolf-Rudiger Hansen, direktur Asosiasi Mobilitas dan Identifikasi Otomatis (Association for Automatic Identification and Mobility/AIM-D) cabang Jerman tetap optimis dengan pendapatnua:

“Sejak akhir tahun sembilan puluhan, bisnis berkembang secara kontinyu. Produsen perangkat keras dan perangkat lunak terkait mengalami pertumbuhan penjualan tahunan sekitar 20%. Saat ini, teknologi RFID menjadi sangat penting bagi sejumlah besar sektor industri, seperti industri otomotif.”

Namun demikian, teknologi chip RIFD  belum dimanfaatkan sepenuhnya. Oleh karena itu,  ZIO dan AIM-D menyelenggarakan konferensi para pemakai yang menggunakan contoh-contoh spesifik guna mengilustrasikan nilai potensial teknologi ini bagi perusahaan. Salah satu contohnya adalah Geis Global Logistics. Perusahaan ini menggunakan teknologi RFID di pusat logistiknya di Erlangen-Frauenaurach, Jerman.

“Fasilitas baru ini merupakan kemajuan besar di pusat logistik standar,” kata Hans-Georg dan Wolfgang Geis, direktur umum Geis Group.

Fasilitas tersebut memungkinkan perusahaan untuk menggabungkan logistik kontrak (contract logisticsperencanaan, implementasi, dan kontrol suatu sistem logistik yang disediakan melalui pihak ketiga berdasarkan suatu kontrak), tugas perakitan dan layanan pengepakan bagi Siemens Enterprise Communications dan pelanggan lainnya. Oleh  sebab itu, penemu teknologi menamainya pusat teknologi dan logistik multi pengguna (multi-user).

“Pekerja Geis bertanggung jawab atas distribusi global produk akhir, termasuk pemrosesan barang masuk, pergudangan, pengambilan pesanan, pengemasan dan persiapan untuk pengiriman. Teknologi RFID memberi penyedia layanan dan pelanggan kendali mutlak atas barang apa yang meninggalkan gudang dan kapan.

Deutsche Post DHL juga mengandalkan chip ID radio cerdas untuk menemukan lokasi swap bodies miliknya. Swap bodies adalah kontainer kargo berkaki yang dapat diangkut dengan truk dan kereta api. Agheera–salah satu bagian dari DHL Solutions & Innovations, departemen inovasi DHL melengkapi 15.000 swap bodies dengan label mikroelektronik– baru-baru ini.

Transponder di atap kontainer memiliki koneksi internet dan sistem lokasi GPS, sementara dayanya disediakan oleh panel surya dan baterai.

“Jika swap bodies sedang dalam perjalanan, sensor gerak built-in akan mengindikasikannya dan chip akan menyampaikan lokasi melalui internet kapan pun diinginkan oleh pelanggan, biasanya setiap 15 menit,” kata Frank Josefiak, direktur teknologi Agheera.

Pada tahap selanjutnya, keamanan transportasi akan disempurnakan. Chip juga akan memberi laporan ketika pintu kontainer terbuka dan bahkan merekam perubahan suhu atau benturan selama proses transportasi. Ini memungkinkan pengangkut untuk membuktikan bahwa suatu kerusakan bukan disebabkan oleh transportasi.

“Namun demikian, sistem ini sangat membutuhkan pasokan listrik, sehingga kami memasang sel surya yang sangat kokoh dan ada juga pendingin pasif sehingga sistem akan bekerja secara handal selama siklus hidup enam sampai delapan tahun,” kata Josefiak.

Ketika sebuah komponen yang sudah ditandai melewati receiver gudang –terletak di sebelah kanan atas dan kiri atas, dalam gambar tidak tampak gudang kiri), setiap keluar dan masuknya komponen akan tercatat secara real-time. (Foto: ©LufthansaTechnik AG)

Teknologi RFID akan menjadi semakin cerdas, demikian prediksi Wolf-Rudiger Hansen: “Kami melihat kian banyak label radio yang dikombinasikan dengan kartu cerdas dan bahkan dengan kartu kredit. Dalam rangka meluluskan rekomendasi perlindungan data pada tahun 2009, Komisi Eropa membuat sejumlah aturan yang jelas. Sekarang teknologi ini bisa masuk ke hampir semua pasar.” (Brigitte Rothlein, Informasi: www.fraunhofer.de/magazine)

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda