SENSOR CAHAYA (2)

Mentransmisikan Data Tanpa Kabel, Begini Teknologinya

0
40
Melalui sebuah perangkat Laptop, ExxonMobil Lubricants produsen pelumas melayani pelanggannya berdasarkan sentuhan yang dilakukan oleh para pelaku industri. Dengan sentuhan para pelanggan maka ExxonMobil mendapatkan sinyal berupa data elektronik. (Foto: Rayendra L. Toruan)

Tidak ada aplikasi industri yang memungkinkan untuk transfer data dengan sangat cepat.  Apa yang harus  dilakukan?

Melalui sebuah perangkat Laptop, ExxonMobil Lubricants produsen pelumas melayani pelanggannya berdasarkan sentuhan yang dilakukan oleh para pelaku industri. Dengan sentuhan para pelanggan maka ExxonMobil mendapatkan sinyal berupa data elektronik. (Foto: Rayendra L. Toruan)

Sebagai contohnya, sistem Ethernet industrial sering digunakan dalam lingkungan produksi modern yang mengoperasikan transfer data hingga 1.25 gigabits atau 1.25 miliar sinyal komputasional per detik.

Selama ini—pada era industri 3.0. dalam waktu yang lama, kabel adalah satu-satunya jalan untuk mencapai kecepatan transfer data, sebab tak ada aplikasi industrial yang memungkinkan untuk transfer data dengan sangat cepat. Fasilitas seperti WLAN,  Bluetooth, sinar infra merah–tidak ada yang bekerja sebaik kabel untuk  mentransfer data.

Advertisement

Akan tetapi,  para peneliti yang bekerja di Fraunhofer Institute for Photonic Microsystem (IPMS) perlu mengatur dengan seksama untuk mengubahnya.

“Dengan modul transceiver optikal nirkabel kami, bahkan sejumlah besar data dapat ditukar secara real time,” kata Dr. Frank Deicke yang miemimpin tim peneliti.

Ini penting dalam aplikasi yang melibatkan mesin data kontrol yang kompleks, seperti ketika sebuah komputer mengirimkan komponen mendetail cetak biru ke sebuah mesin pabrik.

Selanjutnya, sinyal cahaya dapat berjalan dengan jarak hingga 20 meter. Hal itu merupakan kepentingan yang kritikal bagi aplikasi industrial, sebagaimana seringkali terdapat jarak yang substansial antara mesin produksi dan pusat kontrol pada fasilitas pabrikasi.

Untuk menyederhanakan instalasi teknologi baru ini, IPMS telah mengembangkan sistem plug-and-play yang dapat dengan mudah diintegrasikan ke sistem kontrol dan infrastruktur mesin yang sudah dipasang sebelumnya.

Baca juga :   Mutlak, Pengembangan Model Bisnis Berbasis Informasi

Tanpa perangkat lunak?

Pengguna yakni para pelaku industri tidak perlu untuk memasang perangkat lunak apapun. Para pengguna dengan mudah menyambungkan modul transceiver ke Ethernet.

Satu lingkungan di mana para produsen telah menggunakan teknologi ini adalah jalur produksi, di mana teknologi ini digunakan untuk mengirim data seperti perangkat lunak on-board ke kendaraan pada jalur yang posisinya telah tertentu.

Sebelumnya seringkali dilakukan dengan melekatkan kabel ke komputer on-board kendaraan dengan tangan. Bagaimanapun juga, ini bisa memperlambat atau menghentikan secara total jalur pemasangan.

Perlambatan seperti itu saat ini dapat dieliminasi melalui penggunaan berbasis cahaya.

“Dengan sistem kami, bahkan paket data besar dapat ditransmisikan tanpa kabel dalam hitungan detik . Ini memungkinkan untuk mencapai waktu daur produksi yang lebih cepat,” kata Deicke.

Deicke meyakinkan bahwa “Multi-Gigabit Communication Module” baru memiliki potensi yang sangat besar dalam area pengaplikasian lainnya juga.

Bagaimana metode ini diimplementasikan pada era industri 4.0? (Bahan diolah dari Controling machines using light tulisan Tim Schröder, Fraunhofer)

Simak SENSOR CAHAYA (3)
Kecepatan Transfer Data Lebih Tinggi

 

 

 

 

Advertisement

Tulis Opini Anda