SENSOR CAHAYA (1)

Mengontrol Mesin dengan Cahaya, Begini Rahasianya

0
44
Interkoneksi Li-Fi dibanding menggunakan plug dan kabel.(Sumber foto/©: Fraunhofer IPMS)

Bagian metalik yang secara runtut dibuat dengan mesin, dilubangi, kemudian diperhalus  atau bisa jadi bahan makan atau bodi—berupa ragam komponen yang dirakit menjadi mobil.

Interkoneksi Li-Fi dibanding menggunakan plug dan kabel.(Sumber foto/©: Fraunhofer IPMS)

Era digital driver atau melania ditandai dengan  hubungan  yang serba praktis, mudah, dan sangat  cepat—menyamai kecepatan cahaya.  Sedangkan mesin industri yang terhubung ke pusat kontrol (pengawasan) yang secara eksklusif melalui kabel.

Akan tetapi, konektor kabel dan plug dapat mengalami kerusakan pada saat pemakaian (penggunaan) dan kemudian terjadi pengelupasan seiring waktu atau bertambahnya usia kabel tersebut. Apakah kabel-kabel  yang rusak diganti?

Advertisement

Bisa saja namun bakal terjadi inefisiensi—sementara mesin harus tetap beroperasi agar produksi tidak terganggu.  Bisnis harus tetap berlangsung.

Kondisi atau keadaan tadi justru menginspirasi para peneliti untuk  mengembangkan sistem transmiter nirkabel dengan menggunakan sinar infra merah.

Sekarang ini, banyak produk yang dibuat dengan cara menyusun di mana material awal berjalan dari satu stasiun ke stasiun berikutnya. Ini bisa jadi berupa bagian metalik yang secara runtut dibuat dengan mesin, dilubangi, kemudian diperhalus  atau bisa jadi bahan makan atau bodi—berupa ragam komponen—mobil yang bergerak dari satu robot ke bagian lainnya pada jalur pemasangan atau perakitan.

Secara tipikal, semua mesin pada jalur produksi terhubung dengan kabel ke pusat kontrol yang mengatur keseluruhan proses produksi, dan tipe pengaturan ini secara normal akan bekerja dengan baik.

Meski demikian, hal akan menjadi sulit ketika produknya diubah, atau jika jalur pemasangannya mengalami modernisasi atau perlu dicari alternatifnya untuk alasan tertentu.

Baca juga :   Lebih Kuat dari Baja dan Lebih Ringan dari Sutra, Cocok untuk Apa?

Pada kasus-kasus tersebut, kabel data perlu dipindahkan dan diikatkan dengan aman, dan seluruh konektor plug harus dikembalikan pada tempatnya lagi sebelum produksi dapat dimulai lagi.

Remot kontrol televisi

“Sistem saat ini tak hanya membutuhkan banyak waktu, ini juga rentan terhadap kesalahan,” kata Dr. Frank Deicke dari Fraunhofer Institute for Photonic Microsystem (IPMS) di Dresden, Jerman.

“Hal ini disebabkan karena kabel dapat menjadi rusak dan konektor plug menjadi longgar.”

Bagaimana mengatasinya?  Deicke dan timnya mengembangkan sebuah metode alternatif untuk mengirimkan data dalam pengaturan di sektor industri.

Sistem yang mereka ciptakan mampu mengirimkan informasi melalui sinar infra merah–teknologi yang sama seperti digunakan pada remot kontrol televisi atau alat pelindung kendaraan yang bersuara kencang jika disentuh oleh benda yang mencurigakan seperti pencuri mobil.

Meski demikian, sistem Deicke jauh lebih kuat dibandingkan dengan remot TV yang berkualitas baik, sebagaimana data yang digunakan untuk mengontrol mesin produksi harus dikirimkan ke dalam nilai yang jauh lebih besar.

Bagaimana cara menstransfer data dengan cahaya?  (Bahan diolah dari Controling machines using light tulisan Tim Schröder, Fraunhofer)

 

 

 

Advertisement

Tulis Opini Anda