National Instruments (2)

Membantu 30.000 Perusahaan di Dunia

0
9
Perangkat lunak Data Acquisition sangat penting bagi tiap organisasi seperti perusahaan agar mampu melakukan proses takaran pada elektrikal seperti voltase, temperature, tekanan, jaringan dan suara. (Sumber foto: National Instruments)

Jika ingin produk atau jasa berdaya saing tinggi di pasar global, sebaiknya gunakan teknologi inovasi dan otomasi. Tag line ini penting bagi para pelaku industri manufaktur, energi, tambang, makanan dan minuman serta dunia pendidikan.

Perangkat lunak Data Acquisition sangat penting bagi tiap organisasi seperti perusahaan agar mampu melakukan proses takaran pada elektrikal seperti voltase, temperature, tekanan, jaringan dan suara. (Sumber foto: National Instruments)
Perangkat lunak Data Acquisition sangat penting bagi tiap organisasi seperti perusahaan agar mampu melakukan proses takaran pada elektrikal seperti voltase, temperature, tekanan, jaringan dan suara. (Sumber foto: National Instruments)

Dengan perangkat lunak yang terbuka dan perangkat keras modular, turur Goh Yih-Hsiung Regional Sales Manager ASEAN, National Instruments (NI)  berusaha membantu untuk menurunkan biaya uji semikonduktor.

Penggunaan System Test Semiconductor (STS) sudah dimulai sejak tahun 2014 dengan menambahkan fitur semikonduktor khusus di atas terbuka, platform yang PXI standar industri.

Advertisement

Tahun ini, NI telah meningkatkan produktivitas pengembangan tes melalui modul TestStand yang dirancang khusus untuk kebutuhan uji semikonduktor dari karakterisasi produksi.

Dengan The TestStand Semiconductor Modul menawarkan fungsi yang unik untuk menguji semikonduktor yang mampu mengurangi biaya pengembangan dan meningkatkan hasil produksi.

NI membuka kantor di Jakarta tahun 2011. Sebelumnya, perusahaan di Indonesia membeli  produknya dari perusahaan yang berkantor di Malaysia dan Singapura. Salah satu produk NI  yang digunakan yang berfungi sebagai monitoring  pembangunan Beijing National Stadium—dikenal dengan Bird’s Nest—sarana olah raga Olimpiade 2008.

Ada pun organisasi yang telah menggunakan produk NI meliputi, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Thredio Engineering, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Swiss German University, dan  Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). PNJ bekerja sama  dengan NI yang membangun  fasilitas LabVIEW Academy.

LabVIEW di Politeknik Negeri Jakarta

Dengan fasilitas  LabVIEW Academy di PNJ bidang edukasi maka perguruan tinggi ini memiliki kurikulum kelas dan metode pengajaran. Para mahasiswa berkesempatan melatih diri dan penelitian dengan  menggunakan perangkat lunak desain sistem LabVIEW buatan NI. Dengan menguasai LabVIEW para mahasiswa PNJ mempunyai kompetensi di bidang inovasi yang lebih baik.

Baca juga :   Malaikat Pelindung Kita Selama 24 Jam

Sementara itu, telah berdiri LabVIEW Team Indonesia—forum diskusi dan terbuka bagi para pihak yang ingin mendalami LabVIEW—baik aplikasi pengukuran mau pun pengendalian proses (Measurement and Automation).

User group LabVIEW Team Indonesia berkedudukan di Laboratorium Instrumentasi dan Kontrol, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Jakarta. Forum ini mempunyai motto, Bersama Memajukan Bangsa Indonesia di Bidang Measurement & Automation, dan telah beranggotakan lenbih dari 200 orang.

Bukan hanya sektor pendidikan yang menggunakan perangkat lunak buatan NI. Sektor tambang, energi, manufaktur, dirgantrara, otomotif, dan industri makanan dan minuman juga bisa menggunakan produk NI. Lebih dari 30.000 perusahaan di dunia telah menggunakan software buatan NI.

Salah satu contoh teknologi inovasi buatan NI adalah teknologi inovasi yang bermanfaat menyimpan susu agar tetap dalam kondisi segar. Tenaga yang digunakan adalah diesel. Prototipe buatan  National Instruments itu berhasil menyimpan susu segar di India selama waktu yang dibutuhkan, dan kondisi susu tetap baik saat dikonsumsi.

Eksper NI barangkali dapat diminta untuk membuatkan perangkat  lunak yang dapat digunakan untuk menyimpan tahu dan bahan baku makanan—termasuk daging ayam—sehingga para pebisnis dan pengecer makanan di Indonesia, tidak menggunakan bahan formalin sebagai pengawet bahan makanan.

Simak artikel selanjutnya dengan topik National Instruments (1)
Manfaatkan Potensi Insinyur Indonesia

Advertisement

Tulis Opini Anda