TRANSPOR LAUT (2)

Kapal Mampu Mengenal Orang yang Mengambang di Air

0
23
Ongkos pengoperasian kapal barang menghemat hungga 44 persen, namun keamanan dan kenyamanannya harus dipikirkan agar bisa menghindari para perampok di laut lepas. Si,bner foto/@: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/

Konsultan Moore Stephens LLP menyatakan, pengurangan awak kapal—karena dioperasikan tanpa awak—menurunkan biaya operasional sebesar 44 persen,  utamanya kapal barang besar. Bagaimana menghindari tabrakan di laut lepas?

Salah satu pelabuhan kargo di Indonesia. (Sumber foto/@: http://cdn0-e.production.liputan6.com/
Salah satu pelabuhan kargo di Indonesia. (Sumber foto/@: http://cdn0-e.production.liputan6.com/

Kapal kargo tanpa awak dirancang dengan kendali sebuah sistem software di pusat perencanaan . Sebuah modul kontrol otonom mengevaluasi semua data yang dikumpulkan dari sensor dan membuat keputusan—seperti apakah kapal harus mengubah arah untuk menghindaritabrakan dengan wadah yang mengambang bebas dalam air/lautan?

Kapal  tanpa awak itu tidak akan benar-benar berlayar tanpa pengawasan. Seorang operator akan mengawasi segala sesuatu yang terjadi atau menimpa kapal yang dilakukan melalui satelit. Pengendalian dilakukan dengan mengambil tindakan cepat dari  jarak jauh agar tidak terjadi sesuatu terhadap kapal kargo seperti tabrakan terhadap benda atau kapal lain.

Advertisement

“Kita dapat membayangkan  beberapa situasi yang mungkin timbul selama pelayaran  yang mampu diatasi oleh sistem kemudi otonom,” Burmeister menjelaskan, “seperti ketika beberapa kapal berada pada jalur tabrakan simultan atau ketika terjadi kegagalan teknis.”

Dalam kasus tersebut, sebuah stasiun darat siap melakukan intervensi melalui komunikasi satelit agar dapat masuk dan mengarahkan kapal dari jarak jauh.

Burmeister menyalakan simulator untuk menunjukkan kepada kita bagaimana intervensi ini terlihat pada praktiknya. Kitamenonton sebuah kapal kontainer mendekat di sisi pelabuhan yang tampak jelas pada layar. Meskipun kargo  yang memiliki hak jalan, kapal lain tampaknya bermaksud untuk tidak mengambil tindakan mengelak. Untuk mencegah tabrakan, insinyurBurmeistermengambil alih kendali kapal otonom (tanpa awak).

“Saya menonaktifkan autopilot, mengatur perubahan arah ke sebelah kanan, menurunkan kecepatan dan menunggu sampai kapal lainnya lewat,” kata Burmeister. Beberapa kali dilakukan klik mouse dari jarak jauh yang bertujuan untuk mencegah bahaya tambrakan antara kapal kargo dan kapal-kapal atau benda lain.

Pengendalian kapal juga akan berada di tangan manusia ketika kapal berlabuh dan bongkar muat. Kapal memiliki kru di ruang kemudi ketika meninggalkan pelabuhan dan akan tetap menggunakan awak sampai kargo mencapai laut terbuka, hingga mencapai titik di mana kru akan dijemputoleh kapal berawak atau helikopter dan meninggalkan kapal yang telah diambil alih oleh sistem otomatis.

Ongkos pengoperasian kapal barang menghemat hungga 44 persen, namun keamanan dan kenyamanannya harus dipikirkan agar bisa menghindari para perampok di laut lepas. Si,bner foto/@: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/
Ongkos pengoperasian kapal barang menghemat hungga 44 persen, namun keamanan dan kenyamanannya harus dipikirkan agar bisa menghindari para perampok di laut lepas. Si,bner foto/@: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/

Ketika kapal mencapai tujuannya, hal yang sama terjadi secara terbalik. Kru kapal akan bergabung sebelum mencapai pintu masuk pelabuhan untuk mengarahkan kapal dengan aman ke port.

Proyek MUNIN dimulai pada musim gugur 2012. Merancang sebuah kapal otonom berarti menampung berbagai persyaratan sangat beragam, yang membuat para ahli telah bingung memikirkan segala macam rincian yang berbeda. Salah satuyang dipikirkan adalah bagaimana memastikan mesin kapal dapat terus berjalan baik selama berminggu-minggu pada suatu waktu tanpa ada pemeriksaan dari seorang insinyur.

Penelitian Rolls-Royce dan menghadapi potensi bahaya

Pada pelaksanaannya, mesin saat ini dirancang untuk berfungsi selama 24 jam tanpa pengawasan. “Untuk perjalanan berlangsung dua sampai tiga minggu, kita harus mengambil langkah-langkah ekstra yang memastikan agar mesin tidak mogok di tengah Pasifik,” jelas Burmeister.

“Artinya, tidak boleh terlewatkan untuk memasukkan lebih dari satu dari masing-masing komponen yang paling penting.”

Sistem pemadaman api harus berjalan secara otomatis pada saat terjadi kebakaran di kapal, yang mungkin disebabkan oleh arus pendek. Daerah kritis dapat dibanjiri dengan CO2 sebagai tindakan pencegahan yang akan membuat api tidak mungkin untuk mulai menyala dari sana sebagai tempat pertamanya.

Di laut lepas, autopilot akan perlu mengaktifkan lambung untuk meminimalkan efek dari gelombang, dan sebagai aturan umum, kapal harus mencoba untuk menghindari berlayar ke dalam sistem cuaca buruk pada tempat pertama dengan bergerak berputar pada saat badai mendekat. Secara teori, kapal tanpa awak bahkan bisa mengenali orang yang mengambang di air.

Baca juga :   Menyediakan Platform bagi Partner Bisnis

Burmeister percaya bahwa radar dan kamera sistem pengawasan otomatis mungkin lebih baik bila dibandingkan dengan kru kapal sungguhan, yang sering terganggu oleh tugas-tugas lain dan kurang dapat diandalkan. Kapal penyelamat kemudian bisa secara otomatis diluncurkan untuk membantu orang di dalam air. M,emang  konteks tadi merupakan ide yang berada di luar lingkup proyek MUNIN (Maritime Unmanned Navigation through Intelligence and Networks).

Apakah kapal jenis ini bisa masuk ke dalam persoalan hukum?  Tanpa seorang kapten di kapal, siapayang bertanggung jawab dalam hal terjadi kecelakaan? “Seorang mitra proyek di Irlandia berurusan dengan isu-isu semacam ini dan menyusun kerangka hukum untuk kapal tidak berawak,” kata Burmeister. “Kelihatannya beberapa peraturan yang ada mungkin harus diubah.”

Perencanaan pembangunan kapal kargo tanpa awak selesai pada musim gugur tahun 2015. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan sebuah simulasi komputer yang ahli dapat digunakan untuk menempatkan ide-ide mereka untuk menguji dalam lingkungan virtual. Setelah itu, mereka akan siap untuk melengkapi kapal nyata untuk otomatisasi penuh.

“Kami masih jauh dari kargo otonom,” kata Burmeister. “Hasil  pekerjaan kami akan menguntungkan industri pelayaran berawak jauh sebelum adanya kargo otonom.”

Beberapa kelompok ahli dari MUNIN mengerjakan perlengkapan yang lebih besar yang diperlukan pada ruang kendali kapal modern. Sistem pengendali otomatis akan membantu meringankan kru, sementara sistem peringatan akan ditingkatkan agar dapat membantu mencegah tabrakan.

Sementara itu, manajemen Rolls-Royce optimis bahwa kemajuan  industri permesinan telah memerlihatkan rancangan dari kapal tanpa awak yang masih diragukan beberapa ahli selama ini. MUNIN malaporankan   proyek ini mendapat bantuan dana dari Uni Eropa sebesar 3,5 juta euro.

Wakil Presiden Rolls-Royce untuk bidang inovasi dan teknologi, Oskar Levander, menandaskan. saatnya untuk mempertimbangkan jalan menuju kapal tanpa awak dari berbagai jenis. Kadang yang tidak terpikirkan kemarin, menjadi kenyataan hari ini.  “Dengan teknologi yang tersedia, saatnya untuk memindahkan operasi ke darat. Apakah lebih baik memiliki awak 20 yang berlayar di angin kencang di Laut Utara atau, sebutlah lima orang di darat.”

Kapal yang dikendalikan dari jarak jauh akan amat berbeda dengan yang saat ini karena tidak memerlukan fasilitas dan sistem untuk para awak kapal. Perusahaan konsultan, Moore Stephens LLP, mengatakan pengurangan awak akan mendorong penurunan biaya 44% untuk kapal barang besar. Volume angkutan laut dalam beberapa tahun belakangan meningkat dengan nilai US$375 miliar dengan jumlah kapal barang di perairan internasional mencapai sekitar 100.000 kapal.

Untuk mewujudkan rencana Presiden Joko Widodo untuk membangun tol laut, lebih 2.400 pelabuhan di lebih 112 lokasi di Indonesia harus segera dikoneksikan dengan layanan elektronik. Untuk membangun system elektronik itu di pelabuhan-pelabuhan, pemerintah harus mengaloksikan dana Rp206 triliun. Jika semua pelabuhan dapat dikoneksikan secara elektronik, maka kapal-kapal yang mau sandar, bongkar muat, dan mau berlayar dapat dimonitor melalui satelit. Bahkan Indonesia pun siap mengoperasikan kapal barang tanpa awak.  (Diolah dari Crewless cargo ships tulisan  Frank Grotelüschen, Fraunhofer dan dan sumber-sumber lain)

Simak artikel terkait dengan topik  TRANSPOR LAUT (1)
Kapal Kargo Jelajahi Lautan  tanpa Awak

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda