EXXONMOBIL LUBRICANTS

Mesin Bekerja Lama, Begini Rahasianya

0
25
Dari kanan ke kiri: Osman Durrani President Director ExxonMobil Lubricants Indonesia, Matti Alemayehu Senior Researcher, Commercial, Marine, Gas Engine & Aviation Lubricants, ExxonMobil Research and Engineering, dan Sigit W. Wagito, General Manager Indonesia Business Venture ExxonMobil Lubricants Indonesia. (Sumber foto: ExxonMobil Lubricants Indonesia)

Mampu memperpanjang usia mesin, meningkatkan efisiensi bahan bakar, menghemat biaya perawatan mesin, dan mengurangi downtime.

Dari kanan ke kiri: Osman Durrani President Director ExxonMobil Lubricants Indonesia, Matti Alemayehu Senior Researcher, Commercial, Marine, Gas Engine & Aviation Lubricants, ExxonMobil Research and Engineering, dan Sigit W. Wagito, General Manager Indonesia Business Venture ExxonMobil Lubricants Indonesia. (Sumber foto: ExxonMobil Lubricants Indonesia)
Dari kanan ke kiri: Osman Durrani President Director ExxonMobil Lubricants Indonesia, Matti Alemayehu Senior Researcher, Commercial, Marine, Gas Engine & Aviation Lubricants, ExxonMobil Research and Engineering, dan Sigit W. Wagito, General Manager Indonesia Business Venture ExxonMobil Lubricants Indonesia. (Sumber foto: ExxonMobil Lubricants Indonesia)

ExxonMobil Lubricants Indonesia menyelenggarakan seminar Mesin Gas (Gas Engine Seminar) 2017 disertai peluncurkan produk Mobil SHC Pegasus 30 yang menurut Osman Durrani President Director ExxonMobil Lubricants Indonesia, merupakan pertama kalinya di Indonesia.  Hal itu dilakukan oleh ExxonMobil sebagai perwujudan dan komitmen perusahaan itu untuk mendukung peningkatkan produktivitas dan keberlanjutan bisnis pada industri energi dan gas yang berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Advertisement

Di sela-sela seminar yang diselenggarakan di Hotel Beach Conrad, Denpasar, Bali pada 5 April 2017, ExxonMobil menyebarkan informasi tentang produk pelumas unggulan, khususnya pelumas Mobil SHC Pegasus 30.

Produk pelumas itu  berguna bagi para pelaku industri khususnya sektor energi dan gas yang bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi kemungkinan downtime (mesin) yang tak terduga. Produk ini juga mampu meningkatkan ketahanan peralatan mesin industri sehingga bisa bekerja dalam jangka panjang. Dengan demikian, para pelaku industri dapat meningkatkan daya saing bisnis dan kinerja perusahaan.

President Director ExxonMobil Lubricants Indonesia, Osman Durrani menyatakan pihaknya  ikut serta membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan menghadirkan Mobil SHC Pegasus 30 yang berguna untuk meningkatkan produktivitas dan profit perusahaan. Tak kalah penting, bahwa penggunaan Mobil SHC Pegasus 30  mampu  mengurangi biaya operasional dan emisi. Osman tidak menjelaskan cara kerja pelumas dalam operasional mesin pada industri untuk menciptakan efisiensi biaya.

Cara meningkatkan daya saing

Osman mengutip data dari Kementerian Perindustrian, bahwa gas alam akan menjadi sektor industri dengan kebutuhan energi terbesar. Pada tahun 2025, gas alam diproyeksikan menyerap energi sebesar 1.360 juta british thermal unit (mmbtu) atau 51,2 persen dari total penggunaan energi sektor industri.

Kebutuhan energi itu bisa  ditekan jika semua pihak terkait menjalankan program efisiensi energi. Salah satu cara mengurangi konsumsi energi tanpa mengganggu tingkat produksi energi adalah dengan menggunakan pelumas mesin gas yang dapat diandalkan untuk memenuhi kinerja yang aman, efisien dan ramah lingkungan.

Baca juga :   Bekerja di Bawah Kondisi Ekstrim

Sementara General Manager Indonesia Business Venture, ExxonMobil Lubricants Indonesia,  Sigit W. Wagito menambahkan, bahwa industri energi dan gas harus meningkatkan daya saing dan produktivitas untuk mencapai target pertumbuhan industri, seiring dengan komitmen pemerintah untuk menyediakan kebutuhan listrik sebesar 35.000 MW hingga 2019.

Oleh karena itu, imbuhnya, pelumas merupakan bagian penting dari performa mesin. Para pelaku industri harus memastikan mesin diberi pelumas terbaik agar dapat beroperasi tanpa gangguan dalam jangka waktu yang lama.

Senior Researcher for Commercial, Marine, Gas Engine & Aviation Lubricants ExxonMobil Research and Engineering, Matti Alemayehu, Ph.D., menggaris bawahi, produk  Mobil SHC Pegasus 30 diformulasikan dengan teknologi berbahan dasar viskositas dan sistem aditif canggih yang mampu menjamin keberlanjutan, meningkatkan efisiensi bahan bakar, menghemat konsumsi pelumas dan mengurangi emisi sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap keausan dan korosi mesin.

Menghadapi persaingan bisnis global, para pelaku industri sebaiknya memerhatikan faktor efisiensi—teknis dan produktivitas—agar mampu meningkatkan kinerja perusahaan. Osman Durrani menjelaskan bahwa di Texas, Amerika Serikat, sebuah perusahaan energi mengoperasikan mesin Waukesha 9390 untuk mengekstraksi gas alam dari serpihan dan formulasi padat lainnya dengan cara yang aman dan ramah lingkungan.

Dengan menggunakan Mobil SHC Pegasus 30—merupakan usul seorang teknisi lapangan ExxonMobil—perusahaan berhasil memperpanjang periode pergantian pelumas, mengurangi downtime peralatan dan meningkatkan produktivitas perusahaan, sehingga mendorong penghematan tahunan sebesar AS$24.000 setara Rp320.000.000.

Perusahaan  ExxonMobil merupakan salah satu inovator dalam teknologi pelumasan yang menghasilkan produk pelumas terobosan yang digunakan di berbagai mesin industri. Berpengalaman selama lebih dari 150 tahun, ExxonMobil menawarka  berbagam program dan perangkat sesuai dengan kebutuhan bisnis. “ExxonMobil terus membantu perusahaan-perusahaan yang menggunakan pelumas. Salah satu produk unggulan kami adalah Mobil SHC Pegasus 30,” tandas Osman Durrani.

Advertisement

Tulis Opini Anda