EKSPANSI MANUFAKTUR

Kian Bertumbuh, JUNG Asia Masuk ke Indonesia

0
9
Pameran mesin dan alat produksi
Pameran mesin dan alat produksi yang diselenggarakan di Indonesia selalu menarik bagi pembuat mesin dan perakayasa teknologi dari berbagai negara. (Foto: Rayendra L. Toruan)

Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) diluncurkan pada Juni 2014. Pertumbuhan sektor manufaktur mencapai dua digit,  misalnya industri alat angkut, mesin, dan peralatannya naik 10,54 persen.

Pameran mesin dan alat produksi
Pameran mesin dan alat produksi yang diselenggarakan di Indonesia selalu menarik bagi pembuat mesin dan perakayasa teknologi dari berbagai negara. (Foto: Rayendra L. Toruan)

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan industri manufaktur nasional tumbuh dua digit dalam lima tahun ke depan. Target itu, didasarkan pada tren pertumbuhan sektor manufaktur yang selalu di atas pertumbuhan ekonomi sejak tahun 2011.

Sekjen Kemenperin Anshari Bukhari mengatakan, target itu menjadi bagian dari Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN).

Advertisement

Sementara itu, Kemenperin mencatat pertumbuhan industri manufaktur nasional tahun 2013 mencapai 6,10 persen. Pertumbuhan tertinggi dinikmati oleh industri alat angkut, mesin, dan peralatannya yang tercatat 10,54 persen, disusul industri logam dasar besi dan baja sebesar 6,93 persen, industri barang kayu dan hasil hutan lainnya sebesar 6,18 persen, serta industri tekstil, barang kulit, dan alas kaki sebesar 6,06 persen.

“Untuk tahun 2014, melihat kondisi saat ini dan realisasi tahun 2013, target tumbuh 7 persen adalah upaya maksimal yang bisa kami tetapkan. Sementara itu, kami membidik, sektor manufaktur nasional tumbuh dua digit dalam lima tahun ke depan. Yakni, di atas 10 persen. Tahun 2020, diharapkan sudah dua digit,” kata Anshari di sela Workshop Kemenperin tentang Pendalaman Kebijakan Industri Untuk Wartawan di Kuta, Bali.

Pameran Manufaktur
Pameran Manufaktur di Surabaya dipadati para pelaku industri. (Sumber foto: Pamerindo Indonesia)

Untuk mencapai target dua digit tersebut, kata Anshari, pemerintah akan melakukan berbagai upaya. Yakni, mendorong hilirisasi industri dengan melaksanakan kebijakan pemanfaatan sumber daya alam (SDA) untuk bahan baku industri di dalam negeri. Selain itu, pembangunan dan pengembangan saranan dan prasarana industri, termasuk infrastruktur, serta dukungan insentif baik fiskal maupun non fiskal. Dan, pembentukan lembaga pembiayaan khusus industri.

Baca juga :   Puninar Logistics Distribusi Coil Produk Krakatau Steel dengan Truk Marcedes-Benz Axor

“Kalau langkah-langkah itu dijalankan, target tumbuh dua digit dalam lima tahun akan tercapai. Saat ini, kami sedang menyusun asumsi-asumsi untuk target itu. Sedangkan, draft RIPIN kami jadwalkan rampung bulan Juni 2014. Target dan asumsi-asumsi pertumbuhan tadi akan dimuat di RIPIN itu. Pelaksanaan RIPIN itu nanti melalui kebijakan industri nasional,” kata Anshari.

Ekspansi ke pasar Indonesia

Sementara itu, menjelang Asean Economic Community yang berlangsung tahun 2015, potensi pasar industri perangkat listrik yang belum di garap, mendorong perusahaan bernama JUNG Asia Pte Ltd—produsen perangkat instalasi listrik menertapkan Indonesia sebagai ekspansi bisnis.

Meski demikian, tutur Clement Koh, General Manager JUNG Asia, pada tahap awal ini, pihaknya belum mempunyai target penjualan dan masih fokus meningkatkan brand awareness kepada para calon konsumen di Indonesia.

JUNG Asia Pte Ltd adalah anak perusahaan langsung dari A. JUNG GmbH dan Co KG, khususnya saklar listrik dan sistem termasuk switch, soket, dimmer dan pengamat.

Purwanto, Country Manager JUNG Indonesia mengatakan, produk JUNG juga  mencakup sistem inovatif untuk mengendalikan fitur di rumah seperti pencahayaan, tirai, atau pengatur suhu, yang didasarkan pada teknologi nirkabel dan KNX, serta pengatur intercom, dan multimedia. (Diolah dari berbagai sumber seperti tender-indonesia.com, dan lain-lain)

Advertisement

Tulis Opini Anda