MOBIL LISTRIK (3)

Kelemahannya Justru Ciptakan Diversifikasi Bisnis

0
59
Mobil listrik Nissan Leaf (gambar  kiri, foto/@: iStock Editorial/Getty Images) di stasiun isi ulang di Yokohama, Jepang. Pengisian tenaga listrik  lebih praktis namun butuh waktu lebih dari satu jam untuk jarak tempuh 120 km. Pengisian bateri pada mesin (gambar kanan)  atau disebut BEVs  karena mengganti  roda kendaraan juga dengan menggunakan listrik. (Sumber foto: http://www.ucsusa.org/clean-vehicles/)

Harganya masih mahal dan charger baterei lebih satu jam. Bagaimana “nasib” bengkel dan pomp BBM? Saat kita mudik dari Jakarta ke Yogyakarta, “kereta tabung” butuh waktu hanya 25 menit. Enak too.

Mobil listrik Nissan Leaf (gambar  kiri, foto/@: iStock Editorial/Getty Images) di stasiun isi ulang di Yokohama, Jepang. Pengisian tenaga listrik  lebih praktis namun butuh waktu lebih dari satu jam untuk jarak tempuh 120 km. Pengisian bateri pada mesin (gambar kanan)  atau disebut BEVs  karena mengganti  roda kendaraan juga dengan menggunakan listrik. (Sumber foto: http://www.ucsusa.org/clean-vehicles/)

Apakah masyarakat  mudah percaya terhadap kinerja mobil listrik? Bergantung pada keuntungan yang didapatkan dari penggunaannya dan minim kelemahan. Oleh karena itu, PT Great Asia Link berusaha meyakinan masyarakat agar di Indonesia. Caranya?

Perusahaan ini berencana memproduksi mobil listrik dengan merek Elvi secara massal. Komisaris PT Great Asia Link JE Sendjaja tidak menuturkan waktu untuk memulai produksi mobil listrik secaras massal di Indonesia. Sendjaya  mengakui bahwa kendaraan listrik mempunyai advantage dan disadvantage  yang perlu diketahui oleh masyarakat.

Advertisement

Dengan menggunanakan mobil listrik maka pengguna lebih hemat energi  dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar minyak. Contohnya, untuk jarak sekitar 120 kilometer, mobil listrik membutuhkan Rp75.000 untuk melakukan pengisian listrik sedangkan penggunaan bahan bakar dengan jarak yang sama menghabiskan biaya Rp300.000.

Demikian pula emisi karbon menjadi lebih rendah yang praktis akan  mengurangi polusi dibandingkan penggunaan bahan bakar. Lagi pula, kendaraan listrik memiliki intelligent transport system—kendaraan dapat melakukan pengereman sendiri jika terjadi tabrakan. Kemacetan pun tidak menambah biaya penggunaan listrik atau lebih irit dibanding penggunaan bahan bakar.

Kendaraan listrik tidak memerlukan bahan pelumas (oli) sehingga perawatannya lebih praktis. Kendaraan listrik hanya memerlukan perawatan batere yang lebih praktis. Hal ini tentu berpengaruh terhadap bisnis bengkel dan bisnis pelumas (oli) yang nantinya bakal mengubah diversifikasi bisnis dan produk jika ingin bertahan di bidang jasa.

Diversifikasi bisnis

Mesin mobil listrik bekerja lebih “santai” karena tidak memerlukan bahan bakar untuk proses pemanasan yang tentu saja berdampak terhadap tingkat suara mesin. Pengisian baterei bisa dilakukan di mana saja, tidak harus ikut antri misalnya seperti di pomp pengisian bahan bakar yang konvensional.

Akan tetapi, kendaraan listrik bukannya tanpa kelemahan dan hal itu harus diatasi oleh para ahli misalnya jarak tempuh yang masih terbatas.  Mobil listrik yang menempuh jarak 120 km maka batereinya harus di-charger di instalasi listrik 240 volt baterei  dalam waktu lebih satu jam.

Oleh karena itu, para ahli harus menciptakan teknologi baru cara mengisi  baterei agar  bisa lebih cepat. Nah, ini tantangan bagi ilmuwan dan pakar otomotif sekaligus menciptakan inovasi dan diversifikasi bisnis baru. Bengkel mobil pun bakal mengalami reorientasi dan model, demikian juga pomp bahan bakar.

Termasuk menciptakan teknologi untuk memperbesar kapasitas batere yang masih terbatas sehingga jarak yang dapat ditempuh kendaraan lisrik hanya beberapa jam saja. Jepang dan Amerika Serikat telah mengembangkan kemampuan batere yang lebih besar namun harga batere masih sangat mahal.

Baca juga :   AVEVA Bantu Tingkatkan Kinerja Sektor Industri dengan Digital Asset

Penggunaan komponen batere masih besar untuk mendapatkan energi yang besar. Bentuk batere  dan ukurannya yang besar memengaruhi daya gerak kendaraan. Bobot kendaraan listrik harus lebih ringan sebesar 50 persen dibandingkan dengan mobil konvensional.

Harga kendaraan listrik lebih mahal dari kendaraan dengan mesin konvensional. Sedangkan modelnya masih terbatas seperti desain Tesla Model S sedan yang harnya diperkirakan US$100.000 per unit atau tipe small SUV seperti Toyota Rav4 Ev dipatok US$50.000 per unit.

(Mungkin) faktor harga inilah yang membuat penggunaan kendaraan listrik masih terbatas. Di seluruh dunia, jumlah mobil listrik yang terjual masih di bawah 1 persen dari total pasar mobil global.

Badan Energi Internasional  optimis jumlah mobil listrik mencapai 9-20 juta unit pada 2020,  dan sekitar 40-70 juta unit pada 2025. Berapa persen dari total itu terjual  di Indonesia? Indonesia merencanakan penggunaan kendaraan listrik mencapai 20 persen untuk tingkat nasional pada tahun 2020.

Meskipun pertumbuhannya baik, upaya kendaraan listrik menggantikan mobil bahan bakar fosil masih sangat jauh. Dua juta mobil listrik yang digunakan sekarang hanya mewakili 0,2 persen kendaraan kelas ringan di dunia. Jika jumlahnya mencapai 50 juta unit, penggunaan mobil listrik masih  di bawah 5 persen dari seluruh stok mobil di seluruh dunia.

Akan tetapi, tren pertumbuhannya konsisten dan cukup besar  dalam satu dekade terakhir. Oleh karena itu, PT Great Asia Link (Grain) mengembangkan unit mobil listrik dengan model seperti APV, MPV, City car berformat hatchback, dan mobil niaga seperti model pick up.

Mobil listrik merupakan modernisasi otomotif yang harus kita hadapi. Pengembangan mobil listrik merupakan prioritas yang perhitungan pemerintah sejalan dengan perkembangan global—terutama berkaitan dengan perubahan iklim dan lingkungan.

Sedangkan sumber daya manusia harus sangat siap untuk mendukung pengembangan mobil listrik agar mampu menangani cassis, onderdil, interior, sistem kemudi—semuanya  sama, namun berbeda dengan cara kerja mesin yang diganti dengan baterai, demikian Menteri ESDM, Ignasius Jonan.

Tunggu perkembangan sistem transportasi kereta super cepat (dibangun perusahaan dari China) dan Hyperloop™ transportation system (teknologi Amerika Serikat) yang kesepakatannya sudah diteken. Dari Jakarta ke Yogyakarta kita hanya butuh 25 menit. Kita akan diantarkan “kereta tabung”. Bayangkan enaknya mudik nanti. (Bahan dari berbagai sumber)

Mobil listrik (1)

Lebih Ringan, Hemat, Ramah Lingkungan, dan Elegan

 

Advertisement

Tulis Opini Anda