Krakatau Steel Siapkan Belanja Modal Rp4 triliun

0
5

PT Krakatau Steel (KRAS) Tbk akan menyiapkan belanja modal sekitar US$400-450 juta (setara dengan Rp3,6-4 triliun) pada tahun 2012.   Belanja modal akan digunakan untuk mendanai proyek-proyek perusahaan yang sedang maupun akan berjalan hingga 2014.   “Kami akan menggunakan untuk proyek power plant,  blast furnace,  dan revitalisasi fasilitas produksi,” ujar Direktur Keuangan Krakatau Steel Sukandar.

Perusahaan akan mendapatkan dana dari kas internal dan pinjaman perbankan untuk membiayai belanja modal.  Komposisi antara kas internal dan pinjaman perbankan adalah 30% berbanding 70%.

Advertisement

Tahun 2012,  perusahaan baja ini telah menyiapkan enam proyek,  antara lain revitalisasi fasilitas produksi, pengolahan bijih besi Kalimantan Selatan,  dan pembangunan pabrik baru blastfurnace.   Selain itu,  modernisasi fasilitas steel-making,  ekspansi hot strip mill,  pengembangan infrastruktur,  dan pembangunan perusahaan patungan Krakatau Steel dengan Posco.

Kontrak sebagian besar proyek ini sudah ditandatangani.   Dananya sebagian besar sudah dicairkan,  sebagian lainnya masih dinegosiasikan.

Dari belanja modal itu,  menurut Sukandar,  sebagian besar akan digunakan untuk pembangunan pabrik baja bertanur tinggi atau blast furnace.   Pabrik yang termasuk dalam kontrak Engineering,  Procurement,  Construction (EPC) itu membutuhkan dana sekitar US$528,9 juta.   Perusahaan sudah mendapat penawaran pinjaman senilai US$450-470 juta dari konsorsium Shuma Bank.

Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang mengatakan,  proyek besar itu diprediksi akan selesai pada 2014. Perusahaan ini juga berniat melakukan ekspansi hot strip mill (HSM) sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi menjadi 3,5 juta ton per tahun.

Baca juga :   Industri Ditarget Tumbuh 10 Persen

“Saat ini tengah dilakukan kajian teknisnya yang diperkirakan akan rampung pada 2014,” kata Direktur Utama PTKS Fazwar Bujang di Jakarta.

Sebelumnya, KRAS telah melakukan finalisasi revitalisasi fasilitas produksi HSM yang tuntas pada Mei 2011. Hal itu berdampak pada peningkatan kapasitas produksi menjadi 2,4 juta ton per tahun dari sebelumnya 2 juta ton per tahun.

Saat ini perseroan melakukan revitalisasi fasilitas produksi pada direct reduction plant (DRP) dan slab steel plant (SSP) yang ditargetkan rampung pada kuartal I dan III 2012.  (Sumber: Media Indonesia dan tender-indonesia.com)

Advertisement

Tulis Opini Anda