TEKNOLOGI Hibrida (2)

Menyimpan Tenaga agar Terhindar dari Pemadaman

0
7
Alat penyimpan tenaga (listrik) yang dapat disewakan. (Sumber foto: Fraunhofer ISE)

Listrik yang tidak digunakan saat  tertentu, maka tenaga itu dapat dijual kepada tetangga di sekitar rumah. Artinya, arus listrik yang menganggur dapat “dipekerjakan”.

Alat penyimpan tenaga (listrik) yang dapat disewakan. (Sumber foto: Fraunhofer ISE)

Dalam sebuah proyek bernama Storage City–digarap oleh kolaborasi bersama antara Fraunhofer Institutes for Environmental, Safety, and Energy Technology (UMSICHT) dan for Optronics, System Technologies and Image Exploitation (IOSB) selama tiga tahun di Ilmenau, Jerman.

Prof. Christof  Wittwer, kepala departemen Intelligent Energy System di Fraunhofer Institute for Solar Energy Systems (ISE) bersama timnya mengembangkan sebuah sistem manjemen energi dan sistem penyimpanan panas dalam unit kontrol yang terpusat.

Advertisement

Hasil pekerjaan tim  adalah sebuah sistem penyimpanan virtual besar terdesentralisasi yang mereka sebut “penyimpanan hibrida”. Kapan pun terjadi kekurangan tenaga atau panas, sistem pengoperasian dapat menyuplai konsumen dengan energi yang dibutuhkan dengan mengambilnya dari unit penyimpanan yang tepat.

Jika lebih banyak energi yang dihasilkan dibanding dengan kebutuhan konsumen  pada waktu tertentu, unit penyimpanan akan mengisi dayanya sendiri. Semuanya hal itu perlu diletakkan di area tersebut–mungkin di dalam gedung aparteemen, pengembangan perumahan atau di lokasi industrial.

“Kami telah mengembangkan program khusus  yang disebut agen intelijen, yang mengakses kapasitas penyimpanan lokal, mengumpulkannya, dan membuatnya tersedia pada jaringan distribusi,” penjelasan Wittwer.

Agen tersebut melakukan hampir seluruh tugas kontrol secara langsung dengan perlatan di sekitarnya  melalu channe untuk mengurangi beban kerja dari struktur terpusat.

Dalam praktiknya, pengguna dapat memvisualisasikan selanjutnya: ketika seseorang yang tinggal di sebuah gedung apartemen sedang bekerja (di luar), maka tetangganya dapat membeli tenaga atau panas yang tidak dibutuhkan orang itu selama orang itu bekerja di luar gedung (apartemen) .

Agen berperan sebagai perantara yang dapat melakukan kesepakatan secara langsung, apa bila telah mengetahui lingkungan dan perjanjian yang telah dibuat oleh antarwarga.

Agen digital untuk grid listrik

Selain itu, agen membuar tahap jaringan dan pertimbangan lokal menjadi faktor dalam kalkulasi seperti informasi tentang siapa yang berlibur hari itu.

Jika agen memastikan energi disuplai pada harga termurah yang memungkinkan setiap saat, satu dari elemen paling penting dari konsep baru bisa menjadi biaya energi.

Para peneliti ISE mengerjakan sebuah perangkat lunak yang mengimplementasikan strategi manajemen yang baru seutuhnya untuk grid tenaga.

“Ini adalah teknologi manajemen berbasis agen yang menghubungkan bersama banyak komponen lokal dengan cara yang sepenuhnya otomatis,” kata Wittwer.

“Anda dapat memikirkannya hampir mirip dengan internet, dalam pengertian bahwa pengguna individual tidak benar-benar tahu jalur mana informasi mereka dikirimkan.”

Tentu saja, keamanan–baik akses dan data–harus menjadi prioritas utama dalam jaringan distribusi energi juga.

Manfaat dari struktur semacam itu adalah ini sangat tahan dari disrupsi dan juga memiliki level kelenturan tinggi.

Wittwer menekankan bahwa dalam keadaan darurat, seperti sistem yang biasanya dapat terus untuk beroperasi dengan cara stabil. Ini karena kelompok lokal dapat membentuk dalam lingkungan, menyuplai dirinya sendiri dan menyeimbangkan satu sama lain.

Hal ini adalah fitur unggul dari sistem tenaga desentralisasi baru, dan satu yang kita sebaiknya tidak menolak dengan memaksakan kembali sebuah struktur kontrol terpusat.

Tentu saja, hubungan dengan grid tenaga transregional harus perlu dipertahankan. Ini adalah aksi penyeimbangan, dan kami perlu untuk menemukan campuran optimum.

Saat ini sebuah prototipe untuk perangkat lunak baru telah dibuat. Para peneliti ISE mencari partner perangkat keras dari industri yang ingin menggunakan perangkat lunak untuk mengoptimalkan sistem energi mereka.

Teknologi hibrida ini cocok digunakan di Indonesia. (Bahan diolah dari Hybrida storage for the new energy economy tulisan Brigitte Röthlein, Fraunhofer)

Simak TEKNOLOGI Hibrida (1)

Cara Memanfaatkan Energi Surya 

Advertisement

Tulis Opini Anda