EKSPANSI BISNIS

Jepang Alihkan Investasi dari Tiongkok ke Indonesia

0
57

Isuzu memproduksi 52.000 unit kendaraan. Dengan  Rp100 triliun Jepang membangun proyek kereta super cepat Jakarta-Surabaya agar bisa ditempuh 2,5 jam. Perusahaan Mitsubishi, Marubeni Corporation, JGC Corporation, IHI Corporation, Inpex Corporation, dan lain-lain mengincar pasar Indonesia.

140103-02a

Indonesia merupakan salah satu pasar yang menggiurkan di Asia. Untuk itu, PT Isuzu Astra Motor Indonesia membangun pabriknya di Karawang,  Jawa Barat, yang peletakan batu pertama telah diselamati  belum lama ini.  Perusahaan yang sahamnya mayoritas milik Jepang memproduksi hingga 52.000 unit kendaraan komersial setiap tahun. Hal itu tentu berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja bagi anak-anak muda.

Advertisement

Kawasan yang dinamai Suryacipta City of Industry lokasi pabrik seluas 30.000 m2 yang dibeli pada Desember 2011. Di lokasi pabrik telah dibangun fasilitas produksi  seperti framing untuk giga,  weldingpaintingassembling, warehousevehicle stock yard,  dan tear down area. Kemudian pembangunan gedung perkantoran sebagai tempat Technical & Production DivisionProduct Planning, dan Purchasing fasility.  Untuk itu, manajemen Isuzu  menggelorontorkan investasi Rp1,3 trilliun.

Vice President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Yohannes Nangoi mengungkapkan,  nilai investasinya terus bertambah seiring dengan pengembangan pabrik yang konstruksinya selesai pada tahun 2015 agar pengoperasian dapat dimulai pada Januari 2016.  Pabrik Isuzu dikhususkan untuk memproduksi kendaraan komersial seperti light truck, medium truk, dan dilengkapi dengan beberapa varian.

Marketing Director  Isuzu Astra Motor Indonesia, Takeo Shindo menyatakan target penjualan mobil komersial Isuzu diupayakan menguasai pasar 33 persen—pasar light truck dan medium truk—tahun 2013.

Pembangunan infrastruktur di Indonesia juga menarik bagi para pebisnis dari Jepang—termasuk pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe. Dalam lima tahun ke depan, Indonesia membutuhkan investasi Rp6.541 triliun untuk membiayai pembangunan infrastruktur khususnya sektor industri dan pertanian.

Kereta supercepat ditempuh Jakarta-Surabaya 2,5 jam

140103-02b

Salah satu infrastruktur yang akan dibangun adalah proyek kereta super cepat Jakarta-Surabaya yang berbiaya Rp100 triliun. Indonesia tidak perlu mengalokasikan anggaran dari APBN . Pemerintah  negeri Sakura ini akan menghibahkan dananya kepada Indonesia.

Menurut Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Jepang telah menyetujui untuk membantu dan memberikan dana hibah sehingga pembangunan proyek kereta super cepat Jakarta-Surabaya dapat dilaksanakan. Pihak Jepang sedang melakukan studi kelayakan (feasibility study). Ketera super cepat itu nantinya menggunakan teknologi Jepang yang kecepatannya dapat mencapai 300 kilometer per jam.  Oleh karena itu,  waktu tempuh antara Jakarta dan Surabaya hanya sekitar 2,5 jam.

Penandatanganan kerja sama di Tokyo

Kesepakatan pembangunan kereta super cepat di Jepang disebut shinkansen telah ditandatangani oleh Indonesia dan Jepang. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengikuti pertemuan ke-4 forum Metropolitan Priority Area (MPA) di Tokyo, belum lama ini, menyatakan rencana pengembangan sarana transportasi kereta super cepat Jakarta-Surabaya itu.

Indonesia dan Jepang demikian Hatta rencana pengembangan jalur transportasi darat berupa kereta api super cepat Jakarta-Surabaya itu sudah sering dibahas dalam beberapa tahun terakhir.  Indonesia memilih Jepang yang memiliki reputasi hebat dalam mengembangkan kereta super cepat Shinkansen.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Muhammad Lutfi mengatakan,  Jepang tidak hanya siap mengusung teknologi kereta super cepat ke Indonesia. Jepang juga membantu pendanaannya yang disalurkan melalui JICA (Japan International Cooperation Agency).

Menurut perhitungan Kementerian Perhubungan,  dibutuhkan dana lebih dari Rp100 triliun untuk membangun kereta super cepat itu yang berjarak sekitar 700 kilometer—bergantung  pada jumlah jalur—dan kecepatan kereta api super cepat  270 – 300 km per jam.
Beberapa proyek lain yang juga masuk dalam kesepakatan kerja sama Indonesia-Jepang adalah groundbreaking pembangunan proyek Jakarta Mass Rapid Transit (MRT) jalur Utara-Selatan Jakarta  serta penyelesaian implementasi proyek utama,  termasuk rekonstruksi stasiun pompa timur di Pluit.  Juga proyek MRT Jalur Timur-Barat dan Jawa-Sumatera Interconnection Transmission Line yang akan dipercepat pada tahun 2020.

15 perusahaan dari Jepang menambah investasi

Meski pertumbuhan ekonomi nasional kurang menggembirakan, rencana investasi Jepang diperkirakan bertambah sebesar US$3,5 miliar. Menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar, 15 perusahaan dari Jepang menyatakan rencana untuk menambah investasi di Indonesia. Rencana ke-15 perusahaan asal Jepang itu telah disetujui oleh BKPM. Artinya, ke-15 perusahaan itu bukan investasi baru yang direalisasikan dalam satu hingga 18 bulan. Enam perusahaan dari ke-15 perusahaan itu bergerak di bidang otomotif dan industri penunjang seperti komponem baja yang dibutuhkan oleh sektor otomotif.

Baca juga :   Biaya Pembangun Pabrik Mercedes Sebesar Rp369,87 miliar

140103-02c

Sedangkan tiga perusahaan lainnya berniat menekuni industri mineral—gas dan tambang—dan dua perusahaan lainnya berekspansi ke sektor elektronik.  Sedangkan 4 perusahaan lainnya melakukan ekspansi di bidang jasa seperti logistikdan keuangan.

Berdasarkan data dari BKPM, Jepang menempati urutan terbesar dalam berinvestasi di Indonesia yang jumlahnya mencapai US$3,6 miliar (Januari hingga September 2013). Dibanding jumlahinvestasi perusahaan asing di Indonesia, investasi dari Jepang mencapai 17 persen. Mahendra optimis bahwa jumlah investasi dari perusahaan Jepang di Indonesia mencapai Rp470 triliun tahun 2014.

Sementara itu, Toshiba menginvestasikan sekitar US$400 juta-US$500 juta di Indonesia pada tahun 2014. Menteri Perindustrian M.S.  Hidayat mengatakan  chairman Toshiba melaporkan kepada Presiden SBY akan menjadikan Indonesia sebagai tempat investasi paling menarik untuk para investor dari Jepang. Sebelumnya,  Tiongkok merupakan negara utama tujuan investasi Jepang,  dan sekarang pilihan ke Indonesia.  Toshiba akan membangun base production produk elektronik—alat rumah tangga dan generator—dan  pembangunan pabriknya direncanakan di Pulau Jawa.

Toyota berencana menggandakan kapasitasnya (investasi), Honda melipatgandakan, begitu juga Suzuki, Daihatsu, dan Nissan sehingga kapasitas investasi Jepang di Indonesia akan sama dengan Thailand. Hatta menjelaskan, Indonesia saat ini tengah berupaya melakukan perampingan pemangkasan biaya investasi secara agresif  untuk melancarkan arus  penanaman modal ke Indonesia.

140103-02d

Sementara itu, Asosiasi Industri asal Jepang, Kansai Economic Federation (Kankeiren) menindaklanjuti rencana investasi Jepang melalui Metropolitan Priority Area (MPA) dengan menambah kawasan industri seluas 3.000 hektare di Karawang. Kawasan itu duganakan untuk menampung para investor dari Jepang.

Pemerintah Indonesia dan Jepang telah bersepakat menggarap MPA. Investor asal Jepang diharapkan menggarap infrastruktur dari proyek MPA seperti jalur kereta api, pembangunan beberapa proyek otomotif, serta pembangunan pelabuhan Cilamaya. Oleh karena itu, MPA telah disepakati sebagai blue print dari kerja sama Indonesia-Jepang.

Investor Jepang bangun dan operasikan pelabuhan Cimalaya

Pembangunan pelabuhan Cilamaya tersinergi sesuai rencana MPA dan merupakan pelabuhan internasional komoditas ekspor dan impor dari dan ke Jepang. Pembangunan pelabuhan itu berdasarkan sistem build operated transfer (BOT). Oleh karena itu, investor dari Jepang membangun dan mengoperasikan pelabuhan.
Dalam waktu 25-30 tahun, pelabuhan itu transfer balik ke Indonesia sebagai aset negara.

Selain berinvestasi pada proyek MPA dan kawasan industri baru, investor Jepang ini diharapkan menggarap sektor infrastruktur, manufaktur, agrobisnis, pertambangan, elektronik, dan otomotif. Investor asal Jepang akan diberikan oleh pemerintah insentif seperti tax holiday. Jumlah insentif yang diberikan semakin besar nilainya jika perusahaan-perusahaan Jepang menanamkan modalnya di luar Pulau Jawa.

Kankeiren merupakan asosiasi industri dengan anggota 1.400 perusahaan dari 40 jenis industri. Asosiasi ini merupakan asosiasi bisnis kedua terbesar di Jepang. Pemerintah Jepang menyambut baik berbagai proyek potensial di Indonesia. Ketua Kankeiren, Shosuke Mori berharap pihaknya telah menjalin relasi yang kuat dengan Indonesia.

Indonesia dan Jepang sepakat mengevaluasi dan merenegosiasi Perjanjian Kerjasama Ekonomi Indonesia-Jepang di bidang investasi dan perdagangan sesuai kondisi terkini. Jepang mengiginkan investasi di Indonesia tidak hanya terpusat di Pulau Jawa. Proyek MPA yang saat ini sedang berjalan yakni Pembangunan Pembangkit Listrik 2×1000 megawatt di Jawa Tengah, MRT, pembangunan Pelabuhan Cilamaya, air bersih, dan infrastruktur lain.
Jumlah investasi Jepang terus meningkat sejak tahun 2010 yang hanya US$750 juta menjadi US$1,5 miliar tahun 2011, US$2,4 miliar tahun 2012, dan pada semester I  tahun 2013 terealisasi US$2,3 miliar. Diharapkan tahun 2013, investasi dari Jepang lebih dari US$3 miliar.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi yang diajukan Jepang mencapai US$ 4 miliar (Rp 47,9 triliun). Sebelum dana tersebut ditanamkan, Jepang memberikan masukan bagi Indonesia untuk menyelesaikan masalah anti-dumping serta bea masuk impor produk otomotif dalam bentuk utuh (completely built up). (Sumber: Diolah dari berbagai sumber seperti tender-indonesia.com, KONTAN, TEMPO.com, dan sumber lain-lain).

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda