PETUALANGAN ALGA SALJU (1)

Mengungkap Rahasia Kutub Utara

0
30
Alga salju berwarna merah, kuning, hijau, dan merupakan  tipikal yang tumbuh di Makarovbreen, gletser berukuran satu kilometer di gerbang Raudfjorden di utara jauh dari Spitsbergen.(Sumber foto/©: Fraunhofer IBMT)

Protein penyusun es (ISPs) yang secara spesifik terikat pada kristal es yang luas dan dapat mengubah morfologi kristal. Teknologi ekespedisi menyibak sebagian mesteri kutub.

Alga salju berwarna merah, kuning, hijau, dan merupakan  tipikal yang tumbuh di Makarovbreen, gletser berukuran satu kilometer di gerbang Raudfjorden di utara jauh dari Spitsbergen.(Sumber foto/©: Fraunhofer IBMT)

Beritahulah kepada seseorang rekan Anda bahwa Anda sudah berlibur dengan sebuah tim ekspedisi kutub utara bersama sebuah grup kecil dari Fraunhofer Institute for Biomedical Engineering (IBMT). Maka  rekan Anda itu seperti akan bereaksi antara keheranan dan kekaguman. Rekan Anda itu berpikir  bahwa Anda adalah seorang atlit pemberani dan berpengalaman (bagi rekan Anda itu) dan mengatakan Anda adalah seorang petualang yang gagah.

Rekan Anda itu  berpikir tentang Amundsen dan Scott, Kutub Utara dan Selatan, sangat dingin, membeku, dan melemahnya energi di musim salju pada malam  di belahan kutub yang buruk. Saat itu, ekspedisi kutub seperti melakukan sebuah tur ekstrim yang memang dirancang oleh Arved Fuchs dan Reinhold Messner—terus menarik banyak perhatian dibandingkan ekskursi ilmiah yang diadakan ke Artik dan Antartika setiap tahun.

Advertisement

Dan ekspedisi ini direfleksikan dalam catatan buku sejarah. Area tersebut mengklaim lebih banyak dibanding bagian mereka sebagai korban yang dielu-elukan sebagai pahlawan–berpetualang, melakukan penelitian sambil berolahraga ekstrim—merupakan sebuah tepi tragis pada kesadaran publik.

Akan tetapi, gambaran tadi tidak memenuhi sama sekali dengan ekspedisi kutub ilmiah tahunan tim ekspedisi. Bagi tim tidak perlu bersusah payah atau menderita, dan tidak perlu menjadi seorang atlit top atau juara olahraga untuk melakukan ekspedisi ke kutub.

Pelaksanaan merupakan suatu pertimbangan, area kerja dengan perencanaan yang baik adalah keharusan  untuk dilaksanakan. Tidak seorang pun ingin tahu tentang hal subjek ilmiah yang membuat kita sangat ingin pergi berekspedisi. Dan jika sebuah tim yang belum pernah  melakukannya, merasa terkejut saat  mendengar bahwa tim Fraunhofer IBMT membuat area kerja di Spitsbergen dan telah melakukannya selama 13 tahun (artinya 13 kali) dengan sukses, dan merupakan suatu industri penelitian yang besar.

Jadi, apa yang memikat ilmuwan Fraunhofer mengarungi belantara Artik? Jawabannya adalah alga mikroskopik–alga salju yang beradaptasi dengan sempurna pada iklim ekstrim dan tumbuh di alam basah salju dan gletser.

Pada  beberapa kasus, alga itu muncul dalam jumlah yang sangat banyak dan dalam varietas yang sangat beragam dibanding yang kita miliki dalam tradisi. Tim ekspedisi dapat melihat genetika alga untuk menjawab beberapa pertanyaan secara konkret.

Para peneliti memindah beraneka jenis alga

Walaupun tim ekspedisi menyebar cepat sekali pada musim panas kutub yang terlambat meski suhu rendah, mengubah keseluruhan susunan salju dan gletser menjadi merah, oranye, hijau secara global, dan hanya menyisakan sedikit jenis alga salju yang disimpan di kultur laboratorium stabil.

Penelitian pada parameter kompleks yang rumit turut berperan–kondisi bervariasi dari es, salju, dan lelehan air, serta efek tingkat pencahayaan, berbulan-bulan kegelapan, dan cara tipe alga salju berbeda membentuk koloni bersama–masih belum bisa membuat tim ekspedisi untuk dengan tepat membuat kembali kondisi belantara Artik di laboratorium.

Baca juga :   Investasi Asing dan Ekspor Indonesia Terus Meningkat

Akan tetapi,  apa yang diperlukan jika tim ekspedisi ingin untuk menggunakan alga tersebut sebagai bahan praktik apa pun. Menemukan aplikasi industrial bukanlah fantasi: di antara penelitian yang dilakukan di bidang bioteknologi, kosmetik, farmasi dan pengobatan, terdapat sangat banyak ketertarikan pada substansi khussus dan gen yang terbentuk sebagaimana alga telah beradaptasi, misalnya seperti alga yang bertumbuh optimum pada suhu tepat di atas nol derajad (0).

Alga salju dapat digunakan untuk menjembatani celah dalam produksi di perkebunan alga luar ruangan Central Europe di musim salju dan musim gugur. Tim memilih antara pengeluaran tambahan pada pemanasan dan pencahayaan, atau menutup produksi   selama berbulan-bulan. Dan cara itu hanyalah salah satu argumen untuk memindahkan proses  operasional ke dalam laboratorium.

Beberapa bahan khusus dari alga salju telah digunakan dalam skala industrial pada sektor kosmetik, sebagai contoh. Dan masih banyak lagi hasil yang ditemukan dalam organisme kecil ini. Pengobatan jenis baru, mungkin? Suplemen nutrisi? Tak seorang pun tahu lebih baik dari IBMT. “CCCryo” kami (http://cccryo.fraunhofer.de) telah tumbuh menjadi koleksi alga kriofilik terbesar dunia. Ini terdiri atas lebih dari 370 jenis alga dari 75 genus dan 125 spesies—banyak di antaranya belum pernah didokumentasikaan oleh tim ilmu pengetahuan.

Dr. Thomas Leya mengepalai Working Group di Extremophile Research & Biobank CCCryo bagian Fraunhofer IBMT. Dari beberapa ekpedisi penelitian, Dr. Leya dan timnya telah berhasil memindahkan beraneka jenis alga ke sebuah kultur massa stabil, dengan demikian menyediakan jalan bagi aplikasi industrial.

Selain itu, seluruh sampel disimpan dengan cryo untuk bahan penelitian jangka panjang di cryobiobank yang telah menjadi identitas institusi tim ekspedisi. Tim menawarkan jenis alga dengan karakteristik spesial, seperti protein antibeku dan lainnya yang menghasilkan bioreagen (karotenoid rantai panjang, antioksidan, pigmen), atau ekskresi gel khusus.

Bagaimana lanjutan tim ekspedisi dan menghasilkan apa? (Bahan diolah dari Adventures with snow algae and polar bears  tulisan Profesor Günter Fuhr, direktur Fraunhofer Institute for Biomedical Engineering IBMT).

Simak Petualangan Alga Salju (2)
Menyimpan Potensi Bisnis yang Luar Biasa

 

 

 

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda