SIMATIC IOT2040

Mesin jadi Cerdas, Ini Rahasianya

0
11

Merupakan platform untuk pengumpulan, konversi, dan pengiriman/penerimaan data di lingkungan pabrik—gateway antara otomasi pabrik dan teknologi informasi.

SIMATIC-IOT2014
Produk TIC IOT2040 merupakan seri produk SIMATIC IOT2000 buatan Siemens. (Sumber foto: Siemens)

Perusahaan di Indonesia harus mampu menghadapi persaingan bisnis pada era industri 4.0. Hampir sepertiga perusahaan di dunia telah menerapkan konsep sistem industri 4.0—artinya perusahaan telah dijalankan secara digital—jumlahnya naik dari 33 persen hingga 72 persen dalam 5 tahun mendatang.

Jika perusahaan (industri) di Indonesia tidak segera mendigitalisasikan fungsi-fungsi penting seperti rekayasa, proses produksi,  dan pemasaran—vertikal internal perusahaan dan mitra/pelanggan horizontal—perusahaan akan kesulitan memperbaiki portfolio produk. Oleh karena itu, manajemen sebaiknya mengimplementasikan fungsi digital dan mengoperasikan layanan berbasis data yang inovatif dan terotomatisasi.

Advertisement

Berdasarkan hasil survey (2015) PwC bertajuk Industry 4.0: Building the Digital Enterprise terhadap  lebih dari 2.000 sektor industri di 26 negara, perusahaan menginvestasikan sekitar 5 persen pendapatan pertahun untuk menerapkan digitalisasi. Dari  5 persen pendapatan digital diperkirakan investasi mencapai US$907 miliar—khusus untuk teknologi digital seperti penggunaan alat sensor atau alat konektivitas, peranti lunak, dan aplikasi—sistem  pelaksanaan manufaktur.

Apa manfaatnya pelaku manufaktur menerapkan manajemen industri 4.0? Factory Automation Business Head PT Siemens Indonesia, Pascal Dricot menyatakan, industri yang sudah dioperasikan dengan internet of things (IOT) berarti semua peralatan dan perangkat telah saling terhubung, tidak hanya membentuk bagaimana cara manusia hidup namun lebih paham cara memproduksi barang secara efisien dan berkualitas.

Untuk mencapai itu, imbuh Pascal,  Siemens Indonesia menawarkan intelligent gateway sebagai solusi industrial yang mampu meningkatkan interkoneksi dan komunikasi data antara proses otomasi dan teknologi informasi. “Barang” yang dimaksud oleh Pascal dinamai SIMATIC IOT2040.

Kesulitan mengumpulkan data

SIMATIC IOT2040 dapat digunakan di beragam industri di Indonesia, untuk menghubungkan dan mengirimkan data, memantau data, serta menganalisis data. Dengan inovasi ini maka pelaku industri dapat lebih efisien pada setiap aktivitas produksi.

Baik Pascal, Efrain Mayer sales specialist Factory Automation PT Siemens Indonesia, Endra Joelianto dosen Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung, dan Todotua Pasaribu direktur PT Thopas Artha Nauli—distributor dan mitra Simens, menggaris bawahi,  bahwa era  industri 4.0 tidak bisa kita hindari. Digitalisasi manufaktur dengan kemajuan teknologi seperti analisis big data, cloud computing, dan koneksi intensif antara manusia dan mesin, dan proses pertukaran data bermuara pada terciptanya smart factory.

Di dalam struktur modular smart factory tersebut, sistem cyber physical dapat memantau proses produksi, menciptakan tiruan virtual dari wujud fisik dan mendorong pengambilan keputusan yang terdesentralisasi. Produk SIMATIC IOT2040 merupakan platform yang andal dan terbuka guna pengumpulan, pemrosesan, dan pengiriman data di lingkungan produksi industri. Produk ini berperan sebagai gateway antara computing cloud atau bagian teknologi informasi perusahaan dan bagian produksi di pabrik.

Baca juga :   Internet Tanpa Kabel Semakin Digemari

Produk SIMATIC IOT2040 berperan sebagai penghubung bisa digunakan untuk komunikasi dua arah, sekaligus mengirimkan data yang sudah dianalisis dari computing cloud ke bagian kendali produksi. Komunikasi data yang terus menerus seperti ini akan mendorong optimalisasi produksi dalam siklus kendali yang tertutup. Sedangkan, sifat keterbukaan sistemnya dalam mendukung berbagai protokol komunikasi dan pemrograman dalam bahasa tingkat tinggi memudahkan dalam penyesuaian solusi.

Salah satu contoh pemanfaatannya adalah dalam perawatan mesin secara preventif berdasarkan deteksi dini dengan munculnya tanda-tanda awal keausan yang didapatkan dari hasil evaluasi indikator-indikator relevan. SIMATIC IOT2040 mengumpulkan, menyimpan, dan mengomunikasikan data tadi ke perangkat analisis berbasis cloud sehingga memungkinkan terwujudnya konsep perawatan preventif.

“Produk ini dapat digunakan di pabrik yang sudah lama beroperasi,” ujar Efraim Mayer. Dengan  demikian, tambah Pascal, kerugian besar akibat terhentinya operasional pabrik dapat diminimalisasi secara efektif. Efrain menjamin kualitas SIMATIC jika digunakan pada waktu operasional jangka panjang termasuk di lingkungan industri kasar.

Menghadapi era industri 4.0, kementerian perindustrian mendukung pendidikan vokasi untuk peningkatan kualitas SDM industri melalui penyusunan dan penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang industri, peningkatan kapasitas dan fasilitasi pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK), serta penyusunan program diklat berbasis kompetensi.

Kemudian, agar para pelaku industri memanfaatan teknologi digital untuk membantu industri kecil dan menengah (IKM) agar mampu menembus pasar luar negeri melalui e-smart IKM—seperti kemudahan mendapatkan bahan baku dan teknologi dengan harga relatif murah dengan mekanisme pembiayaan yang mudah dan murah sehingga akan meningkatkan daya saing IKM.

Pentingnya kolaborasi sistem riset dan pengembangan guna menentukan arah industri ke depan. Kolaborasi itu meliputi riset pasar, akuisisi teknologi, penumbuhan dan pengembangan inovasi, penyusunan rancangan produk, penguatan sistem produksi, serta pemasaran. Baik Pascal dan Erfan tidak bersedia menyebutkan harga produk yang diluncurkan itu. Selamat ya Siemens Indonesia.

Advertisement

Tulis Opini Anda