BISNIS SPECTRUM-DEMATIC (1)

Mari Rebut dari Malaysia dan Singapura

0
8
Peresmian kerja sama bisnis antara Spectrum Group (Indonesia) dan Dematic group (Jerman) yang dihadiri oleh (kiri-kanan) Mahendra Rianto Ketua Harian Asosiasi Logistik Indonesia, Bob Chua Direktur Pemasaran Dematic Asia Pacific, Sandy Christianto Gunardi Presiden Direktur PT Intramega Global anak usaha Spectrum Group, dan Henry Wibisono pendiri Spectrum Group. (Foto: Rayendra L. Toruan)

Pertumbuhan masyarakat kelas menengah dan pertumbuhan e-commerce kian menggoda para pelaku bisnis logistik untuk meningkatkan kinerja supply-chain.  

Peresmian kerja sama bisnis antara Spectrum Group (Indonesia) dan Dematic group (Jerman) yang dihadiri oleh (kiri-kanan) Mahendra Rianto Ketua Harian Asosiasi Logistik Indonesia, Bob Chua Direktur Pemasaran Dematic Asia Pacific, Sandy Christianto Gunardi Presiden Direktur PT Intramega Global anak usaha Spectrum Group, dan Henry Wibisono pendiri Spectrum Group. (Foto: Rayendra L. Toruan)
Peresmian kerja sama bisnis antara Spectrum Group (Indonesia) dan Dematic group (Jerman) yang dihadiri oleh (kiri-kanan) Mahendra Rianto Ketua Harian Asosiasi Logistik Indonesia, Bob Chua Direktur Pemasaran Dematic Asia Pacific, Sandy Christianto Gunardi Presiden Direktur PT Intramega Global anak usaha Spectrum Group, dan Henry Wibisono pendiri Spectrum Group. (Foto: Rayendra L. Toruan)

Pemilik dan pendiri Spectrum Group, Henry Wibisono senyum-senyum saat menyasikan penanda tanganan dokumen kerja sama bisnis  antara  PT Intramega Global dan Dematic Group (Jerman) di salah satu ruang pertemuan di hotel Shangri-la, Jakarta.

Dengan kerja sama itu salah satu anak usaha Spectrum Group yakni PT Intramega Global memasuki babak baru: menerapkan pelayanan berbasis teknologi otomasi ciptaan Dematic. Pelayanan Intramega kian optimal yang berkaitan dengan pasokan, distribusi jasa, dan solusi logistik. Oleh sebab itu, Intramega berpeluang meningkatkan pertumbuhan bisnis logistik sesuai dengan peningkatan sektor logistik di Indonesia  dalam 2 tahun terakhir ini yang pertumbuhannya di atas 15 persen meski menurun pada tahun 2015.

Advertisement

Henry menjelaskan, Spectrum yang didirikan pada tahun 2000 itu merupakan grup perusahaan manufaktur produk—meliputi  lini bisnis dengan spesifikasi solusi layanan yang berbeda masing-masing  rak toko/supermarket, meja kasir, peralatan toko, pintu baja tahan api (produksi PT Spectrum Unitec), solusi sistem pengarsipan, dan manajemen konten perusahaan (layanan PT Spectrum FileForce).  

Ia menambahkan pihaknya juga melayani jasa produksi perabotan kayu,  perabotan rotan, dan kombinasi produk yang ditangani PT Real Lustrum. Sementara PT Intramega Global yang dikomandani oleh Sandy Christianto Gunardi  fokus pada segmen solusi sistem penyimpanan pergudangan dan material-handling.

Yang menandatangani surat kerja sama itu adalah Presiden Direktur  PT Intramega Global Sandy Christianrto Gunardi dan Bob Chua Direktur Marketing Dematic Asia Pacific yang berkantor di Kuala Lumpur, Malaysia. Agenda penting itu disaksikan oleh Gan Eng Tech Direktur Real-Time Logistics ASEAN (Malaysia), Philip Makowski Marketibg Development Manager Dematic Pty Ltd (Australia), Nyoman Ari Wijaya Direktur PT Intramega Global, para karyawan Spectrum Group, dan Mahendra Rianto  Wakil Ketua Asosiasi Logistik Indonesia.   

Ekspor ke 14 negara

Didukung oleh lebih dari 300 orang karyawan, Spectrum Group melayani berbagai segmen bisnis yang terdiri dari retailer, farmasi, food and beveragecold storage, dan sektor  otomotif. Spectrum berlokasi di Tangerang, Banten dengan  lahan seluas 3,5 hektar yang  2,5 hektar digunakan sebagai tempat mesin-mesin produksi, kantor, dan showroom agar para relasi dapat melihat contoh-contoh produk.

Selain memenuhi permintaan dalam negeri, antara lain  Carrefour, Metro, Alfamart, Indomaret,  lembaga pemerintah, dan perbankan (file system), sebagian produk  diekpsor ke lebih 14 negara yang terdapat di Asia, Afrika, Australia, Amerika Selatan, dan Timur Tengah.

Manurut Henry, manajemen yang baik di  sektor logistik ditandai dengan laporan barang yang masuk dan ke luar lengkap terdata secara sistematis. Hal itu dapat tercapai dengan penggunaan teknologi otomatisasi yang diemplementasikan di gudang lebih-lebih pada area lahannya kurang memadai.

Dengan menggunakan teknologi otomasi buatan Dematic—merupakan supplier terkemuka di bidang teknologi otomatisasi yang terintegrasi lengkap dengan piranti lunak—Sandy menuturkan bahwa pihaknya siap bersaing dengan perusahaan-perusahaan logistik dari Malaysia dan Singapura yang selama ini lebih dominan menguasai bisnis logistik di Asia Tenggara.   

Mahendra Rianto Ketua Harian Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) mengakui   bahwa Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5 persen, seharusnya bisnis logistik lebih kita kuasai. “Dengan dukungan fundamental ekonomi yang kuat dan investasi yang terus meningkat, sektor logistik akan memainkan peran besar di Indonesia,” jelas Mahendra. Ia menambahkan masih ada pelaku industri di Indonesia seperti sektor otomotif mendatangkan suku cadang dari gudang yang berlokasi di Malaysia atau Singapura.   

Menurut Bob Chua, Indonesia merupakan negara potensial dengan 250 juta populasi, pertumbuhan kelas menengah yang terus meningkat, pasar e-commerce yang terus berkembang—merupakan faktor pendukung pertumbuhan industri supply-chain.

Advertisement

Tulis Opini Anda