TRANSPOR LAUT (1)

Kapal Kargo Jelajahi Lautan tanpa Awak

0
15

Tim peneliti Fraunhofer mengembangkan konsep kapal otonom. Sedangkan Rolls-Royce menyatakan kapal barang tanpa awak diwujudkan pada tahun 2024. Bagaimana dengan gagasan jalan tol yang dicanangkan Presiden Joko Widodo?

140905-01a
Banyak proses di jembatan kapal modern sudah otomatis. Bahkan kapal-kapal tanpa awak di masa depan tidak akan benar-benar berlayar tanpa pengawasan. (Sumber foto/©: MUNIN)

Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan kampanye Pilpres 2014, menyatakan, akan mengembangkan tol laut di Indonesia. Tujuannya, agar distribusi logistik mudah dilaksanakan ke berbagai daerah di Indonesia sehingga disparitas harga barang tidak terlalu jauh berbeda.

Yang dimaksud dengan tol laut adalah pembangunan pelabuhan agar jumlahnya memadai di setiap lokasi (pulau) dilengkapi dengan penambahan jumlah armada pelayaran—baik kapal pengangkut penumpang dan juga kapal pengangkut barang (logistik). Jika rencana itu diprogramkan, tentu awak kapal harus disediakan melalui pendidikan dan pelatihan. Kita butuh awak kapal yang jumlahnya ribuan.

Advertisement

Bagaimana jika kapal di laut dijalankan atau dioperasikan tanpa awak? Mungkinkah? Mari simak upaya yang dilakukan oleh Hans-Christoph Burmeister yang memfokuskan mata ke atas panel instrumen, dan memerhatikan grafik kelautan elektronik, sedangkan layar penunjuk kedalaman terdengar dan monitor radar di sampingnya. Kemudian ia meraih helm dan mengarahkan pengangkut raksasa yang berukuran  panjang 220 meter ke arah yang baru.

“Kami sekarang sedang menuju pada suatu jalur pada 290, pada kecepatan dua belas knot,” jelasBurmeister.

Jika Anda tidak tahu dengan lebih baik, Anda akan berpikir bahwa Burmeister itu sedang berdiri di ruang kendali kapal. Namun, pada kenyataannya dia sedang berada  di gedung  Fraunhofer Center for Maritime Logistics and Services CML di Hamburg, Jerman. Dia sedang berdiri di tengah-tengah sebuah ruangan tempat beradanya sebuah simulator penanganan kapal. Dia tidak sedang berlayar dengan kapal.

Kontrol kemudi dan instrumen pengukurnyadibuat menyerupai persis  seperti yang ada di kapal kargo yang sebenarnya. Akan tetapi, pandangannya keluar jendela menuju cakrawala hanyalah sebuah gambar yang ditampilkan pada tiga layar, menampilkan suatu pemandangan laut yang lengkap dengan ombak. Simulasi itu lengkap  dengan siluet dari kapal lainnyayang berlangsung sore hari .

Simulator ini adalah bagian penting dari suatu usaha yang ambisius, yaitu pengembangan kapal otonom yang, dengan kata lain, akan membuat kapal pengangkut dapat menavigasi lautan dunia tanpa awak massal.

Hadapi tantangan demografis

Proyek MUNIN (Maritime Unmanned Navigationthrough Intelligence andNetworks) Uni Eropa diluncurkan pada September 2012 yang  berlangsung hingga tahun 2015. Delapan lembaga dari Jerman, Norwegia, Swedia, Islandia, dan Irlandia terlibat dalam proyek itu. Lembaga yang ikut  dari Jerman adalah Fraunhofer Center for Maritime Logistics andServices CML di Hamburg. Total anggaran adalah sebesar 3,8 juta euro—dan  2.900.000 euro disediakan oleh Uni Eropa.

Baca juga :   Mungkinkah Orang Nyaman di Menara yang Berhimpitan?
Kapal pengangkut konmtainer. (Sumber foto/@: http://www.indonesiainfrastructurenews.com).
Kapal pengangkut konmtainer. (Sumber foto/@: http://www.indonesiainfrastructurenews.com).

Para ilmuwan Fraunhofer mengembangkan ide mereka bersama-sama dengan mitra dari lima negara lain sebagai bagian dari proyek MUNIN yang disponsori oleh Uni Eropa.Burmeister, yang mengoordinasikan proyek tersebut, menjelaskan:

“Seperti kebanyakan industri, industri perkapalan di Eropa juga harus menghadapi tantangan demografis dalam waktu dekat. Pesona eksotis,yang dimiliki industri maritim lima puluh tahun yang lalu, memudar dalam dunia jaringan, yang ditandai dengan tabel waktu yang ketat.”

Pergi ke laut sering berarti berada jauh selama berbulan-bulan pada satu waktu, yang menempatkan ketegangan bagi kehidupan keluarga. Di atas itu, perjalanan dari benua ke benua cenderung membosankan dan pekerjaan navigasi ini pada kenyataannya meminta banyak beban administrasi.

Beberapa teknologi yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sebuah kapal otonom sudah tersedia dan digunakan di ruang kemudi kapal modern. Kapten saat ini dibantu oleh pilot otomatis yang menggunakan GPS untuk mengikuti arah yang telah ditentukan, dan sistem pengendali kapal mampu mempertahankan kecepatan konstan.

Kapal-kapal modern juga memiliki perangkat radar dan sistem identifikasi kapal yang memindai lingkungan sekitarnya dan secara otomatis akan membunyikan alarm ketika kapal berada dalam bahaya.

Selain teknologi ini, kapal otonom dilengkapi dengan perangkat sensor tambahan seperti kamera optik dan inframerah untuk memantau permukaan laut dan melihat kapal lain, bangkai kapal atau korban kapal karam. Bagaimana kapal kargo tanpa awak ini dirancang?  Kapal barang tanpa awak akan menjadi kenyataan pada 2024 seperti direncanakan perusahaan  Rolls-Royce. (Diolah dari Crewless cargo ships tulisan  Frank Grotelüschen, Fraunhofer dan sumber-sumber lain)

Simak artikel terkait dengan topik TRANSPOR LAUT (2)
Kapal Mampu Mengenal Orang yang Mengambang di Air

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda