PAMERINDO EXPO

Kebutuhan Industri Kian Meningkat

0
19
Suasana pameran Electrik dengan peserta perusahaan kelas dunia seperti grup ABB. (Sumber foto: Pamerindo Indonesia)

Organizer terkemuka PT Pamerindo Indonesia kembali  menyelanggarakan 3 seri pameran di Jakarta International Expo, Kemayoran, pada 4 hingga 7 September 2013. Pameran ini menyedot 50.000-an orang pelaku industri—sebagai tanda sektor industri kian meningkat.

Suasana pameran Electrik dengan peserta perusahaan kelas dunia seperti grup ABB. (Sumber foto: Pamerindo Indonesia)
Suasana pameran Electrik dengan peserta perusahaan kelas dunia seperti grup ABB. (Sumber foto: Pamerindo Indonesia)

Pameran Electric, Power & Renewable Energy Indonesia 2013 kembali digelar di Jakarta International Expo, Kemayoran pada tanggal 4-7 September 2013. Para pelaku   industri mendapatkan berbagai informasi mutahir tentang permesinan, teknologi, inovasi, dan jasa meliputi sektor energti dan pertamgbangan.

Diselenggarakan untuk ke-16 kalinya, pameran ini sekali lagi mencapai pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya, diikuti lebih 487 perusahaan dari dari 43 negara. Para peserta menempati berbagai booth—termasuk paviliun grup dari China, Jerman, Italia, Korea Selatan, Taiwan, Turki, dan Rusia. Para peserta pameran yang menempati area 14.600 m2 yang menyediakan platform yang spektakuler dan terbaru di bidangnya masing-masing.

Advertisement

Para pelaku industri kunci dari ketenagalistrikan dan sektor energi terbarukan antara lain, perusahaan  ABB, Aksa Power, Alstrom Grid, ALTRAK, Bach Multi Global, Berca Mandiri Perkasa, Berkat Manunggal Jaya, CG Power Systems, Cummins, General Electric, Energi Powerindo Jaya, Guna Elektro, Jalamas Berkatama, Navigat,  Sahabat Indonesia, Schneider, Siemens, Sucaco serta Industri Zug.

Para peserta pameran menampilkan teknologi terbaru, produk, dan layanan. Pameran itu dapat disebiutkan sebagai media yang menyaluran informasi yang unik dalam mengoptimalkan serta memengaruhi wawasan generasi muda dan solusi distribusi listrik untuk memenuhi perkembangan kebutuhan industri.

“Kami senang dengan tanggapan yang luar biasa terhadap pameran tahun ini, baik dari perusahaan di Indonesia dan luar negeri. Electric, Power & Renewable Energy Indonesia 2013 ini jelas peristiwa terbesar dari jenisnya yang diadakan di Indonesia sampai saat ini,” kata Wiwiek Roberto, senior project manager PT Pamerindo Indonesia.

Dengan track record yang memperlihatkan data pertumbuhan, lanjut Wiwiek, acara ini muncul sebagai pameran industri yang sangat penting pada sektor listrik di Asia dan kekuatan perdagangan kalender pameran.

Berkaitan dengan pameran itu, diselenggarakan Konferensi Listrik Tahunan ke-4 Masyarakat Tenaga Listrik Indonesia (CIEPS 2013), yang dilaksanakan oleh MKI (Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia). Konferensi itu memberikan wawasan  melalui pembahasan bersama tentang teknologi energi bersih, pembangkit listrik terbarukan, transmisi dan distribusi,  ikhtisar regulasi, kualitas daya, dan informasi lainya. Konferensi bertekakan Peluang Investasi di Sektor Listrik Menuju Keberlanjutan Energi  dengan sub tema Panen Teknologi Energi Bersih, Energi Terbarukan & Memberdayakan Industri Dalam Negeri.

 

Perusahaan kelas dunia seperti GAE dan HITCHI ikut berpameran. (Sumber foto: Pamerindo Indonesia)
Perusahaan kelas dunia seperti GAE dan HITCHI ikut berpameran. (Sumber foto: Pamerindo Indonesia)

Direktur penjualan dan pemasaran PT Pamerindo Indonesia, Astied Julias menambahkan pameran menjadi semakin luar biasa dengan kehadiran Equipindo, Fiori Group, Hasta International Machinery, Mitra Citrajasa Konstruksi, Rutraindo, Sany, Schwing Stetter dan TEKSINDO SERVIGUNA menyajikan bawah Gedung & Infrastruktur Indonesia payung.

Rangkaian pameran energi didukungan oleh Kementerian Energi, Sumber Daya Mineral, PLN (Persero), Masyarakat Tenaga Listrik Indonesian (MKI), Asosiasi Pabrik Kabel Listrik Indonesia (APKABEL), Asosiasi Usaha Mekanikal Teknik (APTEK),  Asosiasi Pencahayaan Listrik Industri Indonesia (Aperlindo), Asosiasi Kontraktor Mekanikal dan Listrik Indonesia  (AKLI) dan Asosiasi Industri Listrik Indonesia (APPI).

Pertambangan dan bangunan serta infrastruktur

Menyaksikan dan mengamati rangkaian pameran energi dan pertambangan sepertinya tidak cukup satu-dua hari. Selain pameran di atas, penyelenggara juga  melaksanakaj pameran Pertambangan Indonesia dan  Bangunan & Infrastruktur Indonesia.

Acara perdagangan mesin, teknologi dan industri pendukung seperti sotware untuk tambang yang dilaksanakan sekali dalam dua tahun itu, tahun ini melampaui prestasi tahun 2011. Sebanyak 989 perusahaan dari  43 negara ikut yang tersebar di  area 55.000 m2 dalam booth masing-masing—termasuk yang bergabung di  paviliun seperti  Australia, China, Jerman, Italia, Korea Selatan, Taiwan, Turki, dan Rusia.

Perkembangan dan kemajuan yang pada pameran energi dan seri pertambangan demikian penting, dan berkaitan dengan industri di Indonesia, jelas Astied Julias, seraya menggaris bawahi potensi serta fundamental di Indonesia diakui oleh masyarakat industri global.

Baca juga :   Tawarkan Alat-alat Industri dan Teknologi Canggih

Pameran itu menjadi kepentingan strategis dalam menyelaraskan dengan perkembangan perkembangan industri serta untuk menjalin kemitraan yang produktif. Bahkan, kombinasi unik dari pameran unggulan membawa daya tarik integratifyang kuat pada solusi dan sinergi aplikasi untuk lingkup pengunjung/pembeli perdagangan ditargetkan. Dengan itu, pada awal Desember tahun lalu, kami temui tantangan dalam mengakomodasi lebih banyak ruang pameran bagi perusahaan yang tertarik.

Alat berat untuk sektor tambang. (Sumber foto: Pamerindo Indonesia)
Alat berat untuk sektor tambang. (Sumber foto: Pamerindo Indonesia)

Sementara itu, pameran bertemakan pertambangan dan pemulihan mineral diakui oleh Asted terbesar di Asia tahun 2013ini, dan merupakan ke-16 kalinya. Jumlah peserta mencapai 502 perusahaan dari 34 negara seperti  dari Australia, China, Jerman, dan Korea Selatan. Peserta pameran menempati  35.000 m2.

Para peserta menyediakan berbagai solusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh para pelaku industri sektor pertambangan dan pemulihan mineral seperti. Pesertaa antara lain, Atlas Copco Fluidcon, Balkrishna Industries (BKT), Bosch Rexroth, Coates, Daya Kobelco, Flexco, Gaya Makmur Tractors, Liebherr, Komatsu, Mercedes Benz, MTU, Orica Mining Services , Parker Hannifin, Partsindo Servicatama, Sandvik, Suprabakti Mandiri, Trakindo Utama, TRX Build, United Tractors, Volvo Group dan Weir Minerals.

Para peserta menampilkan teknologi terbaru, produk-produk, dan layanan agar pameran itu menjadi katalisator untuk meningkatkan tolak ukur keunggulan  industri yang mengarah pada pertumbuhan dan perkembangan yang berkelanjutan.

“Kami sangat gembira dengan dukungan luar biasa yang diterima sekali lagi untuk acara tahun2013  ini dari perusahaan di Indonesia dan internasional. Pertumbuhan terus dalam partisipasi tidak hanya mencerminkan potensi yang luar biasa di industri, juga gema pada kepentingan berkembang menuju memanfaatkan teknologi dalam memberdayakan eksplorasi mineral yang berkelanjutan dan pemulihan. ” tutur   Maysia Stephannie, senior project manager PT Pamerindo Indonesia.

Dengan ragam  teknologi dan solusi yang disajikan, para pemangku kepentingan industri dapat secara efektif  terlibat dan memanfaatkan  peluang penambangan praktis ke depan. Jumlah pengunjung ketiga seri pameran diperkirakan lebih dari 50.000 orang yakni para pelaku industri.

Sementara itu, harian BISNIS INDONESIA melaporkan bahwa  pemerintah memproyeksikan investasi infrastruktur tahun 2013 mencapai Rp434 triliun atau 4,56 persen dari produk domestik bruto. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan total investasi tersebut merupakan gabungan dari investasi infrastruktur pemerintah dan swasta. Pemerintah pusat mengalokasikan dana belanja Rp188,4 triliun pada RAPBN 2013 yang bisa meningkat menjadi Rp200 triliun jika rencana penaikan tarif dasar listrik sebesar 15 persen disetujui oleh DPR.

Dana investasi infrastruktur pemerintah juga didapatkan melalui rencana belanja infrastruktur daerah yang diperkirakan sebesar Rp96,56 triliun atau sekitar 18 persen dari total dana transfer daerah dalam RAPBN 2013 yang sekitar Rp518 trilliun. Tambahan investasi infrastruktur di luar pemerintah didapatkan dari BUMN yang diperkirakan mencapai Rp77 triliun dan dari sektor swsata sebesar Rp60 triliun.

“Kalau semua dijumlah sudah 4,56 persen dari PDB. Ini penting, karena ada rule of thumb investasi infrastruktur minimal 5 persen dari PDB kata Armida. Pemerintah, lanjutnya, mengharapkan investasi infrastruktur bisa terus dipacu hingga di atas 6 persen dari PDB setelah 2013 untuk menunjang pertumbuhan ekonomi tetap di atas 6 persen.

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda