TEKNIK PENGELASAN (2)

Mengurangi Beban Komponen

0
6
Sambungan transisi antara baja dan alumunium digunakan untuk menghungbungkan dua bagian dari profil U ini (Sumber foto/©: Fraunhofer IWS)

Teknologi baru digunakan pada pabrik produ semi final yang mengandung alumunium dan baja—dapat dibentuk menjadi produk hibrida tanpa memerlukan langkah proses tambahan.

Sambungan transisi antara baja dan alumunium digunakan untuk menghungbungkan dua bagian dari profil U ini (Sumber foto/©: Fraunhofer IWS)

Sebagaimana dalam proses pengelasan laser konvensional, tembakan sinar kontinyu digunakan untuk memanaskan dua permuakaan material yang digabungkan.

Kemudian, laser digunakan secara teratur untuk menghancurkan lapisan oksida tahan panas yang tebal pada permukaan alumunium. Hal itu memungkinkan untuk membasahi permukaan metalik menggunakan material pengisi seperti campuran alumunium dan zink.

Advertisement

“Dengan cara ini, alumunium dapat dengan cepat bercampur dengan baja pada suhu yang relatif rendah tanpa menggunakan larutan yang berbahaya bagi lingkungan,” jelas Dr. Ing. Kristian Arntz  tim ahli Fraunhofer Institutes for Production Technology (IPT).

Teknologi ini secara khusus sangat cocok untuk aplikasi penggabungan lembaran logam yang membutuhakan permukaan lapisan berkualitas tinggi, ikatan permanen yang kuat, dan minimal post-processing.

“Contohnya, saat mobil dicat, lapisan las tak lagi nampak,” imbuh Dr. Ing. Kristian Arntz. Untuk pencapaiannya itu, dia mendapat penghargaan Erlangen Innovation Award Optical Technologies.

Pemberian  penghargaan itu dilaksanakan dua tahun sekali yang, didonasi oleh Association for the Promotion of the Prommotion of Laser Technology di Friedrich-Alexander University of Erlangen-Numberg.

Koleganya di Fraunhofer di Dresden telah menemukan metode alternatif untuk menggabungkan baja dan alumunium. Kunci suksesnya adalah dua langkah proses produksi.

Langkah pertama melibatkan produksi strip bimetalik yang kemudian dilas ke substrat alumunium atau baja pada proses kedua.

Menggabungkan dengan bantuan sebuah strip bimetalik

“Dengan cara ini, kita dapat membuat sambungan dengan komposisi mekanis yang sangat baik,” kata Dr. Axel Jahn, kepala grup Component Design di institut.

Untuk memproduksi strip bimetalik, para peneliti mulai dengan memanaskan dua material mentah melalui induksi, menggunakan sinar laser yang dibuat spesial yang membawa hingga pada suhu penggabungan tingkat menengah.

Kemudian mereka akan memsuki proses pelapisan roll-to-roll di mana dua permukaan digabungkan.

“Proses ini menghasilkan ikatan yang kuat sekaligus lentur antar dua logam yang hampir tidak mengandung fase intermetalik yang rapuh, “ kata Jahn. Kemudian para peneliti mengelas komponen baja ke sisi baja dari strip bimetalik dan komponen alumunium ke sisi logam ringan.

“Kita dapat membuat sambungan bawah, seperti yang dibutuhkan ketika memproduksi blanko khusus,” ujar Jahn.

Teknologi baru juga dapat digunakan pada pabrik produ semi-final yang mengandung alumunium dan baja, yang dapat dibentuk menjadi produk hibrida tanpa memerlukan langkah proses tambahan.

Manfaat lebih jauh dari pendekatan ini adalah akan mengurangi berat komponen tanpa membahayakan keamanan terhadap tubrukan.

“Meski beratnya lebih rendah, ketahanan komponen terhadap tubrukan tidak berkurang, terima kasih pada komposisi mekanis yang telah ditingkatkan,” kesimpulan Jahn,

Tim peneliti Fraunhofer di Aachen dan Dresden saat ini bekerja sama dengan partner industrial untuk mengembangkan aplikasi komersial bagi teknologi baru ini.

Untuk industri konstruksi ringan, pesannya jelas: baja dan alumunium sekarang adalah partner yang tak dapat dipisahkan.

Bagaimana perusahaan HONDA menggabungkan baja dengan aluminium? (Bahan diolah dari Joined together forever  tulisan  Katja Lüers, Fraunhofer)

Simak Teknik Pengelasan (3)
3D Lock Seam, Teknologi Buatan Honda

 

 

 

 

Advertisement

Tulis Opini Anda