LABORATORIUM KEMASAN

Mengirimkan Karya Pablo Picasso ke Palestina

0
7
Sebuah lukisan karya Picasso dikemas secara hati-hati dalam sebuah peti pengiriman (Foto/© Christian Kryl)

Produk industri, koleksi pribadi, bahan cair, bernyawa atau benda mati yang dikirimkan dari satu tempat ke tempat lain—misalnya antarnegara—harus terjamin keselamatannya tiba di alamat tujuan. Salah satu faktor penentu keselamatan barang tersebut tiba di tujuan adalah kemasan yang tepat. Barang diangkut melalui udara, laut, truk, atau kereta api.

Sebuah lukisan karya Picasso dikemas secara hati-hati dalam sebuah peti pengiriman (Foto/© Christian Kryl)

Bagaimana cara mengirimkan  Buste de Femmesebuah lukisan karya Pablo Picasso dari desa Van Abbemuseum kota Eindhoven, Belanda menuju ke Palestina? Fisik lukisan itu tidak boleh tersentuh atau tertekan pada saat pengiriman. Bagaimana caranya? Para peneliti spesialis memeras otak untuk mensimulasikan kondisi pengiriman lukisan yang sesungguhnya. Para ahli mencoba mensimulasikan proses pengiriman dengan sesungguhnya selama perjalanan dari Belanda ke Palestina. Sumilasi itu diuji coba di sebuah laboratorium.

Selamat tanpa goresan

Advertisement

Untuk memastikan paket selamat tanpa tergores selama perjalanan, lukisan tersebut dikemas dalam sebuah peti khusus. Penanganan kemasan itu dikembangkan oleh perusahan ekspedisi Hasenkamp yang berbasis di Cologne. Perusahaan itu mengkhususkan bisnisnya pada pengangkutan karya seni—seperti lukisan—bekerjasama dengan para ahli kemasan Fraunhofer Institute for Material Flow and Logistics IML di Dortmund, Jerman.

Petugas tidak bisa hanya sekadar menempatkan sebuah karya seni dalam peti kemas. Tidak ada jaminan bahwa lukisan itu aman dan tidak rusak. Ketika perjalanan menuju alamat  tujuan (penerima) tidak seorang pun yang dapat mencegah getaran yang menyebabkan lukisan rusak, demikian Gerrit Hasselmann manajer proyek laboratorium pengemasan di IML. Gerrit menuturkan, beberapa tahun lalu, timnya  mengembangkan sebuah sistem untuk mengangkut karya seni dengan cara menggantungkan  lukisan dalam dalam sebuah peti.

Para ahli kemasan memberikan masukan tentang segala aspek transportasi barang—tidak  hanya pada waktu pengiriman atau saat lukisan dibutuhkan misalnya untuk dipamerkan. Oleh karena itu, karya-karya seni—termasuk porselen—sering diangkut melalui udara, laut, jalan darat, atau kereta api. Segala kemungkinan yang dapat menimpa lukisan dianalisis sedemikian detail sesuai dengan syarat dan ketentuan penanganan dan pendistribusian barang. Jika ada pelanggan yang akan mengirimkan paket berupa bantalan bola (ball bearings), maka para ahli (kemasan) dapat memutuskan, apakah barang itu dikemas dalam kotak  kayu atau kardus?

Di laboratorium, para peneliti IML menyimpan atau memindahkan dengan menggunakan palet, menumpuk, mengguncang dan menggoyang, mengerem dan melaju, memuat dan membongkar bantalan bola tersebut dalam kondisi kehidupan nyata (real-life). Para peneliti pun membantu menemukan cara terbaik untuk merakit setiap beban unit dengan mempertimbangkan kondisi iklim di sepanjang rute pengiriman paket.

Menurut Wikipedia, beban unit atau unit load merupakan gabungan beberapa kemasan menjadi unit tunggal yang beratnya bisa mencapai ribuan kilogram dan tetap mudah dipindahkan. Tujuan perakitan beban unit itu adalah untuk mensimulasikan kondisi kehidupan nyata dan seakurat mungkin yang dilakukan di lingkungan laboratorium. Pada Mei 2012, para peneliti mendapatkan bantuan tambahan untuk mewujudkan tujuan itu melalui suatu sistem uji coba yang secara realistis mampu memproduksi tekanan dan manuver pengereman dan beban yang menimpa barang ketika kendaraan berbelok di tikungan.

Armada truk pengangkut barang berliuk-liuk menelusuri jalan yang berkelok-kelok, terjal, mendaki atau menurun, namun barang—seperti lukisan—harus aman sampai ke alamat tujuan penerima. (Foto: Album PT Puninair Logistics)

Tim ahli di Dortmund mempunyai pengalaman selama bertahun-tahun di bidang ini. Laboratorium pengemasan pertama kali membuka layanannya pada tahun 1986. Sejak  saat itu banyak perusahaan menemukan solusi kemasan yang tepat sesuai kebutuhan mereka.

“Sekitar dua pertiga pelanggan adalah produsen kemasan. Mereka tertarik menggunakan bahan-bahan baru, tetapi ingin memastikan bahwa bahan-bahan tersebut cocok untuk transportasi barang. Mereka sendiri memiliki pelanggan yang juga mencari jaminan kualitas yang sama dan ketenangan pikiran ketika mengetahui bahwa kemasan sudah sesuai dengan standar mutu internasional,” kata Ralf Wunderlich salah satu bagian dari tim lab sejak didirikan. Para peneliti memulai dengan menguji kotak atau pembungkus individual sebelum dilanjutkan dengan memeriksa bagaimana setiap beban unit dirakit dan memeriksa apakah kemasan tersebut cukup kuat menghadapi benturan dan guncangan selama pengiriman.

“Bagian 22 dari Peraturan Lalu Lintas Jalan Jerman (German Road Traffic Regulations) menetapkan bahwa setiap beban unit harus seperti blok beton. Beban unit harus mampu menahan semua beban dinamis yang terjadi ketika mengangkut sesuatu dengan truk, seperti pengereman darurat, perubahan jalur jalan raya, dan dampak langsiran dalam perjalanan kereta api,” kata Wunderlich. Beban unit juga harus bisa bertahan terhadap semua faktor iklim dan beban struktural yang menimpa selama penyimpanan, dan itulah sebabnya mengapa para ahli menggunakan ruang lingkungan khusus untuk mensimulasikan kondisi panas dan dingin. Mereka juga menguji berapa berat beban yang bisa ditanggung oleh peti dan menentukan cara terbaik untuk merakit sebuah beban unit optimal.

Sekitar 40 persen pelanggan laboratorium lainnya adalah perusahaan yang mengalami masalah ketika mengangkut barang-barang. Misalnya perusahaan yang ingin mencari tahu mengapa semakin banyak produk yang mengalami kerusakan dalam perjalanan. Dalam kasus seperti itu, para ahli memulai dengan memeriksa berbagai komponen jaringan distribusi. Mereka menyelidiki kendaraan apa yang dipergunakan, seberapa jauh barang diangkut, apakah perusahaan tersebut mulai menggunakan perusahan kargo baru, dan apakah kemasan telah diubah.

Baca juga :   Mudah Temukan Kargo & Monitor Produk dari Manufaktur hingga Rak Supermarket

Kemudian mensimulasikan proses transportasinya di laboratorium. Umumnya, penyebab kerusakan dapat ditemukan relatif cepat. Para peneliti menemukan bahwa getaran di atas truk menggores permukaan plastik film yang digunakan untuk melindungi barang-barang seperti LCD monitor, atau barang-barang tersebut tidak ditangani secara semestinya. Kasus lain adalah masalah dalam beberapa situasi, di mana kemasan juga membantu tujuan pemasaran. Dengan kata lain, produk tersebut akan dipajang di rak-rak dengan menggunakan kemasan yang sama yang dipergunakan untuk pengangkutannya.

Mengamankan produk-produk tersebut hingga ke tempat tujuan adalah tantangan logistik nyata. Kadang-kadang, kemasan produk individual baik-baik saja, tetapi beban unit ditangani dengan buruk, jelas Gerrit Hasselmann yang menguraikan beberapa isu yang biasa ditangani oleh laboratorium itu. Para ahli IML kerap merekomendasikan penggunaan tipe kemasan baru, misalnya kotak kawat (wire box) dan bukan palet standar.

Menguji kemasan

Para peneliti baru-baru ini mendapatkan peralatan baru yang memungkinkan mereka mensimulasikan pengereman dan belokan dengan tingkat presisi tinggi. Sistem Uji Dampak Horizontal (Horizontal Impact Test System – HITS) yang dikembangkan untuk tujuan ini menelan biaya lebih dari setengah juta euro dan telah disesuaikan secara khusus untuk kebutuhan para peneliti IML.

“Sebelum HITS, kami praktis hanya bisa mensimulasikan beban maksimum-misalnya simulasi bagaimana kotak berubah bentuk atau menjadi cacat pada angka akselerasi maksimum 20 m/d². Sekarang kami bisa mereproduksi beberapa kekuatan kecil yang bekerja pada kardus selama pengiriman dan mensimulasikannya pada periode waktu yang lebih lama. Ini membuat perbedaan besar pada unit-unit kemasan, karena dampak dari beban yang dikenakan selama durasi waktu yang lebih lama berbeda dengan efek kekuatan maksimum. Sebagai contoh, kami dapat mensimulasikan efek pengereman dengan akselerasi 8m/d² selama seribu milidetik dan mereproduksinya selama jarak pengereman keseluruhan. Dan kami dapat mensimulasikan hal yang sama untuk dampak langsiran,” kata Hasselmann.

Sistem Uji Dampak Horizontal baru memiliki panjang 17 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 2,8 meter, setara dengan ukuran badan truk. Sistem ini dapat menggabungkan dua palet pada suatu waktu, dengan bobot 1.500 kilogram, dan menempatkan pada kedua palet tersebut beban transportasi kehidupan nyata. Para insinyur bisa menyelidiki metode terbaik mengemas setiap jenis beban unit untuk pengiriman dengan cara mengikatkan barang-barang tersebut pada palet dengan menggunakan tali, kerudung (shrink hood) atau plastik film (stretch films), dan mengkaji solusi terbaik mana yang memenuhi persyaratan pada masing-masing kasus.

Tujuannya adalah menggunakan sesedikit mungkin bahan untuk menghemat uang dan menjaga kelestarian sumber daya. Hasil yang diperoleh para peneliti IML memberikan manfaat nyata bagi pelanggan: “Jika sebuah perusahaan mengirim 150 palet sehari, maka biaya bungkusan dan kemasan plastik film memiliki dampak yang sangat nyata pada laporan keuangan mereka,” kata Hasselmann.

Pada akhir tahun 2011, Ovis Wende mentransformasi fasilitas pengujian seluas 1500 m2 tersebut menjadi semacam tempat pameran untuk umum. Wende adalah profesor di bidang seni untuk ruang publik dan scenography (kajian dan praktik desain untuk penampilan). Dia bekerja di departemen desain di Dortmund University of Applied Sciences and Arts.

Wende mengembangkan konsep desain artistik fasilitas pengujian itu dibantu oleh mahasiswa pascasarjana Rafael Cichy. Tujuannya adalah menciptakan identitas visual atraktif pada laboratorium dan sistem pengujian yang akan menarik perwakilan perusahaan yang sedang mempertimbangkan untuk menggunakan jasanya.

Para peneliti ingin pengunjung mendapatkan nuansa visual dari kemampuan teknis yang ditawarkan fasilitas itu. Penataan baru menciptakan jalur yang jelas di dalam fasilitas, sekaligus menonjolkan unsur visual tertentu dan memunculkan rincian penting, tambah  Wende.

Para desainer memilih warna abu-abu yang sangat ringan dan jelas untuk dinding, langit-langit dan rute sirkulasi, yang kontras dengan warna abu-abu gelap dan sejuk pada rak, mesin, dan area kerja. Untuk menonjolkan dan mengilustrasikan apa yang ada dalam fasilitas tersebut, dinding depan berwarna merah di pintu masuk menampilkan kutipan-kutipan dan potret tokoh penting kontemporer, sementara museum yang berisi seleksi spesimen uji coba berada di seberangnya.

Grafik cuaca dan peta pada pintu ruang lingkungan dan getaran memberikan acuan visual pada masing-masing metode pengujian. Fasilitas ini dapat dengan cepat dan mudah beralih dari mode operasi ke mode presentasi dengan mengaktifkan sistem pencahayaan yang kian memperkuat efek visual keseluruhan tanpa mengganggu kerja para ahli. (Isolde Rötzer, Informasi: www.fraunhofer.de/magazine)

Advertisement

Tulis Opini Anda