Mesin Pengisi Berkecepatan Tinggi Tingkatkan Produksi Tiga Kali Lipat

0
6

Mesin-mesin pengisi yang baru bekerja tiga kali lebih cepat dibanding yang lama dan mengurangi downtime serta mampu menghemat ongkos tenaga kerja.

Gambar 1. Mesin-mesin vf/f/s dari Heat and Control Atlas berkerja lebih cepat dan naikkan produksi pembuat snack Poore Brothers tiga kali lipat.

Tingginya angka penjualan snack kantung dengan bobot 1- 3 ons telah mendorong produsen snack Poore Brothers membeli dua mesin baru jenis vf/f/s (Vertical Form/Fill/Seal Machinery – mesin terpadu yang beroperasi mulai dari pembentukan, pengisian dan pembungkusan secara vertikal) yang diinstal di pabriknya di Bluffton, Indiana, AS. Diinstal tahun 2003, mesin pembuat kantong dengan merk ’Heat and Control Atlas’ (HCA) ini bekerja tiga kali lebih cepat dibanding peralatan yang digantikannya.
”Pembelian mesin-mesin berkecepatan tinggi ini dipicu oleh maraknya bisnis penjualan keliling,” kat Glen Flook, Wakil Presiden Direktur bidang Operasi. ”Pertumbuhan bisnis menciptakan kebutuhan akan kapasitas tambahan. Saat ini, kami mengoperasikan beberapa mesin vintage 80. Mesin-mesin ini mampu membuat sekitar 60 kantung per menit, tapi biasanya kami beroperasi pada tingkat 45 kantung semenit. Dengan mesin-mesin baru itu, kami bekerja tiga kali lebih cepat,” ujarnya.

Gambar 2. Conveyor FastBack membawa snack dalam tiga ’lane’ paralel yang diposisikan di level mezzanine.

Menurut manajer R&D/Co-pack Don Addington, pemicu kenaikan output tersebut adalah karena unit-unit yang baru ini merupakan continious-motion machines (mesin-mesin yang membungkus ketika film sedang bergerak). Sedangkan pengisi  sebelumnya adalah intermittent-motion machines (mesin-mesin yang membungkus ketika film berhenti). ”Kami punya masalah dalam pembungkusan dan pemotongan dengan gerakan terputus itu,” katanya. Masalahnya adalah ketidakkonsistenan suhu mulai dari atas hingga ke bawah pada back seal. Mesin continious-motion Atlas menghasilkan suhu dan tekanan yang lebih konstan ketika mem-buat back seal sehingga persoalan itu tidak lagi ada.

Advertisement

Flook mengatakan, dengan kecepatan lebih tinggi juga berarti satu mesin dapat melakukan pekerjaan tiga mesin tanpa tambahan biaya tenaga kerja, tanpa kebutuhan akan conveyor ekstra, ruangan menjadi jauh lebih kecil sehingga menghapus kebutuhan penambahan luas area pengepakan. ”Biaya pembangunan mahal. Bukan hanya secara finansial yang besar, tapi ekspansi modal menimbulkan gangguan dan downtime,” jelasnya.

Operasi meningkat
Sekarang ada 11 mesin-mesin vf/f/s terbaru dari HCA, delapan di antaranya ditambahkan dalam tiga tahun terakhir ini, sebagai bagian dari pemusatan perusahaan terhadap peningkatan kapasitas dan efisiensi. Tujuan bisnis perusahaan yang berbasis di Arizona ini adalah menjadi pengembang, produsen, pemasar dan distributor terbesar untuk makanan snack bermerk yang inovatif. Di antara merk-merk ’unggulannya’ adalah:  ’T.G.I. Friday’s Tato Skins’ dan yang paling baru ’Crunch Toons’. Yang terakhir ini merupakan lisensi hasil kesepakatan selama bertahun-tahun dengan Warner Brothers yang mengizinkan Poore Brothers menggunakan karakter karton Looney Tunes.

Gambar 3. Masing-masing cross-feeder memindahkan snack ke radial feeder.

Mesin-mesin baru itu dioperasikan tiga shift dalam lima sampai tujuh hari per minggu, tergantung kebutuhan produksi. ”Dua mesin beroperasi begitu efektif untuk kantong-kantong berukuran kecil sehingga kami mengkhususkan peralatan itu untuk mengerjakan ukuran-ukuran tersebut,” kata Flook.

Dari tiga penggorengan yang terpisah, snack dibawa dengan sebuah sistem penanganan produk yang terdiri dari sekitar 50 conveyor FastBack – juga dari HCA –  yang bergerak secara horisontal. ”Mesin-mesin ini bekerja dengan gerakan lambat di depan  dan cepat di belakang, dan kami merasa puas,” kata Flook. Gerakan FastBack (cepat di belakang) membantu mencegah kerugi-an karena bumbu yang mahal dimasukkan persis setelah snack keluar dari oven. Mesin-mesin juga menurunkan resiko kerusakan produk.

”Sebelumnya kami mempunyai conveyor getar yang hanya menggoncang-gon-cangkan produk,” jelas Addington. ”Bumbu menempel pada conveyor, dan kami harus menghentikannya dan mengerik bumbu tersebut. Gerakan FastBack tidak menyebabkan bumbu terguncang tumpah sehingga ada perbedaan besar. Dengan conveyor ini, kami hanya harus membersihkannya jika kami ingin mengubah rasa,” katanya.

Sebuah sistem apliakasi pembumbuan yang baru dari HCA, tambahnya, secara otomatis menyesuaikan pembumbuan dengan perkiraan berat snack yang masuk ke penampungan. Ini terjadi di bawah salah satu dari tiga penggorengan pabrik, sebelum pengemasan. Sering, pembumbuan dilakukan sebelum snack mencapai timbangan.

Dari pembumbuan, conveyor FastBack membawa snack dalam tiga ’jalur’ paralel yang diposisikan di level ’antara’ (mezzanine) di atas ke 11 mesin-mesin vf/f/s. Secara khusus, tiga jalur ini membawa snack ke conveyor cross-feeder FastBack yang tegak lurus, satu jalur untuk setiap mesin vf/f/s.

Penimbangan, vf/f/s
Masing-masing pengumpan silang (cross-feeder) memindahkan snack secara lembut ke setiap pengumpan radial (radial feeder) penimbang Ishida Millennium berkepala 14 buatan HCA. Snack dimasukkan ke bagian atas bak penampung yang kemudian langsung melepaskannya ke dalam bak penimbangan di bagian bawahnya. Sel-sel muatan individual mengukur berat produk dalam setiap bak penampungan. Pengendalian terpadu digunakan untuk memilih kombinasi ember-ember yang tepat untuk mencapai jumlah yang akurat, atau pengisian produk, ke mesin pengantungan vf/f/s.

”Kami juga menggunakan timbangan Ishida pada mesin-mesin lama kami. Jadi, tidak ada perubahan besar dalam pergerakan produk pada mesin-mesin vf/f/s baru. Kami telah menggunakan neraca ini sejak awal karena kami menyukai penggendalian berat dan kehandalannya,” tutur Addington.

Baca juga :   Penerbit Besar dapat Proyek, Bagaimana UKM dapat Bisnis?

Berdasarkan HCA, sudut lepas neraca dioptimalkan guna mempercepat pele-pasan produk. Ini memungkinkan pengisian lebih banyak untuk membantu Poore Brothers mencapai kecepatan hingga 150 kantung per menit. Neraca-neraca ini membawa snack ke dalam sbuah tabung film yang bagian dasarnya disegel panas. Film yang hampir dua mil panjangnya itu dipasok oleh Printpack. Strukturnya mencakup sebuah co-extrude berorientasi polipropilene dengan lapisan bagian luar 70-ga/extrudate 7#/coextruded OPP berlapis metal 70-ga. Printpack mencetak terbalik lapisan luar dalam delapan warna pada sebuah flexo press.
”Kami membeli semua film kemasan kami dari Printpack. Kami menghargai hubungan baik lebih dari sekadar sikap terhadap seorang supplier. Kami mempunyai hubungan yang sangat baik dengan orang-orang di Printpack. Dan kemudian, mereka menawarkan kepada kami sebuah produk berkualitas dengan layanan istimewa pada harga yang kompetitif. Itulah yang penting bagi kami,” kata Flook.

Lapisan polipropilen yang dimetalisasi membantu mempertahankan usia penyimpanan di rak selama 140 hari untuk kantong. Aspek penting lain dari struktur ini, tambah Addington, adalah lapisan penutup Surlynnya yang membantu bungkus-bungkus yang terisi agar tahan terhadap udara dingin dalam pengiriman ke tempat tinggi di pegunungan untuk pengiriman ke West Coast. Ketika terlepas, film ini melewati sebuah mesin pencetak nomor dengan transfer panas dari Norwood Jaguar II, yang mencetak kode tanggal Julian, nomor lini penggorengan yang tepat, dan nomor mesin pengemasan. Film bergerak perlahan ke sebuah forming collar dan disegel panas di bagian belakang untuk membentuk tabung dengan memanfaatkan pita segel keliman yang memberikan ”efek seterika” pada back seal.

Mesin pembungkus Atlas dengan gerakan kontiniu menggunakan heat-sealing jaws kembar yang secara simultan menutup bagian atas bungkusan di depannya dan bagian dasar bungkusan berikutnya. Menurut Heat and Control, profil gerakan bentuk ’D’ twin jaws menciptakan waktu berhenti yang panjang sehingga menghasilkan penutupan yang kuat. Sebuah pisau iris berbentuk lingkaran memotong di area penutupan dan bungkusan yang di depan di lepaskan dari dasar mesin vf/f/s dengan kecepatan 2,5 kantung per detik.

Bungkusan jatuh ke atas dua conveyor yang disatukan dari perusahaan Cantrell/AC Horn. ”Conveyor ini mencakup sebuah PLC yang memungkinkan kami memprogramnya untuk mengirimkan 50 bungkus satu sisi converyor pelepas yang miring letaknya,” kata Flook. ”Ketika bungkus-bungkus tersebut dilepas, masing-masingnya dihitung oleh sebuah photoeye. Jika 50 bungkus tersebut dihitung, maka diberi signal untuk berganti sehingga 50 bungkus berikutnya akan dialihkan ke sisi lain conveyor.

Gambar 4. Snack buatan Poore Brother dengan merk unggulannya ’Crunch Toons’.

”Meskipun tidak menghemat biaya tenaga kerja, namun proses ini memungkinkan para pengepak kami membungkus dengan kecepatan yang lebih tinggi karena proses ini memudahkan mereka,” tambah Flook. Bungkus ditempatkan secara manual pada kotak-kotak pengangkutan bergelombang, meskipun perusahaan berharap dapat mengotomasi proses ini awal tahun ini. Kotak-kotak ini ditutup dan disusun secara manual di atas palet. Peregangan bungkusan dilakukan secara otomatis dengan peralatan lama. Tumpukan produk ditempatkan di dalam area gudang untuk distribusi dengan truk ke pusat-pusat distribusi.

Instalasi juga cepat
Melihat proses pengambilan keputusan dalam menyeleksi peralatan pengemasan untuk pabriknya, Flook berkata, ”Kami telah menggunakan neraca-neraca Ishida sebelumnya. Kami tahu tentang reputasi dan kehandalan peralatan Heat and Control. Dan mereka adalah para manajer-manajer proyek yang sangat piawai. Yang perlu kita lakukan adalah menentukan lingkup proyek, dan mereka akan mengambil dan mengerjakannya. Kami hanya bekerja sama dengan satu produsen dan satu installer, bukan dengan banyak vendor yang berbeda-beda dengan bagian-bagian mesin yang berbeda-berbeda pula.”

Addington menambahkan bahwa pabrik juga mengambil manfaat dari penggunaan proses Rapid Deployment dari HCA. ”Mereka memiliki struktur mesin yang telah dibuat dan mereka mengirimkannya kepada kami dalam modul-modul. Mereka melakukan pekerjaan yang bagus sekali.”

Poor Brothers telah lebih dari puas dengan mesin-mesin vf/f/s dan neraca-neracanya. ”Dengan mesin-mesin Atlas, ada persoalan dalam penambahan kapasitas bagi kami, tapi saya mengatakan kepada anda bahwa tingkat pengembalian peralatan itu kurang dari dua tahun,” kata Flook.

Perusahaan pembuat snack ini mengantisipasi penambahan dua unit di masa yang akan datang. ”Kami telah mampu menembus saluran-saluran pasar dengan produk kami,” kata Flook. ”Dan kami mengantisipasi yang akan terjadi selanjutnya. Dengan demikan, kami tahu bahwa kami akan terus membutuhkan peralatan filling berkecepatan tinggi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.”

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda