Kacamata Data (1)

Membantu Perawatan Mesin

0
0
Apakah gambar ini adlah pria atau wanita? Aapakah dia sedang sedih, marah, terkejut atau senang? Perangkat lunak SHORE™ mampu mendeteksi kondisi wajah yang sedang emosi atau tidak. (Sumber foto/©: Fraunhofer IIS)

Gambar dari kamera terintegrasi ke kacamata data dan diteruskan ke pabrikan. Para teknisi on site  di bagian akhir memiliki pandangan yang sama tentang mesin. Potensi bisnis kacamata data sangat besar karena mempunyai ragam manfaat.

Apakah gambar ini adlah pria atau wanita? Aapakah dia sedang sedih, marah, terkejut atau senang? Perangkat lunak SHORE™ mampu mendeteksi kondisi wajah yang sedang emosi atau tidak. (Sumber foto/©: Fraunhofer IIS)
Apakah gambar ini adlah pria atau wanita? Aapakah dia sedang sedih, marah, terkejut atau senang? Perangkat lunak SHORE™ mampu mendeteksi kondisi wajah yang sedang emosi atau tidak. (Sumber foto/©: Fraunhofer IIS)

Perangkat lunak yang bernama Google Glass dan eyewear cerdas  buatan Google telah lama  menembus pasar Amerika Serikat (AS). Akan tetapi,  software itu masih penuh dengan perdebatan di Jerman. Para pakar di Jerman mempertanyakan proteksi data jika menggunakannya.

Meski banyak pertentangan di kalangan pakar,  diakui bahwa komputer yang dibuat berbentuk mini itu memiliki potensi bisnis yang demikian besar. Contohnya, perangkat ini dapat membantu para penyandang autis mengenali ekspresi wajah–sejalan dengan hukum proteksi data.

Advertisement

Banyak orang yang tampak  seperti terus melekat permanen pada telepon cerdas milik mereka, dan komputer berbentuk Laptop atau tablet selalu berada di genggaman. Pada masa depan, kita tidak perlu lagi  memasukkan tangan  ke dalam kantong untuk  mendapatkan data yang kita butuhkan. Sebaliknya, data yang kita butuhkan  begitu mudah muncul di depan  mata yakni arah penglihatan dengan menggunakan  kacamata data.

Kacamata data ini memperlihatkan informasi tepat di depan mata, yang diketahui sebagai realitas tambahan. Akan tetapi,  hal yang menggembirakan bagi penggemar teknologi tersebut—memiliki  grup proteksi data yang menggeliat yang keluar dari tempatnya—semenjak  kacamata data tersebut bergantung pada kamera yang (pengguna) dapat sambungkan ke internet melalui telepon cerdas mereka.

Pada dasarnya, kacamata data tersebut membuat Anda untuk memotret dan merekam seseorang tanpa diketahui. Hari dan tanggal peluncuran kacamata data ini  di Jerman tidak jelas. Timbul  perdebatan panas di Jerman, apakah produk yang telah diluncurkan di AS  itu—utamanya Google Glass yang  dapat dijual bebas di Jerman? Perhatian tentang proteksi data tersebut  dengan menggunakan kacamata data  itu merupakan  pelanggaran keleluasan pribadi. Di sisi lain, banyak ahli setuju bahwa kacamata data cerdas itu memiliki potensi bisnis  yang besar.

Bebas tanpa gunakan  kertas

Kacamata data memiliki serangkaian kegunaan dalam dunia kerja. Misalnya, para peneliti di Fraunhofer Institute for Applied Information Technology FIT yang  bekerja sama dengan perusahaan farmasi  Bayer AG. Tim ahli  mengembangkan sebuah perangkat lunak yang membantu ahli kimia dalam pekerjaan mereka sehari-hari. Seorang ahli kimia mirip seperti koki yang memiliki formula atau resep, dan harus mengumpulkan berbagai “bahan”  agar mereka dapat mengikuti sebuah proses untuk membentuk substansi khusus—biasanya beberapa bahan dalam satu waktu.

Sejauh ini, tim ahli harus bergantung pada seperangkat kertas dalam proses tersebut. “Apa yang kami lakukan adalah membuat  seluruh proses lebih mudah dengan mengumpulkan seluruh informasi yang relevan bagi ahli kimia menggunakan kacamata cerdas,” kata Dr. Leif Oppermann kepala departemen di  Fraunhofer FIT.

Baca juga :   Manfaat Berserver di Awan

Selain pencarian melalui laboratorium dengan selembar kertas di tangan, ahli kimia mendapat informasi yang mereka butuhkan pada kacamata data mereka. Ketika mereka berdiri di depan rak tempat menyimpan bahan kimia, tim ahli melihat daftar bahan di depan mata  mereka. Jika mereka bekerja di ruang yang penuh asap, mereka dapat melihat struktur kimia substansi yang disiapkan di bidang pandang mereka. Tim ahli juga dapat melihat  instruksi tentang langkah selanjutnya dalam proses pekerjaan.

Sementara Google Glass memulai kembali debat  tentang proteksi data, namun yang terjadi adalah perangkat sejenis buatan pabrikan lain justru telah tersedia di Jerman.

“Sekarang kita dapat mengimplementasikan ide yang kita buat pada  tahun-tahun belakangan ini,” kata Prof. Wolfgang Prinz, kepala sebuah grup penelitian di FIT. “Kacamata data tersebut adalah perangkat keras yang kami tunggu untuk kami teliti.” Selain itu, penelitian ini sangatlah beragam, mulai dari permainan komputer ke keamanan hingga konstruksi. Salah satu contohnya adalah perawatan mesin.

Teknisi on site sering tertekan ketika masuk pada proses memperbaiki berbagai macam mesin yang berbeda. Para teknisi itu butuh dukungan manajemen pabrik. Dukungan ahli sering mengalami perjalanan panjang untuk menyelesaikan b erbagai masalah di lapangan, karena penjelasan yang diberikan melalui telepon seringkali sulit dimengerti.  Oleh karena itu, kacamata data sangat bermanfaat  seabagai alat  solusi masalah.  Contohnya  ketika karyawan menggunakan kacamata data maka kolega yang bekerja di pabrik dapat menampilkan informasi yang relevan dan tepat pada display.

Gambar dari kamera terintegrasi dalam kacamata yang disampaikan ke pabrikan. Orang atau  teknisi on site  di bagian akhir memiliki pandangan yang sama tentang mesin. Bagaimana cara kacamata data mengenal wajah dan emosi? Apa manfaat kacamata data pada bidang konstruksi dan CAD (computer-aided design)?  (Bahan diolah dari Always Online tulisan Janine van Ackaren, Fraunhofer 2.2015)

Simak artikel selanjutnya dengan topic Kacamata Data (2)
Mampu Mengenal Wajah dan Emosi

Advertisement

Tulis Opini Anda