PETUALANGAN ALGA SALJU (2)

Menyimpan Potensi Bisnis yang Luar Biasa

0
8
Kultur (gambar kiri) massal alga salju dalam sistem fotobioreaktor kolom berkait di Fraunhofer IBMT. Alga salju hijau dalam fase pertumbuhan aktif fapat dilihat di sini pada bagian kiri; sebelah kanan pada alga merah, fase tekanan produksi karotenoid. (Sumber foto/©: Tobias Marschner). Induk dan anak beruang kutub (gambar kanan) yang didokumentasikan oleh http://www.churchillwild.com/adventures/great-ice-bear-adventure/)

Dengan efek positif pada metabolisme manusia, telah lama ada sejak memasuki produksi skala industri dan dipasarkan sebagai suplemen nutrisi.


Kultur (gambar kiri) massal alga salju dalam sistem fotobioreaktor kolom berkait di Fraunhofer IBMT. Alga salju hijau dalam fase pertumbuhan aktif fapat dilihat di sini pada bagian kiri; sebelah kanan pada alga merah, fase tekanan produksi karotenoid. (Sumber foto/©: Tobias Marschner). Induk dan anak beruang kutub (gambar kanan) yang didokumentasikan oleh http://www.churchillwild.com/adventures/great-ice-bear-adventure/)

 

Hasil penelitian tim ilmuwan selalu memikat keinginantahuan kita. Dengan ketertarikan pada koleksi yang terus tumbuh dari tahun ke tahun, tim ekspedisi ilmiah terus-menerus memperbanyak koleksi bahan alga Fraunhofer. Dengan cara itulah salah satu untuk  menjelaskan mengapa tim mengunjungi daerah kutub, habitat kriofil, dari waktu ke waktu seolah tidak mengenal lelah.

Advertisement

Apakah lapisan alga tersebut memiliki suatu potensi yang dapat diaplikasikan ke sektor medis? Dr. Leya dan koleganya menaruh banyak usaha untuk mengeksplor isu tersebut. Mereka secara khusus tertarik dalam protein penyusun es (ISPs), yang secara spesifik terikat pada kristal es yang luas dan dapat mengubah morfologi kristal.

Beberapa lapisan alga salju dalam koleksi CCCryo menghasilkan ISPs, yang berarti tim  dapat memproduksi dan mengisolasi bahan sesuai permintaan konsumen. Aplikasi potensial untuk ISPs termasuk cryoconservation. Akan tetapi, ini mungkin juga bahwa mereka memiliki fungsi lain sangat berbeda dari apa yang sebelumnya dipikirkan. Hasil dari runtutan terbaru telah menunjukkan bahwa sebuah porsi dari gen ISP meningkat dari gen yang memproduksi protein antifungal.

Ini menunjukkan sebuah konseksi antara antigen fungal dan ISPs terisolasi dengan efek spesial mereka dalam pertumbuhan es. Substansi natural lain dengan efek antibiotik menjadi ketertarikan bagi para professional di bidang medis.

Hasil grup molekuler lain yang berpotensi adalah asam lemak omega–3 tak jenuh. Dengan efek positif pada metabolisme manusia, telah lama ada sejak memasuki produksi skala industri dan dipasarkan sebagai suplemen nutrisi. Walau asam lemak omega–3 terdapat pada ikan air laut, tapi jauh dari ideal sebagai sumbernya.

Ikan tidak menghasilkan asam lemak tersebut dengan sendirinya, tetapi menyerapnya melalui diet mereka yaitu krustasea dan alga laut. Ini jauh lebih efisien untuk mendapatkan substansi ini secara langsung di awal rantai makanan.

Gunakan teknologi tinggi

Secara tidak sengaja, sejak diketahui seluruh rangkaian substansi bermanfaat dari alga, ini bisa jadi membuktikan lebih cepatnya dan secara teknologi tepat menggunakan cahaya matahari untuk menghasilkan bahan yang diinginkan dari organisme hijau uniseluler ini.

Namun, muncul banyak pertanyaan meski belum terjawab. Ekspedisi terakhir tim adalah sebuah kolaborasi yang melibatkan peneliti IBMT, Helmholtz Association,  dan partner industri di area pantai Norwegia. Selain mengkoleksi lebih banyak jenis alga, tim eksebisi fokus pada bagaiman cara alga memperbanyak diri.

Mengapa tim melihat sebidang luas alga salju merah di beberapa area, namun keadaan itu  tidak terdapat di kawasan  lainnya walau salju sangat berlimpah dan merupakan kondisi ideal? Sebuah pertanyaan yang menduga-duga dan  fundamental yang penting untuk secara stabil menumbuhkan alga di lab–lebih lagi ketika mempertimbangkan aplikasi pada skala industri.

Baca juga :   Giroskop Mampu Kendalikan Roket Militer

Beberapa tahun belakangan ini, tim Working Group di Extremophile Research & Biobank CCCryo telah memeriksa beberapa faktor termasuk konten nutrien, arah pencahayaan, proksimitas koloni burung yang menyediakan sumber nutrisi, seperti nilai pH air lelehan. Akan tetapi, sebuah pemahaman jelas bagaimana faktor ini berhubungan dengan pola tumbuh alga salju belum ditentukan.

Untuk ekspedisi terakhir, tim berencana paling ambisius. Karena cuaca mengizinkan, grup dapat mengarungi dan melewati Spitsbergen dan kemudian menyeberang ke pulau sebelah timur.

Tujuan tim adalah untuk memperoleh gambaran ke hubungan geologis dan tempat dengan alga tumbuh yang lebih luas, yang menjadi alasan mengapa grup memiliki ahli geokimia ikut berangkat bersama. Tim berharap untuk menemukan jawaban di bagian timur yang lebih dingin secara signifikan dari di kawasan Spitsbergen yang terhalang dari Gulf Stream.

Sebagaimana yang diketahui para peneliti, ini merupakan arah jalan yang tepat untuk diambil. Apa yang pasti adalah nilai pH asam yang ditemukan di padang alga salju. Tampaknya alga lebih memilih area dengan lapisan batuan yang berekasi dengan keasaman seperti sabak atau gneiss. Inilah yang memengaruhi komposisi air lelehan; jenis nutrien, baik organik maupun anorganik, memainkan peranan kecil.

Dr. Jens Klumo, seorang ahli geokimia di Helmholz Center Postdam dekat Berlin, yang membuat penemuan ini. Fenomena “salju merah” terutama terjadi di pantai barat, yang mana untuk Spitsbergen dan pulau lain membuat grup Svalbard adalah sisi yang paling terekspos elemen ini. Ini juga tampak meningkat pada puncak gletser. Tampaknya bahwa alga perlu diekspos presipitasi yang cukup mengalir sepanjang tahun untuk tumbuh.

Saat para ilmuwan Fraunhofer bepergian, mereka selalu memastikan untuk membawa serta banyak peralatan berteknologi tinggi. Pada dek paling bawah di kapal ekspedisi mereka membuat keseluruhan lab biologi lengkap dengan mikroskop, stasiun untuk mengukur parameter kimiawi, dan serangkaian peralatan analisis.  (Bahan diolah dari Adventures with snow algae and polar bears  tulisan Profesor Günter Fuhr, direktur Fraunhofer Institute for Biomedical Engineering IBMT).

 

 

 

 

 

Advertisement

Tulis Opini Anda