INDUSTRI MARITIM

Kadin Impor 2.500 Kapal Senilai Rp15 triliun

0
13

Jumlah galangan kapal di Indonesia mencapai 250 perusahaan—68  galangan berlokasi di Pulau Batam. Kebutuhan nasional terus melonjak sehingga Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) berencana mengimpor 2.500 kapal senilai Rp 15 triliun mulai tahun 2013  hingga 2017. Pemerintah pun membenahi 138 pelabuhan di seluruh Indonesia senilai Rp6 triliun dan kurang mendukung upaya KADIN.

Beberapa galangan kapal seperti PT Daya Radar siap membuat kapal senilai Rp1,98 triliun, dan PT Trans Power Marine Tbk menjajaki pinjaman sebesar US$20-30 juta untuk membeli kapal dan tongkang. Oleh karena itu, pemerintah membenahi 138 pelabuhan senilai Rp5 triliun.

Advertisement

Natsir Mansyur,  Wakil Ketua KADIN Bidang Pemberdayaan Daerah dan Logistik,  menjelaskan 500 unit kapal yang akan dibeli dari China merupakan kapal kecil dengan kapasitas 1.500-3.000 TEUs yang akan melayani short-sea shipping (pelayaran jarak dekat)—digunakan untuk melayani distribusi antarpulau.  Langkah itu merupakan salah satu bentuk kontribusi KADIN terhadap upaya pemerintah menurunkan biaya logistik menjadi 10% pada 2015. Kapal buatan China itu akan diimpor dengan menggunakan fasilitas BKPM.

Lebih lanjut Natsir menuturkan pengadaan kapal ini membutuhkan infrastruktur pendukung berupa pelabuhan-pelabuhan kecil.  Oleh karena itu,  pemerintah diminta ikut berkontribusi dengan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung.

Meski demikian,  Kementerian Perindustrian kurang setuju dengan upaya KADIN karena galangan kapal di Indonesia mampu membuat kapal seperti dilakukan oleh PT Daya Radar Utama yang siap membuat kapal senilai hampir Rp2 triliun.

PT Daya Radar Utama menargetkan perolehan kontrak pembuatan kapal naik 10% di tahun 2013.  Tahun 2012,  perusahaan yang sudah berdiri sejak 1972 ini berhasil meraih kontrak Rp1,8 triliun.  Itu artinya,  target perolehan kontrak tahun ini sekitar Rp1,98 triliun.

Presiden Direktur Daya Radar Utama Amir Gunawan menyebut,  kontrak yang diperoleh tahun lalu berasal dari berbagai institusi,  seperti Kementerian Perhubungan,  Kementerian Pertahanan,  maupun swasta.  Kapal yang dibuat mulai jenis tug boat,  jenis Anchor Handling Tug (AHT),  kapal coaster,  kapal ferry,  kapal patroli,  dan jenis kapal tanker.

Saat ini,  Daya Radar sedang menjajaki beberapa tender kontrak.  Salah satunya tender pengadaan kapal pengeboran untuk perusahaan minyak asing.  “Rencananya,  bikin tiga kapal AHT Supply senilai US$ 60 juta,” ujar Amir.  

Membangun galangan kapal di Lamongan

Selain itu,  Daya Radar juga mengincar tender pengadaan kapal PT Pertamina.  Perusahaan migas pelat merah tersebut memang berencana menambah 11 unit kapal pengangkut hingga 2015.

Daya Radar mampu memproduksi kapal berbobot 500-3.500 dead weight tonnes (DWT) sebanyak 8-10 unit saban tahun.  Sementara kapal yang lebih ringgan,  seperti speed boat bisa mencapai 20-30 unit per tahun.  Sebagai lokasi pengerjaan,  perusahaan sekarang memiliki tiga galangan kapal,  yakni dua di Jakarta dan satu di Lampung.

Supaya bisa mengerek kapasitas produksi,  Daya Radar sedang membangun satu galangan baru di Lamongan,  Jawa Timur.  Pembangunan galangan di daerah area seluas 40 hektare itu dibagi tiga tahap,  yang ditarget rampung pada tahun 2020.

Pembangunan tahap I dimulai pada kuartal IV-2012,  yaitu berupa pendirian fasilitas workshop dan infrastruktur,  seperti dermaga dan graving dock (dermaga kering).  Tahap pertama dijadwalkan selesai pada 2015.

Nantinya,  dengan galangan baru itu,  Daya Radar bisa membuat kapal berkapasitas 50.000-70.000 DWT.  Perusahaan menyiapkan investasi sebesar Rp 400 miliar untuk membangun galangan baru.

Selain membuat kapal,  pendapatan perusahaan ini juga disumbang dari bisnis perbaikan kapal yang saat ini berkontribusi sekitar 25% terhadap total pendapatan.  Pendapatan utama masih berasal dari pembuatan kapal baru.

Baca juga :   Isuzu dan Astra Daihatsu Bangun Pabrik Baru dengan Investasi Rp1,5 triliun dan US300 juta

Amir menjelaskan,  perusahaannya ingin menaikkan kontribusi bisnis perbaikan kapal menjadi 40%. Oleh karena itu,  Daya Radar  memperluas galangan di Lampung menjadi 7 ha meski hanya memiliki fasilitas pembuatan kapal sekitar 6.500 DWT yang akan terus ditambah fasilitasnya untuk perbaikan.

Penambahan fasilitas sudah dimulai sejak tahun 2012 dan dibagi menjadi lima tahap.  Sejauh ini,  sudah memasuki tahap ketiga,  di mana sedang dibangun dermaga kering.  Sedangkan sampai tahap lima akan dibangun dermaga baru sepanjang 200 meter dengan kedalaman 11 meter.  Proyek dengan investasi Rp400 miliar tersebut diperkirakan rampung pada tahun 2014.

Pemerintah membenahi 138 pelabuhan

Sementara itu, Kementerian Perhubungan mengalokasikan Rp5 triliun untuk merampungkan rehabilitasi dan pembangunan 138 pelabuhan di seluruh Indonesia.  Proyek 138 pelabuhan itu merupakan proyek multiyears periode 2009 – 2012 yang penyelesaiannya diharapkan rampung tahun 2013 ini, seperti dituturkan oleh Plt Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Leon Muhammad.

Rencana proyek 138 pelabuhan termasuk penyelesaian lima pelabuhan sebagai dermaga kapal pesiar.  Pelabuhan itu adalah Benoa (Denpasar),  Tanjung Perak (Surabaya),  Tanjung Mas (Semarang),  Belawan (Medan),  dan Soekarno-Hatta (Makassar).

Kemhub perlu menata lima pelabuhan itu demi mengantisipasi peningkatan kunjungan wisatawan ke Indonesia melalui kapal pesiar.  Penataan fokus pada perbaikan kawasan terminal,  akses jalan,  serta kesiapan transportasi.

Pembenahan yang dilakukan adalah pendalaman air laut di dermaga,  jalur pelayaran,  sarana bantu navigasi,  serta pemecah gelombang sehingga memungkinkan kapal pesiar bisa bersandar.   Pelabuhan Benoa menjadi prioritas dan pada April 2013 agar bisa digunakan untuk bersandar kapal pesiar ukuran besar.

Iwan Sabatini,  General Manager PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Benoa,  sebagai operator pelabuhan,  mengatakan Bali akan semakin banyak didatangi kapal pesiar. Pada tahun 2013 ini saja sudah terdaftar 30 kapal pesiar dengan perkiraan penumpang 42.000 wisatawan mancanegara yang berlabuh di Denpasar.

Trans Marine jajaki pinjaman US$30 Juta

Sementara itu, PT Trans Power Marine Tbk menjajaki pinjaman bank sekitar US$20-30 juta yang akan digunakan untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini.   Direktur Keuangan TPM Rudy Sutiono mengatakan,  perseroan menganggarkan capex berkisar US$ 30-40 juta sepanjang tahun 2013.  Pendanaan sebesar 30% bersumber dari hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dan sisanya pinjaman bank.

“Kami masih memiliki ruang untuk menambah pinjaman bank,  karena debt to equity ration (DER) perseroan baru mencapai 0,95 kali hingga kuartal III-2012.  Sedangkan penjajakan pinjaman dari beberapa bank sedang berlangsung,” ujarnya.

Perseroan berencana menggunakan belanja modal tersebut untuk membiayai pembelian sekitar 4-7 set kapal tunda dan tongkang.  Trans Marine juga berencana membeli satu floating crane.

Saat ini,  perseroan menyewa 12 set kapal tongkang dan tunda.  Sedangkan total kapal yang dioperasikan mencapai 30 unit kapal.  Sebagian besar armada laut perseroan digunakan untuk pengangkutan batubara dan sisanya untuk pengangkutan barang curah lainnya,  seperti bijih besi,  clinker,  dan semen.  (Sumber: tender-indonesia.com)

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda