PT INKA

Kereta Api Buatan Madiun Beroperasi di Bangladesh

2
77
Proses pengapalan gerbong kereta api buatan PT INKA dan telah dioperasikan oleh Bangladesh Railway. (Sumber foto: finance.detik.com)

Sonar Bangla Express (SBE) adalah kereta api berpenumpang 746 orang. SBE—buatan INKA—melintasi rute Dhaka-Citagong. Madiun menerima US$73 juta hasil ekspor 150 gerbong ke Bangladesh dan masih memesan 250 gerbong.

Proses pengapalan gerbong kereta api buatan PT INKA dan telah dioperasikan oleh Bangladesh Railway. (Sumber foto: finance.detik.com)
Proses pengapalan gerbong kereta api buatan PT INKA dan telah dioperasikan oleh Bangladesh Railway. (Sumber foto: finance.detik.com)

Satu perusahaan pelat merah menggelindingkan presrasinya lagi yakni PT Industri Kereta Api (INKA) yang berlokasi di Madiun, Jawa Timur. INKA sukses mengapalkan 15 unit gerbong ke Bangladesh pada Maret 2016. BangIadesh telah memesan 150 unit gerbong penumpang yang dikapalkan melalui pelabuhan Tanjung Perak, Surbaya.

Total ekspor ke-150 unit  gerbong itu bernilai US$73 juta yang diselesaikan pada Agustus 2016. INKA memilih kapal berbendera merah-putih untuk mengangkut  semua gerbong KA ke Bangladesh. Tindakan INKA merupakan salah satu bentuk/praktik nasionalisme. Proyek pembuatan 150 gerbong itu didapatkan dari tender ketat yang diikuti oleh beberapa perusahaan seperti CNR Tangshan  dan CSR Nanjing Puzhen (perusahaan milik Tiongkok) dan Rites India.   

Advertisement

Yang menggembirakan lagi, sebagian besar bahan baku—tingkat kandungan lokal—mencapai 70 persen disuplai oleh 30 peusahaan lokal. Sedangkan material  30 persen yang masih diimpor itu karena perusahaan di Indonesia belum mampu membuatnya. Jika perusahaan lokal sanggup menyediakannya maka INKA akan menggunakan 100 persen raw materials buatan Indonesia.  

Selain bekerja sama dengan 30 perusahaan penyuplai bahan baku,  INKA pun didukung oleh tiga BUMN (Badan Usaha Milik Negara) lainnya yakni PT Krakatau Steel, PT Barata, dan PT Pindad. Penggunaan raw materials  buatan lokal tentu saja menghemat devisa sekaligus mendorong  perkembangan industri pendukung.  

Sukses memenangkan tender, INKA juga mengikuti tender proyek lain yang ditawarkan Bangkladesh senilai US$150 juta. Tawaran lain berasal dari Thailand senilai US$20 juta, Pakistan yang besar proyeknya US$200 juta, Myanmar, dan Vietnam. INKA juga menerima pesanan 44 unit gerbong dari PT Kereta Api Indonesia.

Oleh karena itu, pihak INKA harus bekerja cermat, profesional, tepat waktu, dan  menjaga persyaratan teknis produksi, akurat, dan kualitas produk. Kita akui bahwa gerbong  kereta penumpang buatan Madiun ini sudah teruji sejak tahun 20014—ketika INKA mengekspor produknya.

Australia menamakan kereta buatan INKA dengan Container Wagon Bodies dan Blizzard Center Sills, Filipina menyebutkannya Locomotive-GE Lokindo, Malaysia mengoperasikan Freight Wagon, Ballast Hopper Wagon adalah nama KA di Thailand, sedangkan di  Singapura bernama Flat Wagon dan Wheel Wagon—semuanya buatan PT INKA.  

Kerja sama Developing Eight (D-8)

Baca juga :   Pelindo Investasi Rp1,5 triliun di Teluk Lamong Jawa Timur

Kabar lain yang menggembirakan adalah permintaan Mesir agar INKA membangun pabrik gerbong kereta api, kepala truk, membangun fasilitas perawatan, dan perbaikan di negeri Piramid itu. Untuk merealisasikan pendirian pabrik di Mesir itu, INKA membutuhkan modal yang besar. Akan tetapi, manajemen INKA optimis dapat mengerjakannya karena mempunyai 3.200 orang karyawan terlatih. Kini INKA mampu memproduksi 200 gerbong penumpang dan 1.000 unit gerbong kereta barang setiap tahun.

Jika sukses mendirikan pabrik di Mesir, maka bisnis INKA akan berlanjut ke negara-negara di sekitar Mesir yakni Timur Tengah. Harap dicatatat, bahwa Indonesia adalah salah satu anggota Developing Eight (D-8) termasuk Mesir, Bangladesh, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.

Pada sidang The 9th Working group on Industrial Cooperation dan The 5th Ministerial Meeting D-8 on Industrial Cooperation di Kairo, Mesir, belum lama ini telah disepati kerja sama di bidang industri. Sebagai negara yang sudah mampu mengekspor gerbong penumpang dan logistik, tentu saja  INKA berpeluang  mengikuti proyek (tender) di delapan anggota D-8.   

PT INKA bediriri pada  29 Agustus 1981 di Madiun. Penentuan lokasi  dan pendirian pabrik berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. (Sumber bahan diolah dari KOMPAS.com, TEMPO.co, Bisnis,co, dan sebagainya)

Advertisement

2 KOMENTAR

Tulis Opini Anda