Meneliti Bumi dari Luar Angkasa

0
19

Pengukuran radio-teleskop memungkinkan untuk menghasilkan data penginderaan bumi dengat ketepatan tinggi—termasuk waktu, pergerakan lempeng tektonik, kutub magnetik, dan perubahan axis (sumbu) bumi.

Surveying earth
Piringan teleskop radio dipasang pada observatorium Yebes di Spanyol berukuran diameter lebih dari 30 meter. Teleskop ini melayani instalasi pengujian penerima gelombang radio performa tinggi milik para peneliti. (Sumber foto/©:  Instituto Geográfico Nacional) 

Lembaga Fraunhofer Institute for Applied Solid State Physics IAF di Freiburg, Jerman, bekerja sama dengan Instituto Geográfico Nacional dan University of Cantabria di Spanyol. Kerja sama bertujuan untuk mengembangkan amplifier sensitif dengan frekuensi tinggi—pelengkap teleskop radio—digunakan sebagai alat penelitian ilmiah.

Advertisement

Amplifier itu sangat minim kebisingan, dioperasikan pada suhu – (minus) 251 Celsius dan mampu menyediakan data hasil survei bumi dengan akurasi yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Para ilmuwan menggunakan teleskop radio berbasis bumi untuk menangkap gelombang radio yang dipancarkan oleh quasar.

Quasar adalah obyek bercahaya dengan tenaga berasal dari lubang hitam supermasif, dikelilingi sebuah cakram material bercahaya. Lokasinya terletak pada jantung galaksi beberapa miliar tahun cahaya jaraknya dari planet rumah kita. Quasar sangat jauh. Ketika diobservasi dari bumi, Quasar tampak seperti titik cahaya tak bergerak—dijadikan sebagai  obyek referensi ideal yang bermanfaat sebagai titik sumber dalam survei bumi.

Tujuan lain, informasi ini berguna untuk menentukan jalur orbital satelit secara lebih akurat. Teknologi amplifier IAF telah diimplementasikan dalam sebuah teleskop radio yang dibangun pada observatorium astronomi Yebes di Spanyol, dan dioperasikan oleh Instituto Geográfico Nacional. (Sumber: Fraunhofer 1/16)

Incoming search terms:

Baca juga :   Robot Ubah Energi Cair Menjadi Mekanis
Advertisement

Tulis Opini Anda