PENGEMBANGAN USAHA

Krakatau Steel Garap Energi, Pipa, Dermaga dan Air Bersih

0
49

Pembangunan pabrik combine cycle power plan, dermaga, pipa electric resistance welded, dan integrated steel mill senilai US$2,66 miliar rampung tahun 2013. Bermitra dengan Nippon Steel & Sumitomo Metal Coorporation, Krakatau Steel menghasilkan baja untuk sektor manufaktur otomotif seperti Toyota, Hino, dan Nissan.

131501-01a

Meski pendapatan PT Krakatau Steel Tbk dari penjualan produk baja yang tercapai baru 90 persen (Oktober 20130, perusahaan yang berlokasi di Cilegon provinsi Banten ini sedang menggarap bisnis energi, dermaga, pabrik pipa, proyek air bersih, dan kawasan industri. Pembangunan pabrik dan infrastruktur proyek-poryek itu mendekati perampungan.

Advertisement

Misalnya pembangunan proyek combine cycle power plan (CCPP) berada di bawah manajemen anak usaha PT Krakatau Daya Listrik yang berkapasitas 120 megawatt (MW). Produksi dugunakan di pabrik Krakatau Steel yang tentu saja mengurangi biaya produksi listrik sebesar 20 persen dari PLN. Bahkan sebagian listriknya dialirkan kepada masyarakat di daerah sekitar lokasi industri dan pabrik.

Sementara itu,   PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) sedang menyelesaikan pembangunan dermaga berkapasitas sandar kapal sebesar 200.000 dead weight tonnage (DWT) yang beroperasi akhir tahun 2013. Perusahaan ini menangani throughtout yakni bongkar muat sebesar 11 juta ton per tahun dengan penghasilan senilai US$28 juta.

Pembangunan pabrik pipa electric resistance welded (ERW) ditangani anak usaha PT KHI Pipe Industries (KHI) dengan kapasitas 150.000 ton per tahun. Proyek ini bakal mengisi proyek pip gas jalur Gresik-Semarang dengan nilai US$180 juta hingga US$190 juta yang dapat direalisasikan pada kuartal ke-2 tahun 2014.

Penawaran terendah dan air bersih

Pihak manajemen Krakatau Steel  optimistis memenangkan proyek pembangunan pipa gas jalur Gresik-Semarang itu karena angka penawaran terendah (lowest bidder) lebih signifikan dibanding besar penawaran yang diajukan oleh perusahaan-perusahaan pesaing.   .

Tanpa menjelaskan angka penaran dan nama perusahaan-perusahaan pesaing,  Direktur Utama Krakatau Steel Irvan Kamal Hakim menuturkan jika tender proyek pipanisasi itu dapat dimenangkan oleh perseroannya,  maka anak usaha PT KHI Pipe Industries akan bertindak sebagai penyedia bahan pipa.

Demikian pula anak usaha PT Krakatau Tirta Industri (KTI) sedang membangun proyek penyediaan air bersih. Ribuan karyawan  PT Krakatau Posco, PT Krakatau Steel, dan masyarakat di sekitar warga di lokasi kedua pabrik itu membutuhkan air bersih dan telah disediakan oleh Krakatau Steel. Akan tetapi, kebutuhan air bersih terus meningkat.

Setelah menambah mesin-mesin produksi air bersih,  kini KTI mampu menjual air bersih sebanyak 1.598 liter per detik yang sebelumnya hanya 1.015 liter per detik. Dengan meningkatkanya penjualan air bersih itu, KTI memperoleh peningkatan penghasilan sebesar US$5 juta dari penjualan air bersih.

131501-01b

Krakatau Steel berharap mendapat aliran dari proyek lain yakni dari sektor properti. Untuk itu, manajemen membangun kawasan industri dengan mengembangkan luas lahan dari 75 ha hingga 400 hektar yang digarap selama 2 hingga 3 tahun. Kawasan industri itu dikelola oleh anak usaha PT Krakatau Industrial Estate Cilegon.

Meski Krakatau Steel mengekspansi bisnis ke sektor lain, bisnis utama yakni produk baja tetap ditingkatkan melalui anak usaha PT Krakatau Posco—perusahaan yang berkerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan. Pabrik  integrated steel mill dibangun dengan investasi sebesarUS$2,66 miliar berkapasitas 3 juta ton liquid steel per tahun—berupa produk slab baja sebanyak 1,5 juta, dan plate 1,5 juta ton per tahun.  per tahun,  terdiri dari 1,5 juta ton produk slab baja dan 1,5 juta ton plat baja.

Baca juga :   Kita Masih Kekurangan Produk Baja

Direktur Utama PT Krakatau Steel  Irvan Kainal Hakim menjelaskan bahwa  pembangunan proyek Krakatau Posco tinggal tiga persen. Perlu dicatat bahwa tahun 2012, Krakatau Steel sukses membangun pabrik baja yang produknya digunakan sebagai bahan baku otomotif. Pabrik baja khusus untuk otomotif itu dibangun melalui PT Krakatau Nippon Steel Sumikin perusahaan yang didirikan bekerja sama dengan Nippon Steel & Sumitomo Metal Coorporation perusahaan milik pengusaha asal Jepang.

131501-01c

Produk baja diserap oleh manufaktur otomotif seperti Toyota, Hino, dan sedang dijajaki kerja sama dengan Nissan. Permintaan Toyota atas produk  baja meningkat dari 300 ton menjadi 1.000 ton per bulan.  Krakatau Steel berusaha meningkatkan kebutuhan Toyota hingga 2.000 ton per bulan, sementara pangsa pasa pasar baja produksi Krakatau Steel  untuk sektor otomotif yang dicapai baru sebesar 7 persen. 

Bermitra dengan perusahaan asing

Krakatau Steel juga menjalin kemitraan dengan pihak asing yakni Natsteel Asia Ptd Ltd dan PT Marubeni Itochu Steel Indonesia yang produksinya digunakan untuk prepabrikasi. Baja produksi perusahaan patungan itu mampu menghasilkan 70.000 ton baja per tahun. Perusahaan patungan itu menanamkan investasi sebesar US$22,2 juta.

Bagaimana dengan produksi PT Krakatau Steel sendiri? PT Krakatau Steel menaikkan kapasitas produksi hampir dua kali lipat 3,15 juta ton (Oktober 2013) menjadi 6 juta ton pada 2014–  sejalan dengan pengoperasian pabrik baja patungan dengan Pohang Iron & Steel Company (Posco) tahap I mulai akhir tahun 2013.

Sekretaris Perusahaan Krakatau Steel Wisnu Kuncara menuturkan kepada jurnalis, bahwa pembangunan pabrik itu mencapai 97 persen yang   dijadwalkan selesai pada waktu yang ditargetkan. Pabrik baru tersebut  beroperasi secara bertahap mulai Desember 2013, langsung melakukan percobaan dan beroperasi secara  optimal mulai awal tahun 2014. Pabrik yang menelan investasi US$2,7 miliar itu memiliki komposisi kepemilikan saham 30 persen (PT Krakatau Steel) dan 70 persen saham dimiliki oleh  Posco.

Pabrik itu memproduksi bahan baku baja berupa pelat dan slab yang digunakan oleh berbagai sektor industri seperti industri  galangan kapal,  otomotif,  konstruksi, dan sektor manufaktur lainnya yang beroperasi di Indonesia. Pabrik tersebut diharapkan mampu memasok kebutuhan Krakatau Steel  yang saat ini sedang melaksanakan proyek peningkatan kapasitas pabrik hot strip mill.(Diolah dari berbagai sumber seperti tender-indonesia.com dan KONTAN)

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda