RODA UKUR

Kemulusan Trem di Rel yang Bermasalah

1
21
Roda ukur rel kereta api LBF®R-Wheelos untuk analisis beban dan regangan bermanfaat bagi sistem transportasi umum. (Foto/©: Fraunhofer LBF)

Trem harus melewati berbagai kendala saat melintasi persilangan dan bagian rel yang tidak rata. Sebuah roda ukur baru menentukan gaya yang terjadi dalam proses tersebut. Data yang dikumpulkan membantu memperbaiki jaringan rel secara sistematis. Roda ukur pernah ditampilkan di pameran Innotrans di Berlin, Jerman.

Roda ukur rel kereta api LBF®R-Wheelos untuk analisis beban dan regangan bermanfaat bagi sistem transportasi umum. (Foto/©: Fraunhofer LBF)
Roda ukur rel kereta api LBF®R-Wheelos untuk analisis beban dan regangan bermanfaat bagi sistem transportasi umum. (Foto/©: Fraunhofer LBF)

Penggunaan roda ukur sudah menjadi prosedur standar bagi produsen mobil. Roda tersebut menentukan beban yang ditransfer ke kendaraan melalui roda ketika kendaraan berbelok di tikungan dan melewati persilangan rel, yang pada gilirannya membantu insinyur mendesain kendaraan dengan tepat.

Roda ukur juga digunakan oleh operator sistem kereta api untuk menemukan bagian-bagian rel yang tidak rata atau persilangan yang memberikan tekanan tertentu pada kendaraan. Data tersebut kemudian membantu teknisi untuk memperbaiki bagian-bagian ini secara sistematis.

Advertisement

Beberapa kesulitan tertentu muncul dalam kasus di mana gaya vertikal dan lateral berinteraksi, misalnya saat berbelok di tikungan. Gaya-gaya tersebut tidak mudah dibedakan dengan menggunakan instrumen pengukuran tradisional, dan sejauh ini belum dimungkinkan membedakan antara gaya longitudinal dan momentum yang terjadi selama akselerasi dan pengereman. Di samping itu, roda ukur konvensional tidak dilengkapi dengan unit-unit suspensi dari karet seperti yang digunakan untuk trem.

Streetcars atau trem dilengkapi dengan alat yang bisa mendeteksi hambatan di rel saat melintas. (Sumber foto : http://www.jtafla.com/)
Streetcars atau trem dilengkapi dengan alat yang bisa mendeteksi hambatan di rel saat melintas. (Sumber foto : http://www.jtafla.com/)

Para peneliti di Institut Fraunhofer untuk Ketahanan Struktural dan Realibilitas Sistem (Structural Durability and System Reliability) LBF di koita, Jerman Darmstadt  telah mengembangkan roda ukur rel kereta api yang dapat membedakan gaya-gaya berbeda dan secara akurat menentukan gaya kontak yang terjadi antara roda dan rel.

Baca juga :   Proses Konstruksi Lancar Tanpa Mengusik Mamalia Laut

“Tidak seperti instrumen konvensional, yang hanya mengukur dua dimensi, roda ukur LBF®.R-Wheelosm mendeteksi enam secara penuh (full six),” ungkap Michael Kieninger, direktur pusat kompetensi untuk analisis beban dan regangan di LBF. “Ini termasuk gaya vertikal, lateral dan longitudinal serta momentumnya masing-masing.”

Lubang membuat perbedaan

Caranya adalah melemahkan roda dengan secara sistematis membuat lubang ke dalamnya, menciptakan pola seperti jari-jari. “Ini menghasilkan area-area yang bereaksi hanya pada gaya vertikal sementara yang lain hanya berekasi terhadap gaya lateral,” jelas Kieninger.

Gaya yang ditransmisikan ditunjukkan oleh hampir seratus ukuran regangan yang saling berhubungan, yang secara strategis dipasang pada jari-jari. Teknologi pengukuran baru ini untuk pertama kalinya diterapkan pada sebuah roda dengan unit suspensi karet. Sistem ini secara akurat mencatat semua perilaku dinamis dalam proses pengukuran. (Janine Drexler; www.fraunhofer.de/magazine)

 

Advertisement

1 KOMENTAR

Tulis Opini Anda