ENERGI TERBARUKAN (1)

Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

0
9
Energi yang bisa diperbaharui bukan hanya akan digunakan untuk menghasilkan listrik. Tapi juga akan menggerakkan mobil elektrik dan menghangatkan gedung-gedung. (Sumber foto/©: mauritius images/Tetra images)

Apa dampak jika menggunakan 100 persen energi yang bisa diperbarui untuk pengadaan listrik dan panas? Para ilmuwan telah memperluas modelnya sampai bidang transportasi dan industri.

Energi yang bisa diperbaharui bukan hanya akan digunakan untuk menghasilkan listrik. Tapi juga akan menggerakkan mobil elektrik dan menghangatkan gedung-gedung. (Sumber foto/©: mauritius images/Tetra images)
Energi yang bisa diperbaharui bukan hanya akan digunakan untuk menghasilkan listrik. Tapi juga akan menggerakkan mobil elektrik dan menghangatkan gedung-gedung. (Sumber foto/©: mauritius images/Tetra images)

Dengan menggunakan program komputer, para peneliti berhasil menghitung bagaimana mencapai aturan perlindungan iklim yang dilakukan oleh pemerintah Jerman pada tahun 2050. Menurut kesimpulan peneliti itu, program itu bukan hanya menguntungkan lingkungan, tapi juga menghemat uang dalam jangka panjang.

Pemerintah Jerman sudah menetapkan target ambisius untuk mengurangi emisi gas rumah kaca nasional pada tahun 2050 sebanyak 80 persen dibanding pencapaian pada tahun 1990 silam. Masalahnya bagaimana tugas itu bisa dicapi dengan biaya yang masuk akal?

Advertisement

Langkah-langkah apa yang perlu dilakukan, dan dari mana sumber energi penggantinya akan didapat di tahun 2050? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang diajukan oleh para peneliti di Fraunher Institute for Solar Energy System ISE di Freiburg.

Sejak tahun 2012, Profesor Hans-Martin Henning, deputi direktur institut tersebut dan kepala bisnis unit Thermal Systems and Energy Efficient Buildings bersama dengan koleganya, Andreas Palzer, telah mengembangkan simulasi komputer yang mencerminkan sistem energi Jerman per jam.

Pengadaan listrik meliputi bidang transportasi dan industri

Awalnya, mereka menyelidiki dampak apa yang terjadi di Jerman jika menggunakan 100 persen energi yang bisa diperbaharui untuk pengadaan listrik dan panas. Sekarang mereka sudah memperluas modelnya sampai bidang transportasi dan industri.

“Simulasi kami sangat luas,” kata Hans-Martin Henning. “Proyek yang didanai oleh swasta dan berusaha menyatukan dunia yang sedang putus asa. Sejauh ini sudah ada beberapa inisiatif untuk meningkatkan komunikasi di antara beberapa aktor di sektor energi, meliputi penyedia panas dan tenaga listrik, membangun perbaikan dan penyedia gas alam dan bahan bakar. Akan tetapi, masalah yang memengaruhi mereka saling mengunci.”

Baca juga :   Olah Potensi 112.000 GWp dengan Fotovoltaik
Dengan menggunakan pompa,  sistem penghangat yang lebih efisesn dapat diterapkan di sebuah rumah. (Sumber foto/@: www.colonyac.com)
Dengan menggunakan pompa, sistem penghangat yang lebih efisesn dapat diterapkan di sebuah rumah. (Sumber foto/@: www.colonyac.com)

Pada tahun 1990, hampir 993 miliar metrik ton karbondioksida dibuang ke atmosfer dari hasil aktivitas manusia, dan porsi terbesarnya adalah dari hasil pengadaan listrik dan panas. Angka-angka tahun 1990 ini menjadi dasar untuk target tahun 2050, di mana emisi CO2 ditentukan mencapai nilai masimum 198 juta metrik ton. Target ini hanya dapat dicapai dengan menggabungkan langkah-langkah penghematan energi dengan penggunaan luas energi yang bisa diperbaharui.

Menurut penggagas penelitian ini berarti menambah peran utama kepada sumber energi yang berubah-ubah, seperti energi matahari dan angin. Dalam sistem enegi optimal biaya yang dapat memenuhi target tahun 2050 ini, sekitar 78 persen listrik dapat dihasilkan dari sumber-sumber ini, 16 persen dari gabungan pembangkit listrik dan panas, dan sisanya dari pembangkit bertenaga minyak bumi. (Bahan diolah dari Protecting the climate pays off tulisan Brigitte Rothlein, Fraunhofer dan sumber lain)

Simak artikel tetkait dengan topik ENERGI TERBARUKAN (2)
Green Energy Isi Baterei Mobil dan Pemanas

Advertisement

Tulis Opini Anda