TPT EXPO (2)

Kapas dan Serat Askasia Masih Diimpor, Kenapa?

0
85
Gambar kiri  Santi Ceng Operational Manager PT Pukka Idonusa bersama suaminya Ivan Romano Country Manager Morgan Tecnica Spa perusahaan pembuat mesin tekstil di Italia. Melalui Pukka Indonusa, para pelaku industri TPT dapat membeli mesin yang automated 3D CAD/CAM system. Gambar kanan adalah tabung berisikan serpihan pohon askasia (dari kirike kanan) yang setelah diolah mesin menjadi bubur kayu lalu membentuk serat benang dan ditenun menjadi bahan tekstil. (Foto: Rayendra L.Toruan).  

China mampu mengubah gurun menjadi hutan kapas. Indonesia tidak sadar tanaman kapas dan pohon askasia mudah tumbuh. Mari intip kinerja MorganTecnica mesin tekstil dari Italia.

Gambar kiri  Santi Ceng Operational Manager PT Pukka Idonusa bersama suaminya Ivan Romano Country Manager Morgan Tecnica Spa perusahaan pembuat mesin tekstil di Italia. Melalui Pukka Indonusa, para pelaku industri TPT dapat membeli mesin yang automated 3D CAD/CAM system. Gambar kanan adalah tabung berisikan serpihan pohon askasia (dari kirike kanan) yang setelah diolah mesin menjadi bubur kayu lalu membentuk serat benang dan ditenun menjadi bahan tekstil. (Foto: Rayendra L.Toruan).  
Gambar kiri  Santi Ceng Operational Manager PT Pukka Idonusa bersama suaminya Ivan Romano Country Manager Morgan Tecnica Spa perusahaan pembuat mesin tekstil di Italia. Melalui Pukka Indonusa, para pelaku industri TPT dapat membeli mesin yang automated 3D CAD/CAM system. Gambar kanan adalah tabung berisikan serpihan pohon askasia (dari kirike kanan) yang setelah diolah mesin menjadi bubur kayu lalu membentuk serat benang dan ditenun menjadi bahan tekstil. (Foto: Rayendra L.Toruan).

Selain mengimpor 100 persen peralatan (mesin) untuk industri tekstil dan produk tekstil (TPT), Indonesia masih mengimpor lain, serat alami (kapas), linen, sutra, rami, serat buatan seperti rayon, serat polimer, dan poliester—termasuk bahan pendukung lainnya zat warna, dan zat pembantu.

Lebih US700 juta digunakan untuk membeli bahan baku kapas (bahan katun) setiap tahun. Jika harga kapas di pasar internasional sekitar US$1,4 per kilogram, maka dengan US$700 juta, para pelaku industri TPT hanya memperoleh sekitar 50.000 ton setiap tahun. kebutuhan nasional, mencapai 700.000 ton kapas setiap tahun. Indonesia mengimpor 99,2 persen kapas per tahun. Tanaman kapas hanya membutukan 4 bulan masa kering. Di sinilah para pakar bidang budidaya tanaman dan teknologi berperan proaktif untuk mencarikan solusi.

Advertisement

China berhasil mengubah lahan kering Gurun Gobinya menjadi hutan tanaman kapas. Para pakar dapat menghasilkan tanaman kapas dan tanaman pohon askasia yang dapat diubah menjadi serat benang tekstil. Indonesia memiliki lahan yang dapat dikembangkan sebagai hutan tanaman industri (HTI) dengan luas 74 juta hektar—dialokasikan sebagai hutan produksi—sekitar 34 juta hektar telah diberi izin pengelolaan.

Indonesia membutuhkan bahan baku tekstil katun sekitar 42 persen, tekstil sintetis sekitar 50 persen, dan  50 persen adalah tekstil rayon. Namun, bahan baku tekstil rayon pun masih kita impor dari Polandia.

 Purwakarta mendatangkan akasia dari Austria

Iklim Indonesia sangat sesuai untuk askasia. Akan tetapi, kebanyakan para perusahaan justru mengolah pohon askasia menjadi  bubur kertas (pulp) padahal serat akasia dapat digunakan sebagai serat tekstil katun seperti dilakukan oleh LENZING AG dari Austria yang mengoperasikan pabrik PT South Pacific Viseco di Purwakarta, Jawa Barat.

Business Development Nonoven Indonesia South Pacific, Amira Hasibuan enggan menyebutkan jumlah kayu askasia yang diimpor dari Austria tiap bulan.  “Show your colour!” demikian moto bisnis LENZING AG yang produknya dikenal dengan LENZING Modal. Kepiawaiannya mengolah bahan askasia  menjadi serat yang berkualitas dengan menggunakan teknologi serat Edelwiess versi LENZING.

PT South Pacific Viscose termasuk perusahaan yang dekat dengan masyarakat di sekitar perusahaan. Perwujudannya dalam bentuk pemberian beasiswa bagi pelajar SMP, SLB, pembangunan infrastruktur, penyuluhan pertanian, kredit mikro usaha untuk usaha kecil, dan sebagainya. Technical Costomer Service South  Pacific, Ngudi Nugraha Fadhol menjelaskan dari cara penulisan merek produk, “Kita akan tahu kategori produknya. Misalnya TENCE dengan gambar daun di depan.” Gambar daun menggambarkan produk South Pacific ramah lingkungan.

Sementara mesin MorgantaTecnica buatan Morgan Tecnica Spa (Italia) yang dipasarkan lewat PT PUKKA INDONESIA tak kalah ramah terhadap lingkungan. Mesin dioperasikan secara digital sehingga ongkos produksi lebih efisien.  Berdiri pada tahun 1993, PUKKA pun menawarkan hardarware dan software yang digunakan pada sektor industri TPT. Mesin MorgantaTecnica, tutur Ivan Romano Country Manager Morgan Tecnica Spa, bekerja secara digital baik untuk merancang bahan pakaian mau pun untuk memotong bahan.

Baca juga :   Buatan Sidoarjo Siap Go Pasar Dunia

Selain memasarkan mesin merek MorganTecnica, PUKKA juga menjual beberapa peralatan industri untuk TPT, antara lain, berlogo OPTITEX, ALGOTEX,OSHIMA, TAKAOKA, B.K.RM GRAPHTEC, GLORY STAR (mesin laser), IOLINE, dan AOKE (box cutter). Marketing Support PT PUKKA INDONUSA Claudia Tikando mengatakan, bahwa hampir semua peralatan industri TPT yang mereka pasarkan bekerja berbasis automated 3D CAD/CAM system sehingga kualitas produk terkontrol, dan target produksi dapat dicapai.

Untuk meningkatkan kapasitas produksi, Presiden Joko Widodo meresmikan perluasan pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk anak usaha Sritex Group di Salatiga belum lama ini. Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk, Iwan Setiawan Lukminto berharap investasi infrastrukturnya berdampak positif terhadap peningkatan industri padat karya pada sektor TPT. Perluasan pabrik itu dapat menyerap tenaga kerja 3.500 orang. Sedangkan Sritex Group yang memiliki total 24 pabrik pabrik garmen dengan 50 orang karyawan.

Sementara itu, PT Nano System&Graphic menawarkan mesin cetak digital, mesin potong, dan beragam lagi peralatan industri TPT—buatan Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan, seperti dijelaska  oleh Arie Kharisma Marketing Manager PT Nano. Arie didukung Bambang Purnomo dan H. Wisnu Laksmono.

MACH 4 atau electronic reeling machines cone-to-tank ditawarkan oleh PT ILLIES ENGINEERING INDONESIA. Sedangkan hengy machine yang dibuat oleh Quanzhou Hengy Machine Co.,Ltd perusahaan dari Fujian, China. Mesin potong buatan Erhardt+Leimer GmbH dari Jerman  menjamin kualitas, produktivitas, kecepatan produksi, dan pengalokasian limbah  yang rapih. Elcut merek mesin potong itu dapat dipesan lewat PT AGANSA PRIMATAMA.

Direktur PT SARANA TRIMITRA SOLUSINDO PRATAMA, Robert Cendana menawarkan inverter yang terdiri dari beberapa seri, AC servo system & rotary encoder, weighing automation system dan industrial & building automation system. Sedangkan PT Nutek Kawan Mas menawarkan mesin TPT buatan LEOPFE Brothers Ltd dari Swiss. GAYATRI TEXTILE MACHINE dari India ingin memuaskan para pembeli mesin di Indonesia. Demikian juga Intex Consulting GmbH dari Jerman yang menawarkan perangkat lunak untuk TPT. Sedangkan PT YOTHIN PRATAMA SUKSES menawarkan embroidery dan circular knitting machine, seperti diuraikan oleh Toh Christine Chandra (sales) dan Irwan Yosha Ceah (customer relations executive).

Simak TPT EXPO (1)
Pengunjung Sepi, Peserta Kecewa

Advertisement

Tulis Opini Anda