MOBIL LISTRIK (2)

Mobil Listrik harus Lebih Ringan, Ini Rahasianya

0
34
Perakitan mobil dengan robot. (Sumber foto/@: dpa, Fraunhofer)

Dengan desain fiber reinforced plastic mencapai peningkatan rigiditas, kestabilan struktural, dan toleransi kerusakan saat memproduksi komponen yang lebih ringan dari logam.

Perakitan mobil dengan robot. (Sumber foto/@: dpa, Fraunhofer)

Sebelum kendaraan listrik mantap  sebagai alternatif nyata untuk pengganti mobil konvensional, beberapa tantangan harus dihadapi dan diatasi. Salah satunya, kita membutuhkan baterai yang andal dengan kinerja tinggi  yang mampu menyuplai mobil dengan energi listrik sesuai dengan kebutuhkan.

Akan tetapi, bagaimana membuat mobil listrik yang aman dengan keandalan baterei?  Para ilmuwan  Fraunhofer Institute for Structural Durability and System Reability (LBF) coba menjawabnya.

Advertisement

Menurut  Hanselka, sejak ditemukan pada 75 tahun yang lalu, institusi Fraunhofer yakni LBF telah menguji daya tahan struktural dari komponen kritikal keamanan di mobil, pesawat, kereta, dan kapal. Hingga saat ini, tim ahli fokus pada penelitian  komponen mobil jangan sampai gagal.

Namun,  mobil listrik mengutamakan jenis baru komponen kritikal keamanan, seperti tenaga elekronik atau baterai kendaraan. Hal ini telah mendorong LBF untuk memperluas topik ‘andal dan mengukur kehandalan’ untuk merefleksikan dunia elektromekanik, elektrokimia, dan elektrotermal.

Ini juga yang menjadi pemikiran di belakang ZSZ-e Center for System Reliability dengan Focus on Electromobility yang sudah dibangun. Satu komponen yang secara khusus tidak boleh gagal yakni: baterai.

Bagaimana peralatan elektrokimia ini bereaksi pada suhu ekstrim? Apa yang terjadi pada alat tersebut ketika mobil masuk ke terowongan atau melewati pinggir jalan yang curam?

Bagaimana kita dapat mendesain sistem baterai  yang mampu bertahan terhadap tingkat tekanan yang tinggi dan bagaimana kita mengujinya? Untuk membantu menjawab pertanyaan ini, para ilmuwan LBF mengembangkan sebuah perlengkapan tes baru.

Mobil listrik tidak dapat menghindari fakta bahwa makin berat bobotnya, lebih banyak energi yang dikonsumsi. Dengan kata lain, mobil harus lebih dirampingkan lagi. Seberapa ringankah satuan komponen harus dibuat sebelum keandalannya terbukti?

Para ilmuwan LBF mencari sejumlah komponen mobil yang menjadi masalah dalam pembuatan mobil listrik—termasuk pusat motor roda, yang bersamaan dengan motor elektris juga berfiturkan tenaga listrik, pendingin, serta teknologi pemasangan dan interkoneksi.

Mengurangi berat

Oleh karena komponen-komponen mobil listrik itu diletakkan sangat berdekatan di posisi mobil kontak langsung dengan jalan, komponen tersebut harus aman secara khusus. Para ilmuwan memiliki serangkaian perlengkapan yang menjalankan pengujian kualifikasi untuk memastikan komponen-komponen tersebut berkinerja secara aman.

Satu solusi untuk mendapatkan pusat motor roda yang ringan serta andal adalah dengan membuatnya dari komposit fiber reinforced plastic (FRP). Para ilmuwan di LBF telah mengembangkan sejenis roda FRP yang berfiturkan motor listrik terintegrasi.

Baca juga :   Penggunaan Holistik Limbah Kayu, Ini Rahasianya

Direktur Fraunhofer Institute for Structural Durability and System Reability LBF,  Profesor Holder Hanselka menandaskan bahwa, dengan desain yang tepat, menggunakan FRP membuat kita dapat mencapai peningkatan rigiditas, kestabilan struktural dan toleransi kerusakan saat memproduksi komponen mobil yang lebih ringan dibandingkan dengan memakai bahan logam seperti baja dan aluminium yang lebih berat.

Solusi konstruksi ringan yang baru juga dibutuhkan untuk pembangkit daya. LBF termasuk pada NELTA, Network for Lightweight Traction Engines, di mana institusi berkolaborasi dengan industri untuk mengembangkan material inovatif yang dapat meningkatkan performa mobil listrik. Memberi kompleksitas pada skenario tekanan in-vehicle, pertimbangan kunci termasuk desain komponen yang andal dan pengujian daya tahan.

Uni Eropa juga berkomitmen untuk memastikan agar generasi masa depan menggunakan mobil listrik yang lebih ringan. Untuk tujuan itui, Uni Eropa mendanai dua proyek ALIVE (Advanced High Volume Affordable Lightweighting for Future Electric Vehicles) dan ENLIGHT (Enhanced Lightweight Design).

Proyek itu bertujuan untuk membagikan sebuah tujuan ambisius: reduksi 50 persen pada berat bodi–tidak memperhitungkan mesin–untuk kendaraan listrik.

Pada akhirnya, elektromobilitas akan hanya benar-benar sukses jika ini diatur sedemikian rupa hingga membuat pengendara tertarik. Oleh karena itu, merupakan hal yang  krusial untuk membuat mobil listrik agar lebih bagus sehingga menarik bagi konsumen.

Mengganti mesin pembakaran internal dengan pembangkit daya listrik mengubah suara mobil, sama hahlnya memiliki bodi yang ringan memengaruhi akustik kendaraan. Material yang lebih ringan membuat makin banyak kebisingan berkurang dan bahkan memproduksi beberapa sendiri jika dipaksa untuk bergetar.

Para ilmuwan LBF merencanakan penggunaan adaptronik untuk memperbaikinya dan menciptakan sistem struktur mekanis berpengaturan mandiri yang mampu secara aktif bereaksi dengan lingkungan. Para ahli Fraunhofer berkomitmen untuk membuat kita tetap mobile di masa depan–sebuah mobilitas yang ringan dan elektris.

Apa keuntungan dan kelemahan mobil listrik? Barapa harganya? Apakah sudah ada produsen mobil listrik di Indonesia? Bagaimana bisnis mobil konvensional dan pomp bensin jika mobil listrik diproduksi secara massal?  (Bahan diolah dari Light, electric and mobile tulisan Birgit Niesing, Fraunhofer, dan sumber lain)

Simak Mobil listrik (3)

Kelemahannya Justru Ciptakan Diversifikasi Bisnis

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda