Lafarge Membangun Pabrik Semen di Langkat dengan Rp3-5 triliun

0
17

PT Lafarge Cement Indonesia akan  membangun sebuah pabrik semen di Langkat,  Sumatera Utara. Lafarge ajan membangun pabrik berkapasitas 1,5 juta ton semen per tahun atau lebih dengan nilai investasi berkisar Rp 3-5 triliun.

“Harusnya prosesnya perizinanan dan lain-lain sudah berjalan,  tetapi hingga dewasa ini belum juga karena manajemen terfokus pada perbaikan dan pembangunan pabrik semen di Lho Ngah Aceh pascatsunami,” kata Vice Presiden CSR and Communications PT Lafarge Cement Indonesia,  Nuke Prabandari.

Advertisement

“Harus diakui,  semua mulai dari awal lagi dan manajemen sendiri komitmen dengan penjagaan lingkungan.   Oleh karena itu,  dalam proses rencana investasi itu dilakukan dengan berkonsultasi dengan semua yang terkait,” katanya.

Dia menolak menyebut rencana investasi maupun kapasitas pabrik yang dibangun PT Lafarge Cement Indonesia itu dengan dalih tidak ingat pasti.   “Yang pasti,  minat investasi membangun pabrik semen di Langkat itu memang ada,”  katanya.

Menteri Perindustrian,  MS Hidayat,  mengakui kepada www.tender-indonesia.com, direksi Lafarge mengaku ingin berinvestasi pabrik semen di Langkat,  Sumatera Utara sekitar Rp3-5 triliun.

Sementara itu, REPUBLIKA.CO.ID, melaporkan bahwa penjualan semen domestik pada Oktober 2011 meningkat 22% menjadi 4,7 juta ton, dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 3,8 juta ton. Ini seiring bergairahnya sektor infrastruktur dan properti.

“Selama ini, dua sektor itu menjadi penyerap terbesar semen,” ujar Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Urip Timuryono, Jumat. Urip menyatakan, pertumbuhan pada Oktober lebih rendah dibanding September yang mencapai 52%. Sementara pada Agustus, penjualan turun 3%.

Baca juga :   Mampu Menembus Kegelapan dan Kabut

Urip memprediksi penjualan semen sepanjang tahun ini bisa naik 8%. Tahun lalu, penjualan mencapai 40 juta ton dari kapasitas terpasang industri sebesar 53 juta ton setahun. Sampai Oktober 2011, penjualan semen mencapai 39 juta ton.

Pengamat semen dari Kim Eng Securities, Lucky Ariesandi menilai, Pulau Jawa masih menjadi motor penjualan semen domestik. Kontribusinya terhadap total penjualan bisa mencapai 19%. “Kami kira total penjualan sampai akhir tahun bisa tumbuh 11 persen,” menurut dia.

Dia menilai, saat ini perusahaan semen menghadapi tantangan dari meningkatnya biaya energi. Di samping itu, produsen semen lokal bakal menghadapi persaingan dengan pemain baru.

Saat ini, konsumsi semen per kapita Indonesia mencapai 172 kg. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan dengan ASEAN lainnya, seperti Malaysia dan Vietnam sebesar 600 kg dan 400 kg.

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda