SENSOR CAHAYA (3)

Kecepatan Transfer Data Lebih Tinggi

0
44
Beragam perangkat yang berguna untuk membuat label yang datanya diinput dan diteruskan oleh beragam kabel dan sensor. (Foto: Rayendra L. Toruan)

Data dipindahkan antar peralatan elektronik seperti telepon pintar, kamera perekam, dan komputer  yang berjarak beberapa sentimeter.  Alat itu  beroperasi dengan sempurna.

Beragam perangkat yang berguna untuk membuat label yang datanya diinput dan diteruskan oleh beragam kabel dan sensor. (Foto: Rayendra L. Toruan)

Bagaimana peran cahaya pada era industri 4.0 yang demikian berkembang dan lebih banyak mesin terhubung dengan Internet, dan kebutuhan interface data lebih meningkat dengan besar?  Opsi bebas kabel—artinya penggunaan kabel makin minim—dapat membantu mengurangi waktu dan biaya instalasi.

Bukan hanya itu, solusi tersebut juga bermanfaat dalam aplikasi yang melibatkan robot, yang  saat ini biasanya terhubung ke pusat kontrol melalui kabel yang terpusat, rangkaian kabel atau kontak geser.

Advertisement

Karena kabel-kabel ini secara konstan bergerak maju mundur, bahan ini menunjukkan akibat pemakaian dan pengelupasan setelah beberapa waktu. Hal yang sama benar-benar terjadi pada kamera pengawas yang bergerak pada rel geser sepanjang jalur pemasangan.

Dengan sistem infra merah menggunakan penerima optikal tidak ada kabel yang terlibat, dan selain itu juga kamera dapat bergerak lebih cepat pada rel tanpa kabel.

Para peneliti telah mendemonstrasikan bahwa teknologi infra merah dapat diandalkan. Selama tiga tahun, sistem infra merah yang diciptakan oleh tim ahli telah tersedia—membuat data dipindahkan antarperalatan elektronik seperti telepon pintar, kamera perekam, dan komputer yang berjarak beberapa sentimeter. Alat-alat itu beroperasi dengan sempurna.

Untuk membuatnya cocok untuk jarak yang lebih besar dalam aplikasi industri, Dr. Frank Deicke dan koleganya harus membuat beberapa modifikasi. Tim menaruh perhatian khusus pada lensa, sensor infra merah, dan alat penerima. Dengan maksud untuk melindungi inovasinya, Dr. Frank Deicke memilih untuk tidak membagi informasi secara detial.

Mengirim informasi menggunakan LED

Meski demikian, para penelti di Fraunhofer Institute for Photonic Microsystem (IPMS) bukan menjadi satu-satunya yang mengerjakan aplikasi transfer data berbasis cahaya.

Contohnya, di Fraunhofer Institute for Telecommunication, Heinrich-Hertz-Institut (HHI) yang berlokasi di Berlin, para ahli yang mengerjakan metode untuk mengirim data menggunakan lampu indoor LED biasa.

Baca juga :   Membuat Tulang Baru Pengganti Logam

Trik untuk “komunikasi cahaya tampak” ini terdapat pada mengirimkan potongan kecil informasi dengan menyalakan dan mematikan LED dalam fraksi detik.

Sensor cahaya pada laptop atau telepon pintar dapat mendeteksi kedipan ultra cepat dari LED dan mengubahnya kembali menjadi aliran data. Mata manusia, di sisi lain, tak dapat menangkap sinyal cahaya ultra cepat tersebut.

Para ahli di Fraunhofer Institute for Reliability and Microintegration (IZM) di Berlin juga mengerjakan kemajuan teknologi baru ini yang melibatkan komunikasi berbasis cahaya.

Bersama dengan sejumlah grup penelitian Jerman dan Eropa, para insinyur proyek PhoxTrot menyempurnakan metode transfer data yang menggunakan fiber optikal untuk mainframes dan server farms.

Saat ini, fiber optikal digunakan paling banyak dalam subseksi yang terisolasi, seperti transfer data antar dua komputer tunggal. Bagaimanapun juga, anggota proyek PhoxTrot saat ino bekerja untuk memperkenalkan komunikasi optikal di seluruh rangkaian proses data.

Mereka mengembangkan papan sirkuit yang mana bagian kecil data dikirimkan oleh cahaya antar prosesor tunggal. Selain itu, mereka menggunakan teknologi optikal untuk menyambungkan berbagai papan sirkuit dalam sebuah mainframe satu dengan lainnya, dan untuk mengoptimalkan komunikasi antar komputer tunggal yang berbeda.

Seperti dijelaskan sebelumnya, penemuan ini mampu menghemat setengah konsumsi energi dari sistem maunframe. Hasil lainnya justru  memungkinkan bagi kecepatan transfer data yang beberapa kali lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaankabel tembaga. (Bahan diolah dari Controling machines using light tulisan Tim Schröder, Fraunhofer)

 

 

Advertisement

Tulis Opini Anda