METROLOGI

Kereta Inpeksi Memuluskan Perjalanan Penumpang dan Logistik

0
9
Dilengkapi dengan sistem laser baru, kereta inspeksi juga akan dapat digunakan untuk memeriksa rute kecepatan tinggi. (Foto/©: Fraunhofer PHT)

Kereta inspeksi LiMez III memeriksa jaringan kereta api secara cepat dan tepat untuk memastikan para penumpang dan barang-barang tiba di tempat tujuan dengan selamat. Sistem pengukuran canggih ini mendeteksi hambatan terkecil sekalipun.

Dilengkapi dengan sistem laser baru, kereta inspeksi juga akan dapat digunakan untuk memeriksa rute kecepatan tinggi. (Foto/©: Fraunhofer PHT)
Dilengkapi dengan sistem laser baru, kereta inspeksi juga akan dapat digunakan untuk memeriksa rute kecepatan tinggi. (Foto/©: Fraunhofer PHT)

Kereta yang terlihat aneh ini bisa terlihat di trek pada malam hari. Alih-alih membawa penumpang, kereta ini membawa sistem pengukuran serta para teknisi. Mereka sedanf bertugas untuk mengevaluasi trek dan lingkungan trek serta menemukan hambatan-hambatan, baik yang besar maupun yang kecil. Tiang yang rusak, petunjuk yang jatuh dan cabang-cabang pohon merupakan potensi bahaya bagi kereta yang lewat.

Jalur yang bersih harus dipastikan sebelum kargo besar lewat, atau sebelum trek digunakan oleh perusahaan-perusahan kereta api lainnya. Akan tetapi, kereta inpeksi yang digunakan hingga saat ini memiliki satu kelemahan karena sangat lambat. Kereta-kereta tersebut menyusuri rel pada kecepatan 30 km/jam, dan tidak cocok untuk jalur kecepatan tinggi.

Advertisement

Oleh karena itu, kereta pengukuran baru yang cepat membuka jalan ke depan. Kereta ini telah dikembangkan oleh para ilmuwan di Institut Fraunhofer untuk Teknik Pengukuran Fisika (Physical Mea­surement Techniques) PHT dengan para mitra dari FIT Engineering Network GmbH dan Metronom Automation GmbH berdasarkan kontrak dengan Deutsche Bahn AG.

Investasi yang dilakukan oleh jawatan Kereta Api Jerman membuahkan hasil. Kereta pengukuran profil pengawasan baru yang dinamai  LIMEZ III tidak lagi menghambat operasional kereta api. Kereta ini bisa menginspeksi trek dengan kecepatan hingga 100 km/jam dan juga dapat digunakan pada siang hari. Sekalipun berkecepatan tinggi, sistem pengukuran mengidentifikasi dan mengklasifikasikan obyek hingga setipis satu milimeter.

Aircraft buatan EACP yang juga memiliki alat metrologi sehingga tidak saling tabrakan saat demo di udara. Sumber foto: http://www.eacp-aero.eu/)
Aircraft buatan EACP yang juga memiliki alat metrologi sehingga tidak saling tabrakan saat demo di udara. Sumber foto: http://www.eacp-aero.eu/)

Dengan sistem laser kereta inspeksi dapat digunakan memeriksa rute kecepatan tinggi

Inti dari sistem ini adalah dua pemindai laser yang menonjol di bagian depan kereta seperti dua antena pendek. Keduanya mengukur profil pengawasan pada frekuensi satu megahertz yang tak tertandingi. Gerhard Stasek Manajer Teknologi Baru dan Paten di PHT, menjelaskan sistem yang model pendahulunya sudah beroperasi di jaringan metro Singapura.

Baca juga :   Warga Makin Nyaman di Kota yang Cerdas

“Sebuah cermin putar yang sangat cepat memproyeksikan dua sinar laser untuk memindai lingkungan dengan gerakan spiral. Hal ini memungkinkan dua penampang area tersebut terdata pada setiap putaran. Jika sinar mengenai suatu hambatan, maka hambatan tersebut terrefleksikan dan diambil oleh detektor. Jika hambatan menonjol ke bagian membujur trek, sinar bergerak kembali pada jarak yang lebih pendek dan waktu transit cahaya berubah.

“Sistem pengukuran menganalisis perbedaan waktu  dan menghitung seberapa jauh hambatan tersebut. Selain itu, pemindai juga memantau lingkungan trek langsung. Empat kamera di atas lokomotif merekam perjalanan. Dengan demikian sistem dapat membandingkan rekaman video dengan data yang diukur, dan gambar tiga dimensi yang mulus bisa diproduksi.

Ada 14 komputer di atas kereta yang menyimpan dan mempraproseskan data dalam volume yang sangat besar. Stasek menjelaskan bahwa sebuah tim inti yang terdiri dari 30 orang ahli menghabiskan waktu 14 bulan untuk mengerjakan proyek itu.

LiMez II dengan sistem foto yang dikembangkan menjadi LiMez III—kereta inspeksi pada jalur kereta api penumpang dan kereta logistik. (Sumber foto: Deutsche Bahn AG)
LiMez II dengan sistem foto yang dikembangkan menjadi LiMez III—kereta inspeksi pada jalur kereta api penumpang dan kereta logistik. (Sumber foto: Deutsche Bahn AG)

Kereta Api Jerman menginspeksi seluruh jaringan rel kereta api—jalur sepanjang 35.000 kilometer—dua sampai tiga kali setahun. Sistem baru memudahkan pekerjaan kru pemeliharaan rel kereta api. Segera setelah inspeksi, mereka diberi daftar yang menunjukkan perubahan penting pada lingkungan trek.

Kombinasi cerdas sensor optik dan alat evaluasi data baru yang kini digunakan pada sistem rel kereta api pada prinsipnya juga dapat digunakan untuk menginpeksi rute perjalanan di darat dan air. (Marion Horn; www.fraunhifer.de/magazine)

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda