INSPIRASI

Menyuci Piring di Australia, Terkaya di Kamboja

0
311

Agar bisa hidup di negeri orang, dia mencuci piring dan tukang rumput di Canberra. Kemiskinan itu membuatnya menjadi orang kuat, dan terkaya di Kamboja. Itulah Kith Meng.

Kith-meng-pic
Neak Oknha Kith Meng memangku salah satu anaknya didampingi oleh isterinya yang cantik. Hampir seluruh sektor industri digeluti orang terkaya di Kamboja ini—termasuk media. (Sumber foto: http://2.bp.blogspot.com/)

Orang terkaya di Kamboja adalah Neak Oknha Kith Meng yang lahir di provinsi Kandal pada 1 September 1968. Dia memiliki lebih dari 40 perusahaan dengan bendera Royal Group. Hubungannya demikian dekat dengan penguasa Kamboja Perdana Menteri Hun Sen yang isterinya, Bun Rany adalah ketua Palang Merah Kamboja. Kith Meng termasuk salah satu pengurusnya.

Ayahnya bernama Kith Peng Ike seorang tuan tanah dan pedagang antarpulau yang tentu saja kehidupan ekonomi mereka lebih baik dari masyarakat lainnya di Kamboja. Akan tetapi, pada masa regim Kmer Merah, orang yang berstatus kaya, makmur, apa lagi keturunan China merupakan target penguasa. Mereka harus bekerja paksa untuk kepentingan penguasa. Kith Peng dan kedua abangnya terpisah dari kedua orangtuanya yang kemudian meninggal dunia karena kelaparan di lokasi kerja paksa.

Advertisement

Jutaan orang Kamboja mengungsi saat invasi Vietnam di Kampucea. Bersama kedua abangnya, Kith Peng menyelamatkan diri  ke Phnom Penh kemudian mengungsi ke sebuah kamp di Thailand pada tahun 1975. Bersama banyak pengungsi lainnya, Kith Meng ditempatkan di lokasi pemeliharaan ternak babi. Mereka tidur bersama ternak babi dan merasa tidak memiliki status tanpa tinggal di negara sendiri.

Kith Meng bersama kedua abangnya beruntung saat ditemukan oleh sebuah keluarga di kamp pengungsian di Thauiland. Mereka bertiga dibawa (imigrasi) ke Australia. Mereka tiba di Canberra pada tahun 1980 ketika Kith Meng masih berusia 12 tahun. Mereka betiga lagi-lagi bernasib baik saat mendapatkan pekerjaan dan bisa meneruskan pendidikan yang layak di ibukota Australia itu.

Kith Meng bekerja sebagai tukang cuci piring dan pemotong rumput sambil sekolah. Dia sadar sebagai anak orang luar Australia harus menjadi seseorang yang kuat dan tabah meski dirinya dibalut kemiskinan. Keadaan itulah (kemiskinan) yang membuat tekadnya menjadi kuat sampai akhirnya mendapatkan pendidikan bidang ekonomi di Australian National University yang diselesaikan selama 3 tahun. Dia pun menjadi warga negara Australia.

Pesta peringatan pernikahan dihadiri 5000 orang

Namun, rasa cinta pada negara tempatnya dilahirkan tak pernah pupus. Bersama abangnya, Kith Thieng, Kith Sophan kembali ke Kamboja pada 1991. Meng dan Sophan  berjualan furniture dan peralatan kantor yang dijual ke kantor PBB di Kamboja.

Bahkan Kith bersaudara dipercaya memegang fransais mesin foto copy merek Canon sampai akhirnya mengibarkan bendera Royal Group sejak tahun 2007. Kiprahnya di dunia bisnis kian diakui saat dia terpilih sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Perindustrian Kamboja sejak tahun 2011 yang disandangnya selama tiga periode kepengurusan.

Kith Meng termasuk pebisnis spesialis yang piawai menjalin kerja sama dengan perusahaan asing untuk menanamkan investasinya di negara Kerajaan Kamboja. Setiap kerja sama dengan pengusaha asing tentu saja berdampak terhadap perkembangan bisnisnya. Dia dan saudaranya menjadi konglomerat di Kamboja yang dihasilkan oleh tangan dinginnya sendiri. Kith Meng samasekali tidak mendapatkan warisan dari orangtua yang habis dirampas oleh regim Kmher Merah beberapa tahun silam.

Baca juga :   60 Miliar Dolar Mengalir dari Tiongkok ke Indonesia

Kith Meng menguasai bisnis televisi, jaringan telekomunikasi seperti CTN (Cambodia Television Network), CNC (TV channel) merupakan channel berita yang pertama di Kamboja, MyTV, Cambodian Broadcasting Corporation, dan CamGSM (mobile phone), MobilTel,  Cambo Six European soccer betting Co., dan CamLot Lottery Co. Meng merupakan pebisnis yang pertama mendirikan pelayanan inernet Ezecom di Kamboja dan mengoperasikan ONE TV—televisi dengan platform berbayar yang pertama di Kamboja.

Kith Meng  juga mendirikan Northbridge International School dan the Cambodiana Hotel. Pria ayah empat anak (2 laki-laki dan 2 perempuan) juga bekerja sama dengan Australia mengelola ANZ Royal Bank, dan mendirikan perusahaan asuransi dan jasa keuangan bekerja sama dengan pebisnis Malaysia.

Bekerja sama dengan Philippine Airlines (PAL) mendirikan perusahaan penerbangan yang dinamai Cambodia Airline. Sebanyak 49  persen saham milik perusahaan bir San Miguel yang didirikan oleh  Lucio Tan sahabat bisnis Kith Meng. Degan modal US$40 juta, Royal Group bekerja sama dengan investor dari Thailand yang berbasis di Swiss. Mereka menyelesaikan pembangunan Royal Sands Koh Rong Resort hotel berbintang 5 dengan 148 kamar yang diresmikan pada Desember 2016.

Sebuah kompleks perumahan mewah juga sedang dibangun kerja sama Royal Group dan Herun Group milik konglomerat asal China dengan investasi US$1.5 miliar. Meng pun   meluncurkan seri BMW 7 pada 2016. Dia merupakan pebisnis yang mengageni BMW di Kamboja.

Neak Oknha Kith Meng juga melayani masyarakat umum di bidang pengangkutan melalui Royal Railway CO. LTD (kereta api) dan para pebisnis yang membutuhkan helikopter.  Kith Meng juga memiliki perusahaan lain seperti Rock Entertainment Centre, Titan King Casino Hotel & Resort, Global Security Solutions, Yong Sheng Global Trading, North Park Condominium, Kampuchea Food Corporation Co., Ltd, dan lain sebagainya.

Penderitaannya semasa kecil dan remaja seolah terobati saat dia bersama isterinya merayakan ulang tahun pernikahan selama 2 hari di pulau Diamond—dihadiri kerabatnya sebanyak 5000 orang dengan biaya US$1 juta.

Selamat pak Kith Meng, semoga selalu sukses. Kapan bisa menyaksikan kerajaan bisnis dan berbicara dengan Anda di Kamboja? (Bahan diiolah dari berbagai sumber seperti  Group www.royalgroup.com.kh, WikiLeaks cable, http://mom-kh.com/en/owners/, The Khmer Times, Wikipedia)

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda