ALAT PERTAHANAN (2)

Jet Tempur Dassault Rafale Memukau Jakarta

0
186
Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional I (Pangkosekhanudnas I) Marsma TNI Fahru Zaini Isnanto, usai mencoba kehandalan Pesawat Dassault Rafale Nomor 104-1C dengan Kapten Dupon dalam manuver di udara sekitar Pelabuhan Ratu Jawa Barat pada Maret 2015. (Sumber foto: http://cdn2.tstatic.net/tribunnews/)

Jet Rafale mampu beranuver take off-barell roll, square dance-half cuban height, splits S, inverted turn, roll-loop, touch and go, dan lain-lain.  Harganya €142,3 juta per unit.

Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional I (Pangkosekhanudnas I) Marsma TNI Fahru Zaini Isnanto, usai mencoba kehandalan Pesawat Dassault Rafale Nomor 104-1C dengan Kapten Dupon dalam manuver di udara sekitar Pelabuhan Ratu Jawa Barat pada Maret 2015. (Sumber foto: http://cdn2.tstatic.net/tribunnews/)
Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional I (Pangkosekhanudnas I) Marsma TNI Fahru Zaini Isnanto, usai mencoba kehandalan Pesawat Dassault Rafale Nomor 104-1C dengan Kapten Dupon dalam manuver di udara sekitar Pelabuhan Ratu Jawa Barat pada Maret 2015. (Sumber foto: http://cdn2.tstatic.net/tribunnews/)

Jika Vladimir penguasa Moskwa ogah melakukan transfer teknologi jet tempur Sukhoi-35 kepada Indonesia, tawaran Perancis tentu saja menarik bagi Indonesia. Seperti dijelaskan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu telah dibentuk kelompok kerja yang menindaklanjuti penandatanganan kerja sama. Indonesia telah membeli beberapa peralatan tempur dari Perancis seperti meriam, roket, helikopter serbu, helikopter Euro.

Perusahaan Dassault Aviation (Perancis) menawarkan transfer teknologi alutista jika Indonesia membeli pesawat tempur Dassault Rafale. Dassault Aviation bersedia memberikan transfer teknologi sesuai kebutuhan Indonesia.

Advertisement

Menurut ARC.web.id, petinggi Dassault Aviation bersedia memberikan apa pun yang diinginkan oleh Indonesia—bagian dari pembelian jet tempur Dassault Rafale. Dassault Aviation menawarkan transfer teknologi agar para teknisi di Indonesia menguasai ilmu dan teknik perawatan, produksi subsistem hingga perakitan jet tempur Rafale. Eksekutif Dassault Aviation menegaskan meski pesanan jet tempur Rafale dari Indonesia tidak sebanyak pembelian India, tawaran transfer teknologi itu tetap bisa dilaksanakan.

Memodernisasi militer Indonesia khususnya alutsista TNI tentu saja peluang bisnis yang menggiurkan bagi Perancis. Pesawat tempur pengganti F-5 E/F Tiger II yang sudah memasuki usia pensiun, harus diganti oleh pesawat tempur dari generasi terbaru seperti Su-35 BM, F-16 Block 60, dan Gripen E/F, EF Typhoon. Belakangan jet tempur Dassault Rafale menjadi salah satu pilihan.

Jet tempur Dassault Rafale dirancang dengan sarfran, dan snecma untuk mesin, sedangkan thales untuk avionik, dan MBDA melengkapi persenjataan dalam jet tempur. Jet tempur Rafale itu sudah pernah diperkenalkan di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada tahun 2015. Bahkan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pernah menemui Presiden Perancis (2015) yang saat itu dijabat oleh Jean-Yves Le Drian.

Menteri Ryacudu berkesemparan menyaksikan proses perakitan Rafale di Bordeaux-Merignac. Varian B dengan kursi ganda dan varian C dengan tunggal jet Rafale telah berataksi di udara Jakarta—selah mengikuti Langkawi Internaional Maritime and Aerospace di Malaysia.

Ataraksi Rafale memukau

Pesawat   Dassault Rafale nomor ekor 104-1R telah beratraksi di udara Jakarta selama 10 menit. Jet tempur terbaru Angkatan Udara Perancis itu (Armee De L’Air) diawaki oleh pilot Kapten Benoit ‘Tao’ Planche berusia 38 tahun memukau masyarakat di di base ops Halim. Ikut menyaksikan aksi udara itu para pejabat Kemhan, PT Dirgantara Indonesia, TNI, dan TNI AU.

Jet Rafale melakukan manuver seperti take off-barell roll, square dance-half cuban height, splits S, inverted turn, roll-loop, touch and go, slow pass-slow loop, roll-inverted flight-rool, show of force, barell roll in-dumble, clover leaf, dan splits S-fullstop—semua manuver memukau masyarakat dan para pejabat.

Baca juga :   KRAS, Japanese Company to Make Automotive Steel

Pesawat mampu menanjak dengan posisi terbalik mengeluarkan roda pendarat dan langsung mendarat. Manuver diperagakan dari ketinggian 100 kaki hingga ketinggian 3000 kaki. Kecepatan dari 100 knot hingga 0,95 mach dengan membuat gaya gravitasi +10G/-3G.

Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional I (Pangkosekhanudnas I) Marsma TNI Fahru Zaini Isnanto ikut mencoba keandalan  Dassault Rafale Nomor 104-1C (Back Seater) tandem dengan pilot uji dassault Letkol (Purn) Sebastian Dupont dalam serangkaian manuver udara di atas Pelabuhan, Ratu Jawa Barat.

Selama 45 menit penerbangan, Pangkosekhanudnas I mendapat kesempatan mengendalikan pesawat tersebut dalam berbagai manuver dari ketinggian 25000 kaki  hingga 100 kaki, seperti  simulasi manuver dogfight, air to air serta air to ground dan low level flight pada ketinggian 100 kaki  di atas laut Pelabuhan Ratu.

Menurut Fahru Zaini Isnanto, jet Rafale sangat lincah, canggih, dan cukup andal dalam berbagai manuver, memiliki tempat duduk sangat nyaman seperti pesawat F-16. Rafale memiliki sistem sensor pesawat tempur generasi 4.5 dan terpadu yang memungkinkan pesawat menangkap sasaran udara dan darat dengan radar, mengidentifikasi kawan dan lawan (identification friend and foe) secara langsung.  Mampu melakukan identifikasi visual dengan sensor kamera infra merah jarak jauh untuk memastikan itu sasaran yang tepat atau tidak dan memilih menembakkan rudal jarak sedang atau jarak dekat.

Apakah Indonesia akan membeli jet tempur yang panjangnya 15 meter dan terbang perdananya pada tahun 1986 serta kecepatan maksimal 2.130 km per jam itu? Bisa saja asalkan, kita menyediakan dana €142,3 juta untuk membeli satu unit. (Bahan diolah dari beberapa sumber seperti Tribunnews.com, www.theglobal-review.com/,  http://alutsista.net/, dan lain-lain)

Simak ALAT PERTAHANAN (1)
Perancis Tawarkan Transfer Teknologi

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda