Proses manufakturing (4)

Memroduksi Tanpa Bahan-Bahan Mentah yang Murni

0
9
Tanpa penggunaan bahan bakar minyak, mereka menggunakan kayu sebagai bahan bakar untuk plastik dan bahan kimia. Limbah kayu kemudian diurai ke dalam unsur lignin dan selulosa.

Tanpa penggunaan bahan bakar minyak, mereka menggunakan kayu sebagai bahan bakar untuk plastik dan bahan kimia. Limbah kayu kemudian diurai ke dalam unsur lignin dan selulosa.

Tanpa penggunaan bahan bakar minyak, mereka menggunakan kayu sebagai bahan bakar untuk plastik dan bahan kimia. Limbah kayu kemudian diurai ke dalam unsur lignin dan selulosa.
Tanpa penggunaan bahan bakar minyak, mereka menggunakan kayu sebagai bahan bakar untuk plastik dan bahan kimia. Limbah kayu kemudian diurai ke dalam unsur lignin dan selulosa.

Teknologi-teknologi informasi dan komunikasi bisa membantu konservasi sumber daya. Para pakar dari Fraunhofer Institute for Algorithms and Scientific Computing SCAI di Sankt Augustin telah mengembangkan sebuah software sebagai solusi untuk mengoptimalisasikan penggunaan bahan dan ruang. Solusi ini sekarang telah digunakan oleh lebih dari 7000 perusahaan di seluruh dunia.

Aplikasi yang paling terkenal antara lain AutoNester (untuk pengaturan optimalisasi otomatis pada desain-desain tekstil, kulit, bahan-bahan logam dan kayu) serta PackAssistant (untuk optimalisasi penggunaan dari ruang wadah). Sumbangan penting dari software ini adalah untuk bagian-bagian yang dipotong dari logam, kayu atau kulit yang menurunkan jumlah limbah material sebanyak 30 persen.

Advertisement

Manufakturing bahan aditif juga sungguh hemat material. Manufaktur produk-produk dari lapisan-lapisan bubuk secara langsung membentuknya berdasarkan data rancangan. Manufakturing bahan aditif tidak hanya membutuhkan peralatan-peralatan khusus tetapi juga cetakan-cetakan, sehingga keuntungan yang diberikannya adalah hampir tidak adanya limbah karena bubuk yang sisa bisa digunakan lagi dengan mudah. Fraunhofer Additive Manufacturing Alliance saat ini sedang bekerja untuk menciptakan bahan-bahan dan metode-metode baru yang menjadikan manufakturing bahan aditif dapat digunakan dengan layak bagi industri.

Efisien, ergonomis, dan keamanan emisi

Manufakturing yang hemat sumber daya menjadikan kita mampu untuk bekerja secara ekonomis ketika bahan-bahan mentah langka. Tetapi para peneliti Fraunhofer sudah berpemikiran jauh ke depan. Tujuannya adalah agar bisa berproduksi tanpa memerlukan lagi bahan-bahan mentah yang murni, sehingga hanya menggunakan sumber-sumber daya yang kita konsumsi.

Terima kasih pada kemampuan manusia yang secara bebas mampu menyediakan beragam teknologi yang efisien untuk mengatasi berbagai masalah pada proses produksi dan manufaktur. (Sumber foto: http://www.tpv.si)
Terima kasih pada kemampuan manusia yang secara bebas mampu menyediakan beragam teknologi yang efisien untuk mengatasi berbagai masalah pada proses produksi dan manufaktur. (Sumber foto: http://www.tpv.si)

“Upaya ini mensyaratkan pendaur ulangan yang konsisten. Menggunakan bahan-bahan mentah terus-menerus dan mengembalikannya kepada aliran proses produksi bertujuan untuk menghemat sumber daya alam,” tegas Profesor Fritz Klocke, Ketua dari Fraunhofer Group for Production.

Para peneliti baru saja menyelesaikan proyek Sesudah Hari Esok berjudul “Penyortiran Molekuler” yang berkaitan dengan bagaimana melakukan upaya ini. Mereka bekerja untuk menciptakan teknik-teknik baru untuk manufakturing di dalam aliran bahan-bahan dengan siklus yang tertutup. Fokusnya di sini adalah pada proses-proses baru untuk pemisahan bahan. Fraunhofer juga mendirikan Project Group for Materials Recycling and Resource Strategies IWKS di Alzenau dan Hanau.

Dengan bekerja bersama para pengusaha pabrik, para peneliti sedang berusaha untuk merancang dan merakit produk-produk dengan cara tertentu sehingga masing-masing komponen individual bisa berpotensi untuk digunakan kembali. Sebagai penyuplai bagi industri otomotif, Bosch telah memiliki berbagai keberhasilan dalam hal manufakturing ulang. Produksi ulang Bosch menggunakan mesin starter, generator, pompa pendingin udara, pendistribusi panas atau pompa penyuntik diesel, dan pada tahun 2010 sendiri telah menghasilkan 3,3 juta suku cadang untuk digunakan kembali.

Baca juga :   Memerlukan Koordinasi Lintas Perusahaan

Kemungkinan yang lainnya adalah dengan menggunakan kotoran organik dan sumber daya bermanfaat yang dapat diperbaharui. Jalan ini telah dipilih misalnya oleh Fraunhofer Center for Chemical-Biotechnological Processes CBP di Leuna. Tanpa penggunaan bahan bakar minyak, mereka menggunakan kayu sebagai bahan bakar untuk plastik dan bahan kimia. Limbah kayu kemudian diurai ke dalam unsur lignin dan selulosa. Dengan berkolaborasi bersama dua belas mitra dari industri dan lembaga-lembaga penelitian, para peneliti di CBP telah mengembangkan sebuah teknik agar mereka bisa menggunakan material kayu sebanyak 80 hingga 90 persennya.

Manufaktur produk-produk lainnya yang berbasis minyak secara tradisional juga bisa menggunakan sumber daya yang dapat diperbaharui. Para peneliti di Fraunhofer Institute for Process Engineering and Packaging IVV telah berhasil memanipulasi biopolimer-biopolimer di dalam air untuk membuatnya lebih kental, sehingga menjadi bisa digunakan sebagai oli. Oli pendingin yang bebas minyak dan bahan mineral sekarang telah siap digunakan di dalam industri pengolahan logam.

Tibalah saatnya bagi sumber daya paling berharga milik Jerman, yaitu tenaga kerja terampilnya, dimana kemapanan setara dengan kepatutan. Orang-orang di Jerman saat ini hidup dan bekerja lebih lama dibandingkan dengan sebelumnya, yang menjadikan isu-isu tentang perlindungan kesehatan dan ergonomi di tempat kerja sebagai hal yang terpenting. Garis produksi di masa depan terbagi ke dalam tiga pilar, yaitu efisiensi, keamanan emisi-emisi, dan ergonomi.

Tantangan utamanya adalah untuk menjadikan otonomi energi pada proses-proses produksi, sehingga garis-garis produksi mampu ditegakkan secara independen dari pasokan-pasokan energi eksternal sekurang-kurangnya untuk beberapa waktu. Garis yang sedemikian rupa itu saat ini sedang dirancang di IWU. Pada tahun 2013, organisasi penelitian tentang “produksi yang efisien sumber daya” diharapkan mulai meletakkan perkembangan dan kemajuan saat ini kepada pengujian yang berdasarkan pada kondisi-kondisi nyata pada organisasi.

“Penggunaan yang optimal akan sumber daya yang tersedia membuat organisasi di masa depan mampu untuk tetap bersaing secara meyakinkan,” tegas Presiden Fraunhofer Neugebauer. Inovasi-inovasi yang melahirkan efisiensi mengurangi kebutuhan Jerman untuk mengimpor bahan-bahan mentah dan energi, sehingga tidak hanya menguntungkan bagi industri, tetapi juga bagi keseluruhan perekonomian Jerman. (Diolah dari Efficient Manufacdturing Process tulisan Birgit Niesing, Fraunhofer)

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda