Kelonggaran Batas Investasi ASEAN Mulai 2012

1
5

Foreign Direct Investment yang masuk ke ASEAN US$75,75 miliar

Kebijakan bersama negara-negara anggota ASEAN mengenai kelonggaran kepemilikan asing dalam investasi langsung mulai berlaku awal 2012. Rahmat Pramono, Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kementerian Luar Negeri, mengatakan seluruh anggota ASEAN sudah melakukan ratifikasi ASEAN Comprehensive Investment Agreement atau Persetujuan Penanaman Modal Menyeluruh ASEAN.

“Pemerintah baru mendapat kabar, Pemerintah Thailand yang terakhir belum melakukan ratifikasi akhirnya meratifikasi sehingga penanaman modal menyeluruh ASEAN akan efektif berlaku tahun depan,” kata Rahmat, ketika dihubungi IFT di Nusa Dua, Bali, Rabu malam.

Dengan demikian, sesuai Comprehensive Investment agreement yang ditandatangani pada 26 Februari 2009 di Chaam, Thailand, maka batasan kepemilikan asing dalam investasi langsung bagi investor dari negara anggota ASEAN akan lebih besar. Di Indonesia, selama ini kepemilikan asing diatur dalam Daftar Negatif Investasi.

Advertisement

Azhar Lubis, Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal, mengatakan untuk sementara pemerintah menerapkan batasan investasi asing bagi investor dari negara-negara anggota ASEAN, sesuai aturan dalam Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2010 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

Kelonggaran batasan kepemilikan asing diberikan untuk lima sektor industri, antara lain kepemilikan asing pada sektor jasa akomodasi lainnya (motel dan lodging service) hanya sampai 49%-51% dan wajib bermitra dengan usaha mikro, kecil, dan menengah. Investor asal ASEAN bisa berinvestasi sampai 51%, namun hanya di kawasan Indonesia Timur.

Begitu pula di industri angkutan laut luar negeri untuk penumpang dan barang, pemerintah menetapkan batas kepemilikan asing maksimal 49%, sementara investor ASEAN bisa sampai 60%. Juga ada batasan kepemilikan asing di industri bongkar muat barang (maritime cargo handling services)  sampai 49% dan bagi investor ASEAN maksimal 60%.

Baca juga :   Investasi Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Terus Meningkat

Rencananya dalam pembahasan revisi Peraturan Presiden itu, pemerintah akan memperluas batasan investasi asing pada bidang usaha perikanan dan pertanian. Selama ini pemerintah baru mengizinkan investor asing, termasuk investor asal ASEAN, untuk sektor perikanan investor asing baru diizinkan berinvestasi pada sektor pembesaran ikan laut dan ikan air payau, industri penggaraman/pengeringan dan pengasapan, serta pemasaran. Itupun dengan catatan, investor asing harus menjalin kemitraan dengan investor lokal.

Suryo Bambang Sulisto, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia, mengatakan pengusaha nasional menyambut baik akan diberlakukannya kebijakan kelonggaran batasan investasi bagi investor negara-negara anggota ASEAN. Dia memperkirakan aliran modal langsung yang masuk Indonesia akan semakin meningkat. Namun, dia berharap  agar Indonesia tidak hanya sekedar menjadi pasar dari pengusaha asal ASEAN, pemerintah tetap menjaga kepentingan pengusaha nasional.  “Pengusaha nasional berharap, selain meningkatkan kualitas infrastruktur, pemerintah juga harus mendorong bantuan permodalan bagi investor dalam negeri,” katanya.

Negara-negara anggota ASEAN juga sepakat meningkatkan nilai investasi ke ASEAN dan dari intra ASEAN. Rizar Indomo Nazaroedin, Direktur Kerjasama Regional Badan Koordinasi Penanaman Modal, mengatakan  ini merupakan kesepakatan bersama kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal se-ASEAN dalam forum ASEAN Investment Forum 2011.

Berdasarkan data situs resmi ASEAN, pada 2010 foreign direct investment yang masuk ke ASEAN tercatat US$75,75 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar US$16,98 miliar berasal dari Uni Eropa dan US$12,10 miliar dari intra-ASEAN. Badan Koordinasi Penanaman Modal juga mencatat realisasi investasi asing langsung investor ASEAN di Indonesia pada periode 2010 hingga triwulan III 2011 mencapai US$9,27 miliar. (Indonesia Finance Today)

Advertisement

1 KOMENTAR

Tulis Opini Anda