KATUP VENA (1)

Kabar Baik Bagi Penderita Jantung

0
9
Gambar kiri sebuah metode manufaktur baru untuk membuat katup vena artifisial berdaya tahan lama, berdinding tipis, yang dibuat dari plastik polikarbonat-urethane. (Sumber foto/©: AME–Institute of Applied Medical Engineering, Fraunhofer). Gambar kanan adalah mesin pembuat katup yang bekerja secara detail. (Sumber foto: Hemotec GmbH)

Vena dalam sistem sirkulasi dalam tubuh tidak memiliki mekanisme untuk menggerakkan darah—berfungsi hanya sebagai pembuluh pasif. Bagimana cara mengatasinya?

Gambar kiri sebuah metode manufaktur baru untuk membuat katup vena artifisial berdaya tahan lama, berdinding tipis, yang dibuat dari plastik polikarbonat-urethane. (Sumber foto/©: AME–Institute of Applied Medical Engineering, Fraunhofer). Gambar kanan adalah mesin pembuat katup yang bekerja secara detail. (Sumber foto: Hemotec GmbH)

Penyakit sistem sirkulasi sangatlah umum, jutaan orang di Eropa dan Amerika Serikat (AS) menderita chronic venous insufficiency. Secercah rencana (harapan) masa depan dengan  menggunakan implan untuk menggantikan katup pembuluh darah yang rusak—buatan para ilmuwan Fraunhofer yang mengembangkan sebuah metode khusus melalui sebuah  manufaktur yang memroduksi katup artifisial ini.

Sebagian besar orang sehat jarang memikirkan tentang katup vena dalam tubuh. Setelah katup pembuluh nonbalik gagal melakukan tugasnya baru kita menyadari betapa pentingnya katup tersebut: Darah tak lagi mengalir lancar kembali ke jantung, telapak kaki dan kaki membengkak, air tertahan dan ulcer vena terbuka dapat terbentuk.

Advertisement

Dalam beberapa kasus khusus, ahli bedah dapat mengamputasi sebuah kaki. Jenis penyakit sistem sirkulasi yang menurut para ahli dirujuk pada chronic venous insufficiency (CVI), merupakan kejadian yang umum terjadi.

Di AS, masalah CVI adalah peringkat ketujuh penyakit kronis paling umum, menyerang 10 hingga 35 persen orang dewasa sesuai etnis seseorang. Di Jerman, sekitar 100.000 orang menderita beberapa bentuk khusus dari CVI, dengan biaya peawatan tahunan berjumlah sekitar 1,2 miliar euro.

Namun demikian, seiring makin luasnya penyebaran penyakit tersebut, saat ini belum terdapat solusi untuk menggantikan katup vena yang rusak. Sementara para ahli bedah telah mengganti katup jantung dengan implan artifisial untuk waktu yang cukup lama, pasien dengan penyakit katup vena harus mencari cara lain untuk penyembuhan.

Ini termasuk meletakkan kaki pasien dalam posisi yang lebih tinggi secar rutin, menggunakan stocking pendukung dan minum obat—langkah yang tentu saja tidak memperbaiki penyebab penyakit penderita.

Baca juga :   Peran Machining Center yang Bekerja Produktif

 

Katup vena plastik

Sebuah kelompok di Fraunhofer Institute for Manufacturing Engineering and Automation IPA di Stuttgart, Jerman,  telah mencapai terobosan yang mungkin dapat mengubah  semua keadaan itu. Bekerjasama dengan konsorsium perusahaan dan Institute of Applied Medical Engineering di RWTH Aachen University, tim  menemukan cara untuk memproduksi katup vena plastik secara khusus.

Beberapa alasan dikemukakan oleh para ilmuwan yang berjuang keras untuk membuat katup vena buatan. Salah satu alasannya adalah struktur yang lembut, diameternya berukuran kecil (tipis) hanya sekitar lima hingga delapan milimeter, dan sangat sulit untuk direplikasi.

Selain itu, inlet dan outlet mungil ini bekerja dengan cara yang luar biasa. Untuk memahaminya dengan baik fungsinya, kita perlu melihat lebih dekat pada sirkulasi darah dalam tubuh manusia.

Darah dipompa dari jantung ke arteri yang secara aktif membantu membawa darah. Secara kontras, vena dalam sistem sirkulasi kita tidak memiliki mekanisme untuk menggerakkan darah—berfungsi hanya sebagai pembuluh pasif.

Pada kasus tersebut, yang bermasalah adalah otot di sekitar yang membantu darah mengalir yang disebut skeletal-muscle pump. Kapan pun sebuah otot menegang, otot akan menekan pembuluh secara bersamaan. Suatu siksaan bisa terjadi terhadap kesehatan.

Kapan Siksaan itu Berakhir? (Bahan diolah dari Open and shut case tulisan Klaus Jacob, Fraunhofer)

 

 

 

Advertisement

Tulis Opini Anda